Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Ahli Strategi Bush Rencanakan Kebangkitan Kembali Republik

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Para pemilih Demokrat sempat berhadap terakhir kalinya melihat ahli strategi politik partai oposisi, Karl Rove, saat ia meninggalkan Gedung Putih di era pemerintahan Bush pada tahun 2007, namun Rove kembali di tengah persiapan pemilihan pertengahan masa pemerintahan tahun ini, dan ia "memainkan peranan penting dalam membangun Partai Republik bayangan," demikian dilansir New York Times.

Saat atasannya, George W. Bush, menjabat pada 2000, Rove amat berharap hal itu menjadi permulaan penyusunan kembali politik jangka panjang yang ia bandingkan dengan pemilu 1896, kala Presiden Republikan William McKinley meraih kemenangan dari William Jennings Bryan, berujung pada 35 tahun kekuasaan partai oposisi. Visi tersebut buyar pada pemilihan tahun 2006 dan 2008, saat Partei Demokrat mengambil alih kendali Kongres dan Gedung Putih.

Kini, Rove terlihat sibuk membangun kembali koalisi para kontributor kaya yang dulu ia ciptakan untuk Bush, dan uang mereka dialirkan para berbagai kelompok yang bertujuan mengisi kehampaan yang ditinggalkan Komite Nasional Republikan yang bermasalah dengan penggalangan dana di bawah kepemimpinan ketua yang kontroversial dan paling banyak dikritik, Michael Steele.

Salah satu kelompok tersebut, yang menurut the Times pendiriannya dibantu Rove bersama dengan mantan ketua Partai Republik lain, Ed Gillespie, adalah American Crossroads, organisasi yang menjabarkan misinya sebagai "Nilai-nilai utama kebebasan individu, pemerintahan yang terbatas, perusahaan bebas, dan keamanan nasional yang kuat. Sekali lagi, prioritas utama dan etika panduan pengelolaan pemerintahan Amerika."

Di situs internetnya, dituliskan, "Presiden Obama dan mayoritas partainya di Kongres, Washington, hari ini kembali berada di jalur yang membahayakan masa depan Amerika, yang paling terlihat melalui pembelanjaan defisit yang ceroboh, keamanan nasional yang melemah, dan belenggu terhadap perusahaan swasta.

The Times menyebutkan bahwa American Crossroads merencanakan serangan bertubi-tubi terhadap Partai Demokrat untuk dilancarkan beribu-ribu kali, serangan surat bernada negatif dan panggilan otomatis, serta mendapatkan dorongan sebelum hari H pemilihan.

April lalu, Karl Rove memanggil sejumlah pemain penting di belakang Bush ke rumahnya untuk membahas mengenai kebangkitan kembali Republikan.

Yang hadir di antaranya adalah penggalang dana Republikan, Fred Malek, tukang lobi dan penasihat Gedung Putih di masa Bush, Ed Gillespie, serta putri mantan wapres Dick Cheney, Mary Cheney.

Mereka menyetujui rencana mesin politik baru yang ambisius yang akan menyusun rencana untuk mengembalikan kekuasaan partai oposisi pemerintah tersebut.

Rove terkadang berselisih dengan para aktivis bergaya Tea Party, sebagian menganggapnya sebagai wajah dari partai lama yang ingin mereka balikkan.

Rove, yang merupakan seorang analis di Fox News dan seorang kolumnis Wall Street Journal, memainkan peranan penting dalam membangun Partai Republik bayangan, sebuah jaringan donatur dan agen yang paling agresif dalam upaya Republikan merebut Dewan dan Senat.

Rove berperan besar dalam upaya memanggil koalisi jutawan dan miliarder lama yang dulu mendukung Bush dan memiliki peranan finansial penting dalam kebijakan dan pajak, seperti Harold C. Simmons, miliarder asal Texas yang memiliki perusahaan manajemen limbah yang menangani materi-materi radioaktif, Carl H. Lindner Jr, seorang pengusaha Cincinnatti yang memiliki American Financial Group, serta Robert B. Rowling, pemilik TRT Holdings.

Dana pribadi dan perusahaan dari mereka, dan banyak donatur lain yang belum terungkap, mengalir untuk berbagai kelompok ang dibantu Rove.

"Banyak hal yang mereka lakukan normalnya dilakukan di Komite Nasional Republikan (yang dipimpin Steele)," kata Mary Cheney, yang tergabung dalam kelompok Aliansi untuk Masa Depan Amerika, yang bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang dibantu didirikan Rove dalam persaingan kursi Dewan musim gugur ini. "Tidak ada uang di sana."

Para pejabat Crossroad mengatakan mereka ingin menambah aktivitas partai, bukan menggantikannya.

Dalam wawancara singkat, Rove mengatakan dirinya ingin membantu membangun sesuatu yang akan tetap bertahan setelah bulan November. "Kami ingin hal ini tahan lama," kata Rove.

"Mereka menjalankan sebuah operasi partai yang amat cakap dengan mendapat dana jutaan dolar dari orang-orang tertentu yang berkepentingan khusus," kata David Axelrod, penasihat khusus Presiden Obama.

Merujuk pada Rove dan Gillespie, ia menambahkan, "Orang-orang ini adalah politikus yang hebat, dan mereka akan menimbulkan dampak dalam pemilihan kali ini."

Tapi, jika Rove dan para koleganya tetap menjadi penggerak utama Partai Republik, masih belum jelas hingga sejauh mana pengaruh mereka di pergerakan akar rumput konservatif yang menggerakkan partai tersebut tahun ini.

Rove beberapa kali memperingatkan para kandidat yang dalam pandangannya dapat mengurangi kemungkinan Partai Republik meraih kursi.

Rove dan rekan-rekannya dipandang dengan penuh curiga oleh kekuatan baru yang menggerakkan partai oposisi, khususnya mantan gubernur Alaska Sarah Palin, dan para aktivis Tea Party.

Richard Vaguarie, seorang ahli strategi veteran konservatif yang bersekutu denngan para aktivis Tea Party, mengatakan, "Kami semua berada di pihak yang sama hingga pemiliha berakhir pada 2 November mendatang." (dn/pd/nt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon