"Diplomat Norwegia, Kai Eide, telah menyampaikan komentar yang melebihi norma-norma internasional dan wewenangnya sebagai seorang perwakilan dari organisasi yang bersifat netral," kata pihak Kementerian dalam sebuah pernyataan.
Pemerintahan Presiden Hamid Karzai menunjukkan indikasi untuk menolak cara-cara yang diberikan oleh komunitas internasional mengenai cara penanganan korupsi atau penguasa regional yang seringkali memiliki kekuasaan yang lebih besar dari pemerintah resmi.
Sejumlah tokoh internasional, termasuk Presiden Barak Obama dan Perdana Menteri Gordon Brown, telah menyerukan kepada pemerintah Afghanistan untuk mengambil langkah kongkrit dalam membersihkan pemerintahannya menyusul sebuah pemilihan presiden yang sarat diwarnai oleh penipuan.
Proses pemilihan tersebut membutuhkan waktu dua setengah bulan sebelum benar-benar selesai, karena masalah kotak suara dan ketidakbersediaan Karzai serta para petugas yang ditunjuknya untuk menerima hasil yang akan memaksanya untuk melakukan pemilihan putaran kedua. Pemilihan putaran kedua dibatalkan setelah penantang utamanya, Abdullah Abdullah, mengundurkan diri.
Pada hari Kamis, Eide memperingatkan bahwa pemerintah Afghanistan tidak seharusnya bermimpi untuk mendapatkan dukungan dana dan pasukan internasional jika terus melakukan korupsi dan menyambut para penguasa daerah dalam tubuh pemerintah.
"Para pasukan benar-benar memperhatikan dengan seksama, dan lebih teliti lagi dibandingkan sebelumnya, terhadap apa yang terjadi dan hal itu akan menentukan suasana hati publik pada saat-saat kritis ini. Dan hal itu adalah faktor persyaratan yang tidak dapat diabaikan oleh pemerintah," tambahnya.
"Seluruh jajaran pensehat dan menteri Karzai harus terdiri dari orang-orang yang kompeten dan berorientasi pada reformasi yang mampu menerapkan agenda reformasi," kata Eide.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengecam komentar tersebut dan menyatakannya sebagai sebuah tindakan campur tangan terhadap kedaulatan nasional.
"Dalam beberapa minggu terakhir, ada sejumlah lingkaran diplomatik dan agen propaganda negara asing tertentu yang telah mengintervensi urusan dalam negeri Afghanistan dengan memberikan instruksi yang berkaitan dengan komposisi organ pemerintahan Afghanistan dan kebijakan pemerintahan," bunyi pernyataan tersebut. "Instruksi semacam itu telah melanggar rasa hormat terhadap kedaulatan Afghanistan."
Dalam pidato pertamanya setelah dinyatakan keluar sebagai pemenang pemilihan presiden Afghanistan, Karzai mengatakan bahwa dirinya akan berupaya untuk menghapuskan korupsi, namun ia tidak memberikan rincian secara spesifik.
Eide menjabarkan ucapannya dengan lebih terperinci, ia mengatakan bahwa para pejabat pemerintahan seharusnya disaring, bukan hanya hubungan terhadap kelompok bersenjata ilegal, namun juga terhadap para kriminal atau penjualan obat-obatan terlarang. Rival Karzai dalam pemilihan berulangkali membantah tudingan bahwa dirinya terlibat penyelundupan obat terlarang.
Juru bicara Karzai, Humayun Hamidzada, yang segera memberikan respon setelah Eide berbicara, mengatakan bahwa presiden berencana untuk memerangi korupsi, namun belum memiliki rencana yang rinci. Mengenai masalah preman penguasa daerah, Hamidzada mengatakan bahwa Karzai telah memperkuat Afghanistan dengan menyertakan lawan-lawannya dalam pemerintahan bentukannya. Dia tidak menyinggung mengenai pernyataan Eide dan tidak menyatakannya keluar jalur.
Komentar Eide tersebut merupakan satu dari sekian banyak celaan terhadap Karzai yang diterima presiden Afghanistan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Dalam sebuah panggilan telepon pada tanggal 2 November lalu untuk memberikan selamat kepada Karzai, Obama menasehati pemimpin Afghanistan tersebut bahwa setiap keinginan reformasi haruslah didukung oleh tindakan nyata. "Yang menjadi bukti bukanlah kata-kata, namun perbuatan," kata Obama.
Satu hari kemudian, Perdana Menteri Gordon Brown mengatakan bahwa Karzai harus memperjelas bahwa dirinya akan melakukan tindakan secepat mungkin untuk mengatasi korupsi.
Duta besar AS untuk Afghanistan, Karl Eikenberry, mengatakan kepada para wartawan bahwa pemerintahan Karzai harus mulai menulis lembaran baru Afghanistan yang harus menyertakan upaya yang lebih serius untuk mengenyahkan korupsi. (dn/ap) www.suaramedia.com














