Kamis, 23 Mei 2013

Headlines:

Gelar Presiden Pasifik Pertama, Modal Utama Obama Jilat Asia

E-mail Cetak PDF
TOKYO (Berita SuaraMedia) – Dalam upayanya untuk mencoba meyakinkan para sekutu dan rivalnya, Presiden Barack Obama pada hari Sabtu (14/11) menyebut dirinya sebagai sebagai "Presiden Pasifik pertama yang dimiliki AS," ia juga menjanjikan kepada negara-negara Asia untuk mengadakan era kerjasama baru yang didasarkan pada kepentingan bersama dan rasa saling menghormati.

"AS tidak berusaha untuk mengekang China, demikian juga hubungan yang lebih dalam dengan China tidak akan memperlemah kerjasama bilateral (AS dan Jepang)," kata Obama dalam pidato pertamanya di empat negara Asia, yang akan berlanjut dari Jepang ke Singapura, China dan Korea Selatan.

"Sebaliknya, sebuah negara China yang kuat dan makmur dapat menjadi sumber kekuatan bagi komunitas negara-negara lain," tambahnya. "Oleh karena itu, di Beijing dan tempat-tempat lainnya, kami akan berupaya untuk memperdalam dialog strategis dan ekonomi, dan meningkatkan komunikasi antar militer."

Gedung Putih ingin mengkomunikasikan upaya AS untuk membangkitkan kembali hubungan dengan Asia, dan pidato tersebut dirancang untuk memberikan semacam penawan kepada Asia. Mirip dengan upaya merangkul dunia Arab dalam pidato Obama di Kairo.

Kepada pada hadirin di Jepang, Obama mengatkan bahwa dirinya memulai perjalanan ke negeri matahari terbit tersebut karena merasa memiliki persamaan nilai, "Sama-sama meyakini hak demokratis dari rakyat untuk memilih sendiri pemimpinnya dan menyadari sendiri mimpi-mimpi mereka, sebuah keyakinan yang memungkinkan Perdana Menteri Hatoyama, dan saya sendiri, terpilih atas janji perubahan."

"Sejak mulai menjabat, saya telah berupaya untuk memperbaharui kepemimpinan AS dan sebuah era kerjasama baru dengan dunia yang berdasarkan pada  kepentingan bersama dan rasa saling menghormati," kata Obama. "Dan upaya yang kami laukan di Asia Pasifik akan berakar persekutuan yang kokoh antara AS dan Jepang."

Obama juga menyinggung-nyinggung mengenai masa kecilnya di daerah Asia. "Ketika saya masih kecil," kata Obama. "Ibu saya pernah membawa saya ke Kamakura, ketika saya melihat ke atas, pada simbol perdamaian dan ketenteraman, Amida Buddha yang terbuat dari perunggu. Sebagai seorang anak kecil, perhatian saya waktu itu lebih banyak tercurah kepada es krim di genggaman saya, namun saya tidak pernah melupakan kehangatan dan keramahan dari orang-orang Jepang terhadap warga AS yang berada jauh dari rumah."

Obama tampil di hadapan para hadirin di aula konser Suntory Hall. Sebelum Obama berpidato, tampil sebuah orkes Jepang yang memainkan musik Mozart dan Hadyn.

"Sejak saat-saat pertama saya menjabat, kami telah bekerja untuk memperkuat tali yang mengikat AS dan Jepang, dan untuk pertama kalinya dalam waktu hampir lima puluh tahun, kunjungan luar negeri pertama dari Menteri Luar Negeri Hillary Clinton adalah ke kawasan Asia, bermula dari Jepang," imbuh Obama.

 Obama menarik kesimpulan dengan mendeklarasikan "saat-saat pembaharuan".

"Sama sekali tidak ada keraguan," kata Obama. "Sebagai seorang Presiden Pasifik pertama yang dimiliki AS, maka saya berjanji di hadapan Anda semua bahwa negara Pasifik yang satu ini (Jepang) akan memperkuat dan mempertahankan kepemimpinan kami di kawasan Asia, yang menjadi bagian penting dari dunia."

Menyinggung masa kecilnya di Hawaii dan Indonesia, Obama juga mengatakan bahwa komitmen Washington di kawasan Asia "tidak tergoyahkan."

Meski berbicara hangat mengenai hubungan dengan Beijing, sehari sebelum melakukan kunjungan pertama ke China, Obama memperingatkan bahwa dirinya tidak akan mengabaikan kekhawatiran mengenai isu hak asasi manusia dengan China, namun ia akan melakukan hal tersebut tanpa "kebencian".

Akan tetapi, Obama tidak menyebutkan secara spesifik mengenai isu Tibet, titengah klaim dari para kritikus bahwa Obama memang sengaja menghindari pertemuan dengan pemimpin spiritual Tibet, dalai Lama, di Washington, agar tidak membuat marah para pemimpin China.

Sejumlah kritikus di AS dan di luar negeri menuding Obama telah dengan sengaja mengabaikan isu hak asasi manusia demi mendapatkan kerjasama Beijing dalam isu Korea Utara dan Iran.

Banyak pengamat di Asia meyakini bahwa  terjerumusnya AS dalam perang berdarah di Afghanistan dan Irak telah memaksa AS untuk melirik Asia untuk merengkuh peranan regional yang lebih kuat.

"Meski para pasukan AS terlibat dalam dua peperangan di dunia, komitmen kami terhadap keamanan Jepang dan Asia benar-benar tidak tergoyahkan," kata Obama, yang berbicara di hadapan latar belakang berupa bendera AS dan Jepang. (dn/po/af) www.suaramedia.com

Click Video
{seyret player="on" id="1340"}

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon