Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Soviet – AS, Déjà vu Di Neraka Afghanistan

E-mail Cetak PDF
KABUL (Berita SuaraMedia) – Pasukan AS terancam mengalami kekalahan dalam peperangan Afghanistan jika AS terus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama yang dulunya membuat pejuang Taliban mampu menaklukkan kekuatan Uni Soviet pada tahun 1980an silam.

"Ada begitu banyak kesamaan antara kedutaan Soviet pada tahun 1980an dengan kedutaan Amerika pada tahun 2009," kata Zamir Kabulov, duta besar yang dikirimkan Rusia untuk Kabul, kepada para wartawan.

Dia menambahkan  bahwa situasi suram yang mewarnai Afghanistan pada masa sekarang mengingatkannya kembali pada jaman diplomatik lamanya.

"Ada banyak persamaan, namun ada juga perbedaan. Apapun itu, hasil akhir yang diraih dalam kedua kasus tersebut sama-sama buruk."

Kabulov, seorang diplomat veteran yang bekerja di kedutaan besar Soviet di Kabul pada masa penjajahan Rusia (Soviet) di Afghanistan tahun 1980an, menyebutkan daftar kesalahan Uni Soviet yang diyakininya kembali dinapaktilasi oleh AS.

"Pengabaian populasi lokal, kegagalan dalam menetapkan kerjasama yang kokoh dengan komunitas masyarakat setempat (dan) meninggalkan mereka atas permintaan lawan."

Uni soviet dipaksa untuk menarik keluar pasukannya dari tanah Afghanistan pada tahun 1980an setelah mengalami kegagalan berkepanjangan yang terjadi dalam perang selama satu dekade tersebut.

Pernyataan dari duta besar Rusia tersebut, yang nama belakangnya (Kabulov) dalam bahasa Rusia kebetulan bermakna "dari Kabul," dilontarkan pada saat pasukan pimpinan NATO terlibat dalam pertempuran paling sengit di tanah Afghanistan sejak tahun 2001, ketika invasi asing dimulai.

Kala perang tersebut memasuki tahun kesembilan, angka kekerasan semakin meningkat tajam, korban-korban terus berjatuhan dan banyak kalangan di dunia Barat yang mulai mempertanyakan keterlibatan negara mereka dalam perang pimpinan AS tersebut.

Kabulov mengatakan bahwa Afghanistan kembali tergelincir memasuki kekacauan. "Saya merasa sangat sedih karena, setelah begitu lamanya saya menghabiskan waktu di Afghanistan.. Saya meninggalkan sebuah negara yang masih terus terbelenggu dalam peperangan tanpa adanya prospek yang jelas maupun peningkatan yang berarti," tukasnya.

Pada petang hari tanggal 17 September 2009, Zamir Kabulov mengakhiri masa tugasnya di Afghanistan. Menteri Luar Negeri Afghanistan, Rangin Zamir Spanta bertemu dengan Kabulov di kota Kabul. Menteri Afghanistan tersebut memuji kinerja Zamir Kabulov selama menjalankan tugas di Afghanistan. Menteri tersebut juga berharap bahwa dengan kedatangan duta besar baru, hubungan Afghanistan dan Rusia akan semakin meningkat.

"Jika anda membandingkan situasi (saat ini) dengan lima atau enam tahun yang lalu, maka (keadaan) tentunya jauh lebih buruk," katanya.

"Rekan-rekan kami telah kehilangan begitu banyak peluang untuk mengendalikan negara, untuk membantu pemerintahan Afghanistan."

Kabulov mengatakan bahwa dirinya mendukung adanya permintaan yang diajukan oleh Jenderal Stanley McChrystal, komandan tertinggi militer AS di Afghanistan, untuk menerjunkan lebih banyak pasukan AS di Afghanistan.

"Itu adalah jalan yang benar. Saat ini ada lebih dari 100.000 orang pasukan Barat di negara ini, hampir sebanyak pasukan yang dikirimkan Moskow kala memasuki masa-masa genting dalam pendudukan." (dn/io/ar) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon