Dalam pesan tertulis di akun Facebook-nya yang ditujukan pada "semua, 57 negara bagian" – sebuah sindiran terhadap kesalahan Obama dalam masa kampanye pada Mei 2009 – Palin mengecam sang presiden dan media AS karena dianggapnya terlalu positif dalam meliput.
"Tentu saja, paragraf di atas berdasarkan pada serangkaian kesalahan pernyataan dan salah ucap dari Barack Obama (saya tidak punya cukup waktu untuk menulis soal Joe Biden)," tulis Palin di laman Facebook-nya.
"Ada link YouTube jika saja kalian meragukan kebenaran kesalahan ucap yang memang manusiawi ini. Jika kalian tidak ingat pernah mendengarnya, sebagian besarnya karena media tidak menganggapnya perlu diliput," tulis Palin.
"Saya tidak mengeluhkan itu. Semua orang terkadang pernah salah bicara, bahkan seorang pembaca berita," tambah Palin.
Palin merujuk langsung pada sebuah pernyataan yang ia lontarkan pada hari Rabu (24/11) pada acara Glenn Beck saat ia keliru menyebut Korea Utara, bukannya Korea Selatan.
Pernyataan Palin di Facebook tersebut menjadi peringatan bagi media sekaligus Gedung Putih. Dalam beberapa minggu terakhir, Palin memperjelas bahwa dirinya mempertimbangkan pencalonan diri sebagai presiden. Dalam wawancara dengan ABC, Palin bahkan mengaku yakin bisa mengalahkan Obama.
Tulisan Palin intinya menyatakan bahwa media harus menerapkan standar yang berimbang untuk masing-masing kandidat dan kekeliruan yang mereka buat.
"Jelas, saya akan jauh lebih terkesan jika media bersikap konsisten mengenai hal ini (kesalahan ucap). Sayangnya, agaknya mereka tidak bisa menahan godaan untuk menjadikan satu kesalahan bicara sederhana saya menjadi tajuk utama berita politik," tulis Palin.
"Satu kesalahan ucap kemarin terjadi dalam satu dari tujuh wawancara saya saat saya mendapat kehormatan untuk berbicara kepada masyarakat Amerika mengenai isu-isu perubahan dunia yang penting di hadapan kita," tulis Palin.
"Jika media mau mendengarkan seluruh perkataan saya dalam acara radio Glenn Beck, maka mereka akan tahu bahwa saya menyebut Korea Selatan sebagai sekutu kita (AS) sepanjang waktu, dan saya mengoreksi kesalahan saya hanya beberapa detik setelah salah ucap. Saya juga memperjelas bahwa China harus ditekan untuk membatasi ekspor energi kepada rezim Korea Utara," tambah Palin.
Itu bukan satu-satunya masalah yang diangkat Palin dalam catatan Hari Thanksgiving tersebut. Ia juga menuding media memperlakukannya dengan tidak adil.
"Media bahkan bisa lebih rajin dan memeriksa pernyataan-pernyataan saya sebelumna mengenai hal itu, yang selalu konsisten, dan bahkan terdepan. Tapi, mengapa membiarkan fakta menghalangi laporan yang baik?" tulisnya.
Palin menutup catatannya dengan harapannya. "Mari berharap bahwa mungkin, hanya mungkin, mereka (media) akan melakukannya dengan benar lain kali. Ketika rakyat bisa menuntut pertanggungjawaban pers bebas Amerika untuk mendapatkan laporan berita yang bertanggung jawab dan benar. Jika itu terjadi, maka kita semua akan mendapatkan lebih banyak hal yang bisa kita syukuri!" tulisnya.
Dalam wawancara dengan ABC News beberapa waktu lalu, Palin mengaku masih belum memutuskan akan mencalonkan diri atau tidak.
"Saat ini, saya masih mengatur segalanya dan berusaha mencari tahu soal itu. Apa hal itu baik bagi negara, dalam diskusi, untuk keluarga saya," kata Palin yang merupakan mantan kandidat wakil presiden tahun 2008 dari Partai Republik dan kalah dari Obama-Biden.
Dalam pemilihan tahun 2008, Palin, 46, dikritik karena kurang memiliki pemahaman politik.
Ia juga banyak dicemooh karena banyak media AS menyebut Palin tak tahu apa-apa. (dn/po/fbn/sm) www.suaramedia.com














