"Jika Anda berpikir tentang itu dalam istilah manusia, akan ada insentif keuangan yang terjadi, dibayar oleh (uang) dolar hasil pajak, hal itu akan mendorong ... orang tua tunggal, yang hidup di bawah tingkat kemiskinan, untuk memiliki kesempatan untuk meminta aborsi.
Presiden kita dibesarkan dalam keadaan yang serupa. Jika insentif keuangan tersedia, apakah ada kemungkinan bahwa ibunya telah mengambil keuntungan dari itu? Clarence Thomas, dari Mahkamah Agung, jika kondisi semacam itu terjadi, apakah mungkin kita akan menolak pemikiran besarnya itu?
Mengesampingkan keputusan Tiahrt yang dipertanyakan karena hanya menyebutkan Afrika-Amerika sebagai calon pelaku aborsi, Tiahrt juga mengeluarkan pernyataan menyesatkan dengan membuat klaim bahwa "70% dari Amerika menentang menggunakan dana publik untuk aborsi." Dalam kenyataannya, saat ini hukum Amerika memungkinkan untuk membayar aborsi melalui jaminan kesehatan mereka, dan jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa 71% dari negara mendukung mempertahankan status quo dengan memungkinkan rencana publik untuk menutup layanan reproduksi.
Namun demikian, banyak Republikan yang mendorong racun pil amandemen yang akan melarang semua rencana yang ditawarkan dalam asuransi kesehatan nasional untuk ditukar dengan penyediaan cakupan layanan untuk aborsi.
Rekaman video dari pernyataan Tiahrt tersebut telah dipasang dalam website resmi partai Republik. Video diposting di sana tidak termasuk seluruh pernyataan Tiahrt selama berada di dalam sidang kongres meskipun video tersebut mamakai judul: "Oposisi Tiahrt terhadap Aborsi yang Didanai Pembayar Pajak." Tetapi video tersebut memasukan 9:25 bagian dimana Tiahrt mengklaim bahwa ibu Obama mungkin akan mengaborsi dia jika berada dalam situasi seperti itu.
Minggu lalu dalam sidang kongres Demokrat baik di DPR dan Senat ingin aborsi dimasukkan sebagai keuntungan dalam kesehatan dalam asuransi pemerintah dan swasta. Hal ini mengarah ke lebih banyak aborsi, seorang pembuat undang-undang Republik memperingatkan.
Uang pembayar pajak akan digunakan untuk membiayai aborsi dalam opsi perawatan kesehatan yang dijalankan negara.
Tetapi anggota kongres dari Republikan, sangat bertentangan dengan salah satu persyaratan dalam reformasi kesehatan mengenai aborsi. Mereka mendorong diberikannya larangan untuk menggunakan uang pembayar pajak untuk membayar prosedur semacam itu.
Pada hari Selasa, anggota kongres pro-life mengatakan rencana dari pendekatan aborsi pada dasarnya adalah sama dengan Undang-undang Kebebasan Memilih, yang akan melecuti hak negara untuk membatasi aborsi.
"Meskipun Presiden Obama berkata kepada Paus pekan lalu bahwa ia ingin mengurangi aborsi, kebenaran yang buruknya adalah apa yang disebut reformasi kesehatan tersebut, jika diloloskan dan jika tidak diubah, akan mengakibatkan jutaan anak-anak mati dan juga ibu-ibu yang terluka ," ujar Rep. Chris Smith (R-N.J.).
Aborsi telah menjadi masalah dalam legistalif untuk menjamin akses ke asuransi kesehatan untuk semua orang Amerika. Perdebatan tidak hanya akan mempengaruhi asuransi kesehatan masyarakat. Perdebatan tersebut tidak hanya mempengaruhi rencana kesehatan yang ingin dibuat Demokrat, tetapi juga perusahaan swasta, yang akan menerima puluhan miliar dolar dari subsidi federal untuk menutupi biaya kesehatan bagi orang-orang dengan pendapatan rendah dan sedang. (iw/tp/csn/gop) Dikutip www.suaramedia.com














