Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Sebarkan Anti Jihad, Wilders Gagal Kafirkan AS!

E-mail Cetak PDF

NASHVILLE (Berita SuaraMedia) - Sebuah hotel di Nashville menolak sebuah konferensi yang sedianya akan dilaksanakan di tempat tersebut atas alasan keamanan. Konferensi tersebut mengundang politisi Belanda kontroversial dan pembuat film Fitna

Sebuah kelompok bernama New English Review menandatangani kontrak pada Januari untuk menggunakan Hotel Loews Vanderbilt untuk konferensi dua hari yang bernama "memahami Jihad di Israel, Eropa dan Amerika."

Geert Wilder, sang pembuat film Fitna yang dituding telah menghina muslim akan menjadi pembicara utama. Film tersebut menyinggung Islam dan Wilders dilarang memasuki Inggris.

Selain presentasi video oleh Wilders, yang menghadirkan penulis holocaust Richard L. Rubenstein, analis jihad senior, Hugh Fitzgerald, penulis buku "Warisan Jihad" Andrew G. Bostom, penerbit New English Review Rebecca Bynum, Ketua Pusat Kajian Politik Islam Bill Warner dan Paul "Dave" Gaubatz, mantan agensi federal yang membimbing proyek riset mengenai kegiatan Islam di AS yang "mengadvokasi tindakan teroris terhadap ketertarikan AS."

Namun, Gaubatz menyatakan bahwa dia mendapat informasi bahwa panitia acara tersebut mendapatkan beberapa keluhan kepada hotel dari pihak pro-Islam, dan dia sendiri juga menerima beberapa ancaman.

Dia menyatakan bahwa acara tersebut akan dipindahkan ke hotel yang baru.

Tom Negri, manajer hotel, menyatakan pada koran Tenessian bahwa pembatalan tersebut disebabkan kepedulian hotel pada kesehatan dan keamanan pegawai dan para tamu. Namun dia menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasannya.

Rebecca Bynum, senior editor web New English Review, menyatakan bahwa tidak ada ancaman yang berarti jika hotel tersebut tidak membatalkan persetujuan tersebut.

"Membatalkan pertemuan kami tanpa ancaman yang jelas merupakan hal yang sangat menarik, " menurut Bynum.

Web site kelompok tersebut menyatakan, "Loews Vanderbilt Plaza Hotel takut pada intimidasi dan menolak menjadi tuan rumah acara kami."

Bynum menyatakan pihak Loews tahu topik yang akan dibahas pada pertemuan tersebut dan mengkhawatirkan masalah keamanan yang mungkin terjadi.

Di laman milik The New English Review tidak mencantumkan deskripsi dan tujuan dario kelompok itu sendiri.

Bynum menyatakan bahwa organisasi tersebut bertujuan untuk "meningkatkan kewaspadaan tentang Jihad dan semua hal yang berhubungan dengannya, yang tidak sepenuhnya berhubungan dengan kekerasan."

Simposium tersebut dimulai pada hari Jumat, namun hanya undangan yang boleh menghadiri acara tersebut.

Wilders telah diundang ke Inggris untuk screening khusus Fitna untuk parlemen yang menghadirkan kontroversi karena melanggar haknya untuk menampilkan film tersebut.

"Fitna" menghadirkan ayat Al Quran yang dipadukan dengan serangan teroris pada 9/11, serangan di Madrid pada 2004 dan serangan di London pada 2005.

Film tersebut menyerukan pada kaum muslim untuk menghilangkan ayat "dakwah kebencian" dari Al Quran.

Sejak saat itu, Wilders hidup dalam perlindungan polisi selama 24 jam sejak 2004 karena merasa Al Qaeda mengincarnya.

Program tersebut melibatkan Gaubatz sebagai pembicara atas subjek "para mujahidin tidak menghormati kaum lemah," dan Wilders juga akan menyampaikan subjek pokok berjudul "Kenapa saya berada di Amerika Memperjuangkan Kebebasan Berbicara."

"Obama berkata dengan penuh keyakinan bahwa ketika membicarakan dunia Muslim, dia mengumumkan bahwa, kepercayaan yang menyatukan kita telah menegang."

Dokumentari 17 menit Wilder , "Fitna" yang berarti "perselisihan", menyamakan Al Quran dengan manifesto Hitler, "Mein Kampf"

Otoritas yudisial di Amsterdam baru baru ini mengkonfirmasikan bahwa mereka akan menuntut Wilders untuk mempertanggungjawabkan apa yang dia sampaikan pada film "Fitna".

"Fitna", mengandung gambar dari beberapa pemuka agama Islam, termasuk satu pemuka agama yang menuntut agar semua Yahudi dipenggal.

Wilders merilis film ini setahun yang lalu ketika pemimpin Belanda menakutkan terjadinya reaksi kekerasan serupa atas kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Kritik sebelumnya mengekspresikan ketakutan jika film tersebut menghadirkan adegan Al Quran yang dibakar, namun endingnya menawarkan sebuah kejutan.

Saat seseorang membalik Al Quran, suara sobekan terdengar.

"Suara yang anda dengar berasal dari suara buku telepon yang disobek. Terserah kaum Muslim sendiri apakah mereka akan merobek robek ayat mereka yang penuh kebencian," teks yang nampak di layar menunjukkan. "Hentikan Islamisasi, Pertahankan Perdamaian kita," kesimpulan dari film tersebut.

Wilders menerima beberapa ancaman pembunuhan. Perlindungan dari polisi yang didapatnya selama 24 jam didasarkan dari peristiwa pembunuhan pada 2004 kepada Theo Van Gogh, sutradara yang menuduh Islam merupakan agama yang menghalalkan kekerasan wanita. (bk/pnm/wnd) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon