Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

China Perkuat Militer Menyambut Langkah Kaki Obama

E-mail Cetak PDF
BEIJING (Berita SuaraMedia) – China menginginkan adanya lebih banyak kontak dengan militer AS. Hal tersebut diungkapkan pada hari Jumat (6/11) menjelang kunjungan Presiden AS Barack Obama. Presiden Hu Jintao mengatakan bahwa rencana negaranya bertujuan damai.

Mengembangkan ikatan militer bilateral akan membantu memperbaiki hubungan kedua negara secara keseluruhan, kata He Yafei, wakil menteri luar negeri China, dalam sebuah konferensi pers yang digelar menjelang kunjungan Obama ke negeri tirai bambu pada tanggal 15 hingga 18 November mendatang.

"Saya rasa kedua kubu ingin mempromosikan pertukaran dan kontak antara militer kedua negara, dan khususunya untuk meningkatkan rasa saling percaya," katanya kepada para wartawan.

"Hal ini termasuk dialog antara para pejabat militer kedua negara, pertukaran dan kunjungan, serta bentuk-bentuk kerjasama lainnya."

Ucapan tersebut menandakan bahwa kedua kubu mencoba untuk meredakan ketegangan militer setelah melalui periode perseteruan.

Pengeluaran militer China, bahkan setelah mengalami pertumbuhan hingga dua digit dalam 20 tahun, hanya sekitar seperenam dari pengeluaran AS. Namun Pentagon merasa khawatir bahwa pihaknya terlalu sedikit mengetahui mengenai rencana China. AS memandang upaya peningkatan kemampuan tentara China yang melebihi upaya modernisasi militer adalah hal yang murni ditujukan untuk pertahanan.

Obama baru menjabat selama dua bulan ketika kapal-kapal China bergabung dengan kapal pengawas militer AS di perairan lepas pantai China, yang semakin memperuncing ketegagan.

Namun presiden Hu pada hari Jumat mengatakan kepada delegasi angkatan udara asing bahwa China berkomitmen untuk mencapai perkembangan yang damai, demikian disampaikan oleh agen pemberitaan Xinhua, berhari-hari setelah seorang pejabat top pemerintah memantik ekhawatiran dengan pembicaraan mengenai "Tembok besar dari baja di langit yang biru."

Komandan angkatan udara China, Xu Qiliang, kepada Xinhua mengatakan bahwa persaingan antara kekuatan militer memang secara alami "bergeser ke angkasa," dan tren kuat tersebut tidak dapat diputar balik.

"China memang memegang teguh kebijakan pertahanan nasional yang memang secara alami bersifat defensif, dan tidak akan pernah melakukan ekspansi militer dan perlombaan senjata, serta tidak akan pernah memberikan ancaman militer kepada negara lain," kata Hu.

Lebih dari 30 delegasi berada di Beijing untuk menghadiri forum militer yang menandai 60 tahun berdirinya angkatan udara China, yang disebuh Xinhua bertujuan untuk mepromosikan pertukaran dan membangun kepercayaan.

Beijing membatasi kontak dengan militer AS untuk menunjukkan kemarahan dan protes atas penjualan perlengkapan militer AS kepada Taiwan, pulau yang disebut oleh China sebagai pembelot ilegal.

China telah menunjukkan ketertarikan baru dalam pembicaraan lanjutan ikatan militer di Beijing pada bulan Juni dan sebuah lawatan ke AS pada bulan Oktober oleh Jenderal Xu Cailou, wakil kepala Komisi Sentral Militer China.

Dalam kunjungan ke Beijing, peningkatan kerjasama militer dengan China, kekuatan Asia yang terus berkembang, menjadi agenda utama Presiden Barack Obama.

Dengan penghimpunan kekuatan dan peningkatan peranan militer China dalam beberapa tahun terakhir, AS mengkhawatirkan mengenai meningkatnya kemungkinan untuk bersitegang dengan tentara China di seluruh dunia, demikian diberitakan oleh Washington Post.

Oleh karena itu, AS berkeinginan untuk menjalin kerjasama dengan militer China dalam sebuah upaya untuk menghindari adanya "insiden yang tidak diinginkan dan berbahaya."

"China berkembang sebagai sebuah kekuatan yang besar," kata Michael Schiffer, deputi asisten menteri pertahanan untuk kawasan Asia Timur. "Militer kami berupaya meningkatkan kedekatan dan interaksi. Namun kami tidak memiliki mekanisme yang baik untuk membantu kami mengklairifikasi mengenai kesalahpahaman."

"Hubungan militer adalah isu pokok bagi China," kata seorang diplomat China, seperti dikutip oleh Washington Post. "Hal itu merupakan satu isu yang dapat membahayakan hubungan kami dengan AS," kata diplomat yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

Pentagon meyakini bahwa pada tahun depan China akan mampu membuat hingga lima unit kapal selam kelas Jin yang masing-masing berkapasitas 12 peluru kendali balistik nuklir antar benua. (dn/ab/pv) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon