Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Mantan CIA: Satu-Satunya Yang Tidak Korup Adalah Taliban

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Badan intelijen AS, CIA diduga kuat telah menyuap seorang ajudan Presiden Hamid Karzai untuk mendapatkan informasi. Mantan agen CIA, Michael  Scheuer berbicara kepada media Jerman, Spiegel, dan memaparkan mengapa memerangi korupsi di Afghanistan tidak mungkin dilakukan.

CIA diduga telah membayar Mohammad Zia Salehi, ajudan Presiden Hamid Karzai. Namun hal itu tidak merusak kredibilitas badan intelijen tersebut, kata Scheuer.

"Itu jelas merupakan perekrutan yang bagus. Menurut saya, kita harus merekrut siapa pun yang bisa memberikan kita akses terhadap sebuah target. Mungkin saja seseorang yang ternyata teroris atau mungkin saja seseorang yang merupakan pejabat korup. Saya rasa, badan intelijen mana pun pasti senang jika ada orang yang bisa memberikan informasi kepada mereka mengenai apa yang dipikirkan Karzai, karena dia itu orang yang tidak jujur,"papar Scheuer.

AS kini menghadapi tuduhan bahwa mereka mendanai korupsi. Padahal mereka dulu berjanji akan memerangi korupsi. Tapi, Scheuer, yang menjadi agen CIA selama 22 tahun sebelum mengundurkan diri pada tahun 2004, berpendapat bahwa Presiden AS, Barack Obama sudah mengetahui hal itu.

"Tidak juga. Presiden Obama sudah tahu mengenai hal ini. Para penasihat intelijennya sudah tahu mengenai hal ini. Jika dia pintar, saya yakin presiden pasti ingin menempatkan orang yang dekat dengan Karzai agar ia bisa tahu apa yang tengah terjadi. Pemerintah AS dan pemerintahan lainnya bohong saat mengklaim bisa membersihkan korupsi dan memenangkan perang,"katanya.

Mengenai upaya AS memerangi korupsi di Afghanistan, Scheuer mengatakan, "Kami tidak pada tempatnya untuk mendorong orang-orang ini. Siapa yang akan menggantikan mereka? Tidak ada siapa pun yang tidak lebih korup."

Scheuer menambahkan bahwa satu-satunya yang tidak melakukan praktik korupsi di Afghanistan hanya Taliban. "Mungkin satu-satunya yang tidak korup di Afghanistan adalah Taliban. Jika Anda ingin menghilangkan korupsi, maka kembalikan saja pemerintahan ke tangan Taliban."

Salehi merupakan seorang pejabat tinggi di Dewan Keamanan Nasional Afghanistan yang diduga kuat merupakan orang bayaran CIA. Tapi, meski melakukan kejahatan, Scheuer berpendapat bahwa Salehi tidak mungkin diadili.

"Menurut saya tidak akan ada persidangan. Salehi tahu begitu banyak mengenai apa yang terjadi dalam pemerintahan (Karzai), apa saja yang dicuri dan siapa pencurinya. Jika dia sampai duduk di kursi saksi (di persidangan), maka mungkin (yang disidang) adalah Karzai sendiri,"kata Scheuer.

Agustus tahun lalu, Michael Scheuer melalui tulisannya menyatakan bahwa Taliban unggul dalam perang.

"Saya rasa, saya akan mengatakan bahwa Taliban unggul. Tapi, seluruh rakyat Muslim Afghanistan – seperti  biasanya – menang melawan para penjajah Kristen-Pagan. Selama kita (AS) berada di Afghanistan untuk membangun negara dan 'melindungi rakyat Afghanistan', maka kita kalah. Selama kita tidak menganggap mereka yang memerangi kita sebagai takfiri, yang paling ekstrem dari Muslim religius, maka kita kalah."

Ia menambahkan, "Selama kita dipimpin oleh jenderal-jenderal yang lebih memilih 'melindungi rakyat Afghanistan', maka kita kalah. Selama kita terus mengizinkan India menambah jumlah kehadiran mereka di Afghanistan, maka kita kalah. Selama kita mendorong Asif Ali Zardari dan militer Pakistan untuk memperburuk perang saudara di negara itu, maka kita kalah. Selama kita terus berusaha membangun pemerintahan pusat yang kuat di Kabul, maka kita kalah."

"Selama kita mendukung Hamid Karzai dan keluarganya yang korup dan tidak kompeten, maka kita kalah. Selama kita takut bersikap keras terhadap negara-negara Teluk yang memberikan bantuan kepada Taliban, maka kita kalah. Selama jalur pasokan kita terletak di kawasan suku Pakistan dan Federasi Rusia, maka kita kalah. Selama kita yakin bahwa pemilihan umum, berapa pun jumlahnya, akan menghadirkan  perbedaan, maka kita kalah. Selama kita yakin ada banyak waktu untuk beroperasi bersama-sama di Afghanistan, maka kita kalah," katanya.

Mohammed Zia Salehi, kepala administrasi Dewan Keamanan Nasional, agaknya telah mendapat bayaran dari CIA selama bertahun-tahun, kata para pejabat di Kabul dan Washington. Tapi, masih belum jelas apa yang harus dilakukan Salehi sebagai ganti dari uang CIA tersebut, entah memberikan informasi, membantu menanamkan sudut pandang AS di dalam istana kepresidenan, atau mungkin dua-duanya.

Hubungan Salehi dan CIA amat bertentangan dengan inti kebijakan pemerintahan Obama di Afghanistan. Seperti diketahui, para pejabat AS sama-sama menuntut Karzai mengenyahkan korupsi dalam pemerintahannya sementara terkadang justru memberikan subsidi kepada para pelaku korupsi.

Salehi ditangkap pada bulan Juli lalu dan dibebaskan setelah Karzai campur tangan. Sebelumnya, tidak ada yang mengetahui bahwa pembebasan itu ada hubungannya dengan hubungan Salehi dan CIA. Para pejabat justru mengatakan bahwa pembebasan itu dikarenakan kekhawatiran bahwa Salehi mengetahui kesepakatan-kesepakatan korupsi di dalam pemerintahan Karzai. (dn/sp/akf/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon