Dalam sebuah memo yang blak-blakan, James Clapper, direktur intelijen nasional, memarahi anggota staf tentang kebocoran yang muncul dalam laporan berita akhir-akhir ini, mengatakan bahwa itu adalah "masalah serius".
"Saya khawatir bahwa kebocoran baru-baru ini tentang kinerja kita telah menerima perhatian yang mencolok dari media," ujarnya dalam sebuah memo yang diperoleh kantor berita AFP.
Dia tidak mengatakan laporan mana yang dimaksudkannya, tapi koran-koran AS baru-baru ini mengutip sejumlah pejabat tanpa nama tentang usulan operasi pesawat tak berawak (drone) CIA di Yaman dan pejabat-pejabat Afghan yang diduga ada dalam daftar gaji agensi mata-mata itu.
Para petinggi AS juga terkejut di bulan Juli oleh perilisan puluhan ribu arsip rahasia tentang perang Afghanistan, yang diunggah di situs web WikiLeaks.
Ada beberapa prosedur yang ditetapkan untuk petugas yang berwenang dalam berinteraksi dengan media, tulis Clapper dalam memonya.
Tapi untuk personil lain, "Menyampaikan informasi rahasia tanpa persetujuan adalah sebuah masalah yang serius dan pengalihan dari tugas penting yang tengah kita jalani."
"Dengan kata lain, membeberkan rahasia ke media sekarang ini bukan saatnya menurut saya."
Clapper teringat ketika Presiden Barack Obama menunjuknya untuk posisi direktur intelijen, "Saya katakan bahwa orang-orang di dalam bisnis intelijen harus seperti cucu-cucu saya – terlihat tapi tidak terdengar."
Pemerintahan Obama telah mengambil sikap keras atas kebocoran, mengajukan tuntutan terhadap mereka yang dicurigai mengungkapkan informasi rahasia.
Tapi laporan berita menyebutkan bahwa pejabat-pejabat pemerintah terus mengungkapkan detail rahasia pada wartawan dalam sebuah upaya untuk membentuk kebijakan dan melemahkan agensi lawan.
Memo itu adalah sinyal terbaru bahwa pemerintah masih jengkel dengan kebocoran itu, ujar Steven Aftergood dari Federasi Ilmuwan Amerika, yang menulis blog tentang kerahasiaan pemerintah.
"Tapi memo itu sendiri hanya pengingat, dan tampaknya tidak mencerminkan sebuah kebijakan baru. Penuntutan yang tertunda mengirimkan sebuah sinyal yang menyenangkan," ujarnya.
Minggu lalu, Departemen Kehakiman mengungkapkan dakwaan terhadap kontraktor Departemen Luar Negeri, Stephen Jin-Woo Kim, atas dugaan menyampaikan informasi pertahanan. Kim mengaku tidak bersalah.
Kasus itu dilaporkan melibatkan penilaian intelijen tahun 2009 yang diberikan kepada Fox News, mengatakan bahwa Korea Utara kemungkinan besar akan merespon sanksi PBB dengan meluncurkan tes nuklir lainnya.
Menteri Pertahanan AS Robert Gates di bulan Juli memberikan peringatan keras pada angkatan kerja Pentagon melalui media, mengatakan bahwa mereka yang melanggar hukum akan dituntut. (rin/gg) www.suaramedia.com















