Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Demi Dana AS, Pakistan Harus Perangi Taliban

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Para pejabat pemerintahan Obama memperingatkan para pemimpin Pakistan bahwa jika Taliban dan al-Qaeda di kawasan perbatasan dengan Afghanistan tidak ditindak, maka hal itu akan berpengaruh terhadap pendanaan dari AS yang amat dibutuhkan Pakistan.

Peringatan tersebut menaikkan tensi pembicaraan pekan ini antara para pejabat AS dan Pakistan di Washington setelah berbulan-bulan timbul ketegangan kala pemerintah AS terus mengkritik ketidakbersediaan Islamabad mengambil tindakan lebih tegas terhadap Taliban Afghanistan dan organisasi-organisasi pendukungnya.

Tapi, para pejabat AS juga beberapa kali optimis dan menambah jumlah bantuan, termasuk mengajukan penambahan bantuan militer awal pekan ini.

AS berada di bawah tekanan untuk menunjukkan kemajuan dalam perang Afghanistan manjelang rencana penarikan keluar prajurit AS yang sedianya dimulai bulan Juli tahun depan. AS telah meningkatkan operasi militer di selatan dan timur Afghanistan, mereka juga memfasilitasi pembicaraan Afghanistan dengan Taliban dan meningkatkan kampanye serangan pesawat tanpa awak terhadap kelompok-kelompok gerilyawan yang melakukan perlawanan lintas perbatasan dari Pakistan.

Upaya-upaya tersebut semakin meningkatkan perlunya dukungan dari Pakistan, yang mengatakan telah meningkatkan upaya mereka sendiri namun tidak memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang kawasan-kawasan sarang militan karena ada keperluan lain.

Gedung Putih juga memutuskan tidak memberikan perlengkapan atau pelatihan terhadap unit-unit militer Pakistan yang dituding membunuh tahanan atau warga sipil, kata seorang perwira militer.

Langkah tersebut diambil menyusul investigasi AS terhadap sebuah rekaman video yang memperlihatkan personel militer Pakistan menghabisi seorang tahanan. Sekitar enam unit militer akan terpengaruh oleh kebijakan baru tersebut, demikian dilansir New York Times.

Pada hari Rabu waktu setempat,  Presiden Barack Obama mampir dalam pertemuan yang digelar para penasihat utamanya dengan para pejabat Pakistan, termasuk pimpinan militer, Jenderal Ashfaq Kayani dan Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi.

Dalam sebuah pernyataan Gedung Putih yang disampaikan sesudahnya, ditekankan pentingnya “meningkatkan tekanan terhadap tempat-tempat perlindungan para ekstremis.” Namun tidak ada pengulangan pujian Gedung Putih atas upaya Islamabad memerangi para gerilyawan.

Pendanaan merupakan bantuan terbesar AS terhadap Islamabad. Untuk bidang militer dan sipil, pendanaan AS untuk Pakistan total berjumlah lebih dari $3,5 miliar sepanjang tahun lalu, demikian menurut perkiraan kongres. Tapi, muncul kekhawatiran di Kongres AS mengenai cara membelanjakan dana tersebut dan apakah Pakistan justru menjadi penghalang tercapainya tujuan-tujuan AS di Afghanistan.

Pekan ini, pemerintah AS mengatakan berniat menambah jumlah bantuan dana untuk Pakistan guna membeli perlengkapan pertahanan buatan AS, tapi para pejabat AS memperingatkan bahwa Kongres bisa saja mencabut itu.

Para pejabat pemerintahan dan kongresional juga mengatakan ada dana sebesar ratusan juta dolar per tahun yang masuk dalam Dana Dukungan Koalisi. Dana tersebut diberikan dengan imbalan Pakistan melakukan operasi militer terhadap para gerilyawan. Di masa depan, dana itu berpotensi dipotong.

AS belum memberikan dana timbal balik untuk Pakistan sejan 27 Mei, Pentagon mempertimbangkan ulang permintaan tersebut. AS memberikan dana timbal balik sebesar $1,3 juta untuk Pakistan antara Januari dan Mei. Dana itu dipergunakan dalam operasi Pakistan yang dilaksanakan pada 2008 dan 2009, namun operasi untuk tahun 2010, belum ada dana yang diberikan.

Pada hari Kamis (21/10), seorang pejabat dinas intelijen militer Pakistan mengatakan Islamabad ingin ambil bagian dalam kontrak perdamaian antara Kabul dan para pejabat Taliban. Ia memperingatkan bahwa tanpa melibatkan Pakistan, perdamaian bisa gagal.

Para pejabat pemerintahan Obama mengatakan bahwa mereka ingin menyertakan para perwakilan Pakistan, sebagian untuk membantu memastikan agar Islamabad tidak berusaha mengacaukan pembicaraan.

Sejumlah pejabat Barat dan Afghanistan yakin bahwa intelijen Pakistan menangkap komandan kedua Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar Februari lalu demi menghentikan pembicaraan yang tidak melibatkan Pakistan. Pemerintah di Islamabad membantah tudingan itu. (dn/ws) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon