Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton, dan Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle, setelah mengadakan pembicaraan di ibukota Jerman mengatakan kepada para wartawan bahwa tambahan bantuan militer dan sipil di Afghanistan akan bergantung pada peningkatan kualitas yang dilakukan oleh Karzai terhadap pemerintahannya.
"Segala bentuk komitmen harus dipenuhi dengan sebuah komitmen yang lebih besar atas nama pemerintahan Presiden Karzai untuk menyampaikan layanan pemerintah kepada rakyat Afghanistan, untuk memulai upaya untuk mengenyahkan korupsi, untuk memiliki pertanggungjawaban dan transparansi yang lebih besar dalam cara menggerakkan roda pemerintahan," kata Clinton.
"Kami jelas akan mengharapkan lebih banyak dari pemerintahan Afghanistan," kata Clinton. Dia menambahkan bahwa AS dan para rekannya di Afghanistan akan menetapkan tolok ukur tertentu untuk dipenuhi oleh pemerintah Afghanistan.
"Kami akan mempresentasikan kepada pemerintah Afghanistan dan Presiden Karzai mengenai sebuah pengharapan dan langkah pertanggungjawaban yang jelas, sehingga tidak akan ada keraguan mengenai apa yang kami harapkan dari hubungan ini," kata Clinton.
"Segala bentuk komitmen dari pemerintah dan rakyat AS, Jerman dan lainnya yang telah bergabung dengan kami, baik melalui NATO maupun pasukan internasional, harus disambut dengan komitmen yang lebih besar dari pemerintah Presiden Karzai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Afghanistan, untuk memulai upaya memerangi korupsi dan lebih bertanggungjawab," kata Clinton.
Berbicara atas nama pemerintah Jerman, Westerwelle berkata: "Penting untuk membuat pemerintah Afghanistan, untuk membuat presiden Karzai menyadari bahwa sebuah pemerintahan yang baik haruslah menjadi landasan utama."
"Kami ingin memastikan bahwa perkembangan yang baik dan damai dapat terjadi di Afghanistan, dan sebagai gantinya, kami mengharapkan pemerintah Afghanistan untuk memberikan kontribusinya terhadap tujuan ini," katanya.
"Kami juga ingin memastikan bahwa Afghanistan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dalam hal keamanan. Dan jika kami menginginkannya, maka kami harus memastikan bahwa Afghanistan memiliki infrastruktur keamanannya sendiri, dan bahwa sistemnya ada di sana dan kami ingin membantu membangunnya," tambah Westerwelle. "Ini adalah sebuah kontribusi penting yang dapat kami berikan. Kami telah membahas hal ini, dan hal ini sejalan dengan pernyataan pribadi saya dan kebijakan pemerintah (Jerman) yang baru," kata Westerwelle.
Clinton dan Westerwelle bertemu pada peringatan 20 tahun runtuhnya tembok Berlin. Clinton berada di kota Berlin guna memimpin delegasi AS untuk menghadiri upacara peringatan, yang menurut Clinton adalah sebuah "keharusan untuk bertindak" terhadap tantangan baru dan bukan hanya mengingat masa lalu.
Salah satu hal yang menjadi tantangan baru adalah masalah Iran, yang mengacuhkan tuntutan internasional untuk membuktikan bahwa program nuklirnya bertujuan damai, dan telah sejak bulan lalu tidak mencapai kemajuan dalam menerima tawaran Barat yang menginginkan pengiriman uranium Iran ke luar negeri untuk diproses dan diperkaya dan dipergunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Setelah pertemuan tersebut, Clinton dan Westerwelle memperbaharui peringatan mereka terhadap Iran dan akan menjatuhkan sanksi tambahan, kecuali Iran menghapuskan aktivitas nuklirnya dan menerima proposal uranium dari Barat.
Akan tetapi, mereka juga memberikan isyarat bahwa meski ada ketidaksabaran mengenai kesepakatan nuklir, yang pertama kali dipresentasikan pada awal bulan Oktober, masih ada waktu bagi Iran untuk menghindari hukuman tersebut.
"Karena kami masih belum mendapatkan tanggapan resmi dari Iran, maka mengambil langkah lebih lanjut adalah sebuah hal yang terlalu dini," kata Clinton, ia menambahkan bahwa upaya-upaya telah dilakukan untuk meyakinkan Iran agar bersedia menerima dan menghindari kemungkinan sanksi yang lebih lanjut.
"Meski masih terlalu prematur untuk berspekulasi, pada titik ini, saya rasa Iran menyadari betul bahwa proses yang terjadi saat ini adalah proses dua jalur, dan kami terus mendesak mereka untuk bekerjasama dengan kami pada jalur diplomasi dan hubungan," katanya.
Westerwelle sepakat, "Kami menginginkan adanya dialog dan kami ingin mencapai solusi diplomatis," katanya. "Kami juga tahu bahwa dialog dan kerjasama adalah hal yang paling penting. Akan tetapi, Iran juga harus tahu bahwa kesabaran kami dan komunitas internasional ada batasnya." (dn/ap/gs) www.suaramedia.com














