Dalam wawancara tersebut, penerbit Jann Wenner bertanya kepada Obama mengenai FoxNews yang mengatakan pihaknya melanjutkan tradisi William Randolph Hearst. Hearst merupakan penggagas jurnalisme kuning. Ia mulai terlibat dalam bisnis media pada akhir abad ke-19 dan dengan cepat berkembang hingga memiliki nyaris 30 surat kabar di berbagai kota besar di AS.
Jurnalisme kuning adalah jenis jurnalisme yang menyajikan berita yang sedikit atau tidak melalui proses penelusuran yang baik dan menggunakan judul yang memikat mata agar surat kabar lebih banyak terjual. Istilah jurnalisme kuning kini maknanya mengalami peyorasi dan dipergunakan untuk mengecam jurnalisme yang memproses berita dengan cara yang tidak etis atau tidak profesional.
"Saya bersumpah akan menegakkan konstitusi, dan bagian dari konstitusi adalah kebebasan pers. Di negara ini, ada tradisi pers yang sering kali berpendirian keras. Zaman keemasan pers yang objektif amat singkat dalam sejarah kita. Sebelum itu, kita memiliki orang-orang seperti Hearst yang dengan sengaja menggunakan surat kabar mereka untuk menyebarkan sudut pandang mereka," kata Obama.
"Menurut saya, Fox juga merupakan bagian dari tradisi tersebut, bagian dari tradisi yang memiliki sudut pandang yang amat jelas dan tidak dapat dibantah. Saya tidak sependapat dengan sudut pandang itu," tambahnya.
Anita Dunn, mantan direktur komunikasi Gedung Putih, sebelumnya menyebut FoxNews sebagai "corong Partai Republik," namun kata-kata yang disampaikan Obama bahkan lebih langsung, ia mengatakan media tersebut merugikan negara karena hanya berfokus pada keuntungan ekonomi dan bukan membuat berita.
Obama juga menyatakan bahwa perusahaan induk Fox, News Corporation, menempatkan keuntungan di atas politik. Ia merujuk pada Rupert Murdoch, kepala eksekutif News Corporation.
"Sudut pandang ini saya rasa pada akhirnya bersifat merusak dalam pertumbuhan negara jangka panjang yang memiliki orang-orang kelas menengah yang bersemangat dan kompetitif di dunia. Tapi, sebagai perusahaan ekonomi, (FoxNews) amat sukses. Saya curiga itulah yang menjadi perhatian utama jika Anda bertanya kepada (Rupert) Murdoch, bahwa Fox amat sukses."
Ketika ditanyai mengenai komentar Obama, seorang perwakilan FoxNews mengatakan bahwa jaringan tersebut tidak berniat memberikan tanggapan. Waktu yang akan berbicara apakah para penyiar secara individu akan menanggapinya.
Topik panas mengenai Fox akhir-akhir ini juga berkaitan dengan imigrasi ilegal dan habisnya masa berlaku pemotongan pajak pada era Bush untuk orang-orang terkaya Amerika.
Opini dari jaringan tersebut amat condong pada kaum konservatif dan warga negara Amerika yang tidak senang dengan pemerintahan Obama. Para kritikus mengatakan bahwa ada banyak program berita jaringan itu yang melakukan hal serupa.
Obama sebelumnya pernah menunjukkan rasa tidak suka terhadap FoxNews. Misalnya pda Juni 2009, Obama mengatakan, "Ada satu stasiun televisi tertentu yang terus berusaha menyerang pemerintahan saya."
Oktober tahun lalu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah AS akan memperlakukan Fox "seperti kami memperlakukan musuh." Ia menambahkan bahwa jaringan berita tersebut berbeda dari organisasi pemberitaan lainnya.
Gedung Putih menyatakan FoxNews menyatakan perang terhadap Obama. Anita Dunn, direktur komunikasi Gedung Putih, merupakan orang yang mengutarakan tudingan tersebut. Dia tampil dalam program televisi CNN dan melakukan wawancara dengan majalah Time dan harian New York Times untuk memperkuat tuduhannya.
Kampanye tidak biasa yang dilakukan Gedung Putih tersebut dilancarkan kala Presiden Obama terus menerus menghadapi gelombang tentangan terhadap reformasi perawatan kesehatannya, hal tersebut menumbuhkan kekhawatiran mengenai situasi di Afghanistan serta lesunya keadaan ekonomi AS.
Berbicara mengenai taipan media Rupert Murdoch, dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Dunn berkata: "Kami akan memperlakukan mereka seperti layaknya musuh."
"Karena mereka telah mencari gara-gara dan mengumandangkan perang terhadap Barack Obama dan Gedung Putih, maka kami tidak lagi perlu berpura-pura dan menyatakan bahwa inilah perilaku organisasi pemberitaan yang sah," ujarnya. (dn/nk/bnt/sm) www.suaramedia.com
- Rayu Israel, Obama Siapkan Imbalan Persenjataan Canggih
- NY Times: Kode Rahasia Virus Iran Tinggalkan Jejak Israel
- "Kegagalan Perang Vietnam Kesalahan Kita Sendiri"
- Budaya Diam, Cara Ordo Salib Suci Lindungi Penjahat
- Obama Jatuhi Sanksi Para Pejabat Atas Kerusuhan Iran














