Rabu, 19 Juni 2013

Headlines:

Anugerah Dalai Lama Picu Kemarahan China

E-mail Cetak PDF
BEIJING (Berita SuaraMedia) – Kementerian Luar Negeri China meminta para anggota legislatif AS untuk berhenti campur tangan dalam urusan internal China. Hal tersebut dilontarkan setelah Kongres AS memberikan anugerah hak asasi manusia kepada Dalai Lama.

"Kami mendesak sejumlah anggota Kongres AS untuk menghormati sejarah dan fakta yang ada, mengenali wajah sesungguhnya dari Dalai Lama, berhenti menggunakan isu Tibet untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri China," kata juru bicara kementerian Ma Zhaoxu sebagaimana dikutip oleh Xinhua.

"Rakyat China tahu benar siapa sesungguhnya Dalai Lama, seorang kepala badan feodal di Tibet kuno, yang masih menjalankan program untuk membagi tanah kelahiran dan menyabotase stabilitas sosial dan persatuan antara berbagai bangsa di Tibet," tambahnya.

China mengatakan bahwa ada banyak perkembangan yang telah terjadi di Tibet, sementara orang-orang Buddha di kawasan tersebut menyalahkan eksploitasi peraturan dan ekonomi China yang telah mengikis budaya tradisional mereka.

"Perkembangan besar telah terjadi dalam aspek sosial dan ekonomi Tibet sejak reformasi demokratis, dan keadaan di sana kini mencapai tahapan terbaik dalam sejarah," kata Ma.

Sementara itu, Dalai Lama memberikan ucapan selamat kepada Presiden AS Barack Obama atas keberhasilannya dalam meraih penghargaan Nobel Perdamaian. Dalai Lama mengabaikan kritikan atas penolakan Obama untuk menemui dirinya sebelum ia melakukan perjalanan  ke China.

Surat dari Dalai Lama pada Jumat malam lalu mengatakan bahwa cukup penting bagi para pemimpin Amerika untuk mengadopsi gaya kepemimpinan "berprinsip" yang didasarkan pada idealisme nasional AS berupa "kebebasan dan kemerdekaan."

"Pendekatan semacam itu bukan hanya akan meningkatkan reputasi AS, namun juga akan memberikan kontribusi yang berarti untuk mengurangi ketegangan di dunia," tulisnya.

Obama menimbulkan kehebohan pada awal minggu ini dengan menunda kunjungan tradisional oleh Dalai Lama ke Gedung Putih hingga seusai pertemuan dengan Presiden China Hu Jintao di China pada bulan depan.

Dalai Lama memimpin perjuangan untuk melawan penjajahan China di Tibet. Perjuangan tersebut dipimpin oleh Dalai Lama dari pengasingan, dan hal tersebut telah berlangusng selama berpuluh-puluh tahun.

China berkeberatan ketika para rekanan diplomatiknya bertemu dengan Dalai Lama. Para pengacara hak asasi manusia mengkritik Obama dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton, dikatakan bahwa keduanya telah mengurangi tingkat kepentingan dari konfrontasi dengan China mengenai pelanggaran kemanusiaan.

Namun Dalai Lama juga menyadari pentingnya hubungan AS dan China, dan ia menyetujui penundaan pertemuan dengan Obama hingga usainya konferensi dengan China.

Dalam suratnya pada hari Jumat, pemimpin spiritual Tibet tersebut menuliskan bahwa dirinya merasa senang karena komite Nobel telah mengakui pendekatan-pendekatan Obama terhadap penyelesaian konflik internasional melalui kebijaksanaan dan kekuatan dialog.

"Abad ke-20 adalah abad yang dipenuhi ceceran darah dan kami semua memiliki tanggung jawab untuk menjadikan abad ke-21 sebagai abad dialog dan kerjasama," tulis Dalai Lama dalam suratnya kepada Barack Obama. (dn/cn/ol) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon