Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Campuri Urusan Dalam Negeri, AS Dikecam Afghanistan

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) – Menteri Luar Negeri Afghanistan, Rangin Dadfar Spanta, melontarkan kritikan pedas Barat yang terus menerus turut campur dalam urusan internal Afghanistan.

Dalam sebuah konferensi pers di Kabul pada hari Selasa setempat (14/6), Spanta mengatakan bahwa keterlibatan tidak perlu yang dilakukan oleh AS dan Eropa dalam proses pembentukan kabinet baru Presiden Hamid Karzai hanya akan melukai perasaan rakyat Afghanistan.

"Ada standar ganda yang diterapkan dalam politik mereka," kata Spanta.

AS dan negara-negara Barat lainnya meresahkan peranan yang dilimpahkan Karzai kepada para penguasa daerah dalam kabinetnya, AS dan para sekutunya mengkhawatirkan mengenai apa saja yang dapat mereka lakukan di masa mendatang.

Karzai menunjuk Mohammad Qasim Fahim, seorang penguasa Tajik yang kuat, sebagai wakil presiden dalam kampanye pemilihan umum pada bulan Agustus silam.

Menteri Luar Negeri Afghanistan tersebut juga menuding tentara penjajah telah bekerjasama dengan sejumlah pembuat onar di Afghanistan.

"Mengatakan bahwa orang-orang yang kami pilih adalah orang baik dan orang-orang Hamid Karzai adalah orang yang tidak baik adalah sebuah politik yang berbahaya," kata Spanta seperti dikutip oleh agen pemberitaan DPA.

Para pejabat AS dan Inggris seringkali menggelar pembicaraan rahasia dengan para pedagang obat-obatan terlarang di Afghanistan sejak pendudukan negara tersebut dimulai pada tahun 2001 lalu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Swedia, Carl Bildt, yang datang berkunjung ke Afghanistan, pada hari Selasa mengatakan bahwa Uni Eropa akan mendukung pemerintahan baru Afghanistan untuk memerangi korupsi dan menghadirkan stabilitas di negara yang dikoyak perang tersebut.

"Kami telah membahas akses terhadap permulaan baru di bidang perkembangan ekonomi, dalam hal pemerintahan dan korupsi," katanya.

Bildt menyampaikan hal tersebut setelah menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan, Rangin Dadfar Spanta, dan bertukar pandangan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan bersama, termasuk situasi di Afghanistan.

"Saya akan mengajukan rencana untuk Afghanistan, dimana Uni Eropa telah mengambil keputusan dan ingin menjadikan hubungan kami lebih kuat dan efisien, dan mendukung perkembangan Afghanistan dengan cara yang berbeda," kata Bildt dalam sebuah konferensi pers gabungan dengan menteri luar negeri Afghanistan di ibukota Kabul.

"Kami ingin menciptakan permulaan baru dan kami ingin terlibat dalam permulaan baru untuk Afghanistan dan kerjasama komunitas internasional dengan Afghanistan," kata diplomat tertinggi Swedia tersebut.

Pemerintahan baru Afghanistan dibawah kendali Presiden Hamid Karzai akan dibentuk dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Menteri Swedia tersebut juga mengatakan bahwa untuk membangun perdamaian dan menciptakan negara yang stabil, Afghanistan membutuhkan pemerintahan yang bertanggungjawab pada rakyat dan tidak korup.

Sebelumnya, Presiden Obama dan para pemimpin Barat menyerukan kepada Presiden Karzai untuk memberantas para pejabat korup dan memberantas korupsi pada pemerintahan barunya.

Lebih dari 500 orang prajurit Swedia ditugaskan di Afghanistan dalam kerangka Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan NATO (ISAF) untuk membantu menjaga stabilitas keamanan di negara tersebut. (dn/pv/xh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon