Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Chavez: Venezuela Tengah Pelajari Program Nuklir

E-mail Cetak PDF

CARACAS (Berita SuaraMedia) – Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan pada awal pekan ini bahwa pemerintahannya melakukan studi awal untuk memulai program energi nuklir.

Chavez mengemukakan isu tersebut dalam sebuah konferensi pers, ia mengatakan negara Amerika Selatan tersebut membutuhkan sebuah program energi atom.

"Kami memulai proyek energi nuklir untuk tujuan-tujuan damai, dan mereka tidak akan bisa menghentikan kami," kata Chavez. "Kami membutuhkannya dan kami melakukan studi-studi pertama."

Chavez adalah sekutu dekat Iran dan membela program nuklir negara tersebut. Chavez yakin bahwa Iran tidak membuat senjata atom, tidak seperti yang dituduhkan oleh AS dan negara-negara Eropa.

Sebelumnya, Chavez pernah menyinggung mengenai program energi atom. Tapi, masih belum jelas sesegera apa Chavez berkeinginan mendapatkan program tersebut.

Chavez pertama kali mengemukakan isu tersebut sembari merujuk pada kasus seorang ahli ilmu fisika dan istrinya di New Mexico yang dituding aparat AS menawarkan bantuan untuk mengembangkan senjata nuklir dengan mengontak seorang agen AS yang menyamar yang menjadi perwakilan dari pemerintah Venezuela.

"Mereka menahan sejumlah profesor ilmuwan, saya rasa berkebangsaan Argentina, dan kemudian saya sudah siap merespons ketika saya melihat bahwa ada seorang juru bicara pemerintah yang muncul dan mengatakan bahwa tidak ada bukti," kata Chavez.

Pemerintah AS tidak menuding Venezuela atau siapa pun yang bekerja untuknya berusaha mencari tahu rahasia AS dalam kasus itu.

Chavez memunculkan kasus tersebut sebagai contoh dari sebagian klaim yang harus dihadapi oleh pemerintahannya.

"Mereka mengarang begitu banyak hal," kata Chavez. "Fakta bahwa mereka bilang tidak ada bukti bukan berarti mereka tidak akan menemukannya, atau memalsukannya, besok.. bahwa Venezuela membuat bom atom."

Chavez menyebut hal itu tidak masuk akal dan mengatakan, "Siapa yang mampu melaksanakan proyek semacam itu di Venezuela? Siapa? Kita tidak akan melakukannya."

September tahun lalu, Presiden Venezuela mengatakan bahwa Iran tidak akan mundur selangkah pun dalam meneruskan rencananya untuk mengembangkan energi nuklir dengan tujuan damai.

"Kami meyakini bahwa Iran, seperti yang selama ini telah ditunjukkan, tidak akan mundur dari upayanya untuk mendapatkan sesuatu yang merupakan hak dasar masyarakat: yakni mendapatkan seluruh perlengkapan dan struktur agar dapat mempergunakan energi atom untuk tujuan-tujuan damai," kata Chavez setelah tiba di ibu kota Iran.

Venezuela kala itu juga mengatakan bahwa pemerintahnya bertujuan untuk membangun sebuah "desa nuklir" dengan bantuan Iran. Desa tersebut akan berlokasi di Venezuela.

Tahun 2007, Presiden Hugo Chavez juga mempertahankan hak resmi Iran untuk mengembangkan kekuatan nuklir dengan tujuan-tujuan damai, Ia memperingatkan AS untuk tidak menyerang sekutu Venezuela di Timur Tengah tersebut.

Di bawah pemerintahan Chavez, Venezuela mempererat ikatan dengan Iran dan negara-negara lainnya yang berseberangan dengan Washington, termasuk Korea Utara dan Syiria.

"Kami mendesak kekaisaran Amerika Utara ( AS) untuk menghormati rakyat Iran dan seluruh masyarakat dunia," kata Chavez kala itu dalam program Hello President, program resmi Chavez yang ditayangkan di televisi dan turut disiarkan oleh radio nasional.

"Satu-satunya negara yang telah mengembangkan bom atom dan dengan sengaja menjatuhkannya di tengah kerumunan orang banyak adalah kekaisaran Amerika Utara. Mereka seolah ingin mengajari orang lain, padahal mereka sendiri bahkan tidak punya moral." (dn/ap/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon