Obama membuat komentar tersebut dalam sebuah wawancara dengan majalah Rolling Stone, publikasi yang sama yang mengutip komentar-komentar tidak pada tempatnya oleh mantan komando perang Afghanistan Stanley McChrystal, yang menyebabkan pemecatan jenderal tersebut.
Presiden tersebut mengatakan bahwa upayanya untuk memimpin perkembangan dalam perang Sembilan tahun di Afghanistan berlangsung lamban, dan kemungkinan akan masih seperti itu.
"Hal ini adalah masalah yang sulit, saya tahu bahwa masalah ini sulit tahun lalu, dan saya mencurigai satu tahun dari sekarang, saya akan menyimpulkan bahwa hal ini masih sulit, dan masih berantakan.
"Saya juga akan setuju bahwa Afghanistan lebih berat dari pada Irak."
Obama ditanya dalam wawancara tersebut mengapa beberapa elemen kunci dari strategi tersebut tidak berhasil, namun ia berpendapat bahwa ini masih terlalu dini untuk menghakimi hal tersebut.
"Ketika Anda menandai metris yang telah mengutip kata "gagal" – maka, mereka masih belum gagal. Mereka masih belum sukses.
"Kita telah membuat kemajuan dalam hal menciptakan sebuah garis keamanan di sekitar Kandahar, namun tidak diragukan bahwa Kandahar masih belum merupakan sebuah tempat aman dibandingkan Mosul atau Fallujah yang aman dalam fase-fase tertentu selama perang Irak."
"Saya juga akan setuju bahwa Afghanistan masih lebih berat dari pada Irak. Ini adalah negara termiskin kedua di dunia. Anda tidak memiliki tradisi sebuah layanan sipil atau birokrasi yang efektif di seluruh negeri tersebut," ia mengatakan.
Berpendapat bahwa para sekutu telah sangat sukses dalam mengambil peringkat tengah dari Taliban, ia mengatakan, bagaimanapun juga, penarikan bukanlah sebuah pilihan yang dapat berjalan terus pada saat ini.
"Saya tidak mengenal siapapun yang telah memeriksa daerah tersebut yang berpikir bahwa jika kami benar-benar menarik diri dari Afghanistan, rejim Karzai jatuh, Kabul sekali lagi dibanjiri oleh Taliban, dan hukum Syariah ditanamkan di seluruh negeri tersebut, bahwa kita akan menjadi lebih aman, atau rakyat Afghanistan akan menjadi lebih baik, atau Pakistan akan menjadi lebih baik, atau India akan menjadi lebih baik, atau bahwa kita akan melihat sebuah penurunan dalam serangan berpotensi teroris di seluruh dunia. Anda tidak dapat membuat argumen tersebut," ia mengatakan.
Obama mengatakan bahwa pemerintahannya telah memeriksa setiap pilihan termasuk pilihan melakukan sebuah jejak kaki yang lebih kecil di Afghanistan, dan akan memilih pilihan yang terbaik untuk negeri tersebut.
"Dengan semua masalah yang kita miliki di sini, di negeri sendiri, dan fakta bahwa saya harus menandatangani surat-surat untuk para anggota keluarga setiap tentara yang terbunuh di Afghanistan, jika saya dapat menemukan sebuah jalan untuk mengurangi biaya pada para pembayar pajak Amerika, dan yang lebih mendalam lagi, untuk para pria dan wanita muda yang mengenakan seragam, sementara memastikan bahwa kami tidak dijadikan jauh lebih rentan pada sebuah serangan teroris di masa mendatang, maka hal itu akan menjadi pilihan yang saya pilih," ia mengatakan.
Namun ia mengakui bahwa mencapai tujuan terkahir di Afghanistan akan memakan waktu beberapa tahun.
Obama juga merefleksi pada keputusannya untuk memecat McChrystal pada bulan Juni, setelah komentar-komentarnya yang ditujukan kepadanya di dalam artikel majalah menunjukkan meremehkan pejabat pemerintahan.
"Saya rasa beberapa komentar tersebut adalah dari stafnya, dan sehingga ia kurang terlayani," Obama mengatakan, menambhakan bahwa walaupun ini "menyakitkan" baginya untuk memecat McChrystal, jenderal tersebut menunjukkan penilaian yang kurang.
"Ketika saya menempatkan seseorang bertanggung jawab atas nyawa 100.000 para pria dan wanita muda di dalam keadaan yang sangat berbahaya, mereka harus memperlakukan diri mereka sendiri pada standar yang paling tinggi, dan ia tidak memenuhi standar-standar tersebut. (ppt/meo/toi) www.suaramedia.com














