Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Clinton: Demokrasi Myanmar Sia-Sia Tanpa Junta

E-mail Cetak PDF
MANILA (Berita SuaraMedia) – Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, pada hari Jumat mengatakan bahwa rencana pemilihan umum di Myanmar tahun depan tidak akan dinilai sah, kecuali jika junta militer Myanmar bersedia menggelar dialog dengan kelompok oposisi dan etnis minoritas.

Clinton berbicara kepada VOA di Manila sebelum nantinya bergabung dengan Presiden Obama di Singapura dalam pertemuan multilateral yang bisa saja membahas interaksi AS dengan para pemimpin negara yang dulu bernama Burma tersebut.

Hillary Clinton mengatakan bahwa dirinya memang tidak berharap untuk menciptakan terobosan dalam pertemuan antara AS dan Myanmar pada awal pekan depan di Singapura, seperti misalnya meringankan pembatasan pada pemimpin demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Namun, Clinton masih mengharapkan ada perubahan dalam jangka panjang di Myanmar, berdasarkan pada sambutan yang diberikan kepada dua orang diplomat senior AS yang berkunjung ke Myanmar pada pekan lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan VOA, Menteri Luar Negeri AS tersebut mengatakan bahwa para utusan AS bukan hanya bertemu dengan para pejabat pemerintahan Myanmar, namu juga para tokoh oposisi, termasuk pertemuan terbatas dengan pemimpin Partai Liga Demokrasi Nasional.

"Pertemuan tersebut sangat terbuka dan kami bebas bertukar pikiran dengan mereka. Yang kedua, fakta bahwa pertemuan kami selam dua jam dengan Aung San Suu Kyi tidak diawasi, tidak seperti sebelumnya. Hal tersebut tidak biasa dan cukup membantu karena para diplomat kami bisa bertemu dengan perwakilan politisi oposisi dan kelompok etnis. Pertemuan tersebut lebih terbuka dibandingkan dengan yang kami dengar dari laporan orang-orang yang telah pergi ke sana," kata Clinton.

Clinton akan bergabung dengan Presiden Barack Obama untuk menghadiri KTT APEC, forum kerjasama ekonomi Asia Pasifik. Selain itu, akan ada pertemuan antara Obama dan para pemimpin sepuluh negara ASEAN, termasuk Myanmar.

Secara terpisah, tidak ada pertemuan antara AS dan Myanmar yang diagendakan. Namun, baik Presiden Obama maupun Hillary Clinton mengatakan bahwa mereka mungkin saja berinteraksi dengan Perdana Menteri Myanmar, Thein Sein.

Kepada VOA, Clinton mengatakan, jika dirinya memiliki agenda pertemuan dengan pemimpin Myanmar, dirinya akan menekan pemimpin Myanamr untuk memperbolehkan proses pemilihan secara terbuka.

"Saya pastinya akan menegaskan kembali pesan yang juga diusung oleh dua orang diplomat kami, Asisten Menteri (untuk urusan Asia Timur) Kurt Campbell dan Deputi Asisten Menteri Scott Marciel, di Myanmar. Menggarisbawahi kesediaan AS untuk menjalin hubungan dengan Myanmar, namun juga menyadari bahwa pemilihan umum yang digelar pemerintah tidak akan sah kecuali mereka berdialog dengan rakyat Burma (Myanmar) dan menciptakan atmosfir pemilihan yang bebas, adil dan kredibel," katanya.

Clinton mengatakan bahwa AS belum berniat untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Myanmar, termasuk pelarangan perdagangan secara hampir menyeluruh, tanpa ada langkah besar untuk menuju reformasi, termasuk dengan membebaskan Aung San Suu Kyi.

Pada hari Jumat, dalam sebuah pertemuan balai kota dengan para pelajar dan wartawan Filipina, Clinton mengatakan bahwa dirinya meragukan adanya pengumuman besar oleh para pejabat Myanmar, seperti peringanan pembatasan terhadap pemimpin oposisi Myanmar yang ditahan, dalam pertemuan di Singapura.

Menurut Clinton, tidak diragukan lagi bahwa junta militer Myanmar, yang telah bercokol di pemerintahan Myanmar sejak tahun 1962, memang berada pada "sisi sejarah yang salah", namun ia menambahkan bahwa perubahan terhadap negara tersebut dapat menjadi sebuah proses yang lambat dan memakan waktu bertahun-tahun.

Aung San Suu Kyi telah berada dalam berbagai bentuk penahanan sejak tahun 1990, ketika partai Liga Demokrasi Nasional pimpinannya memenangkan pemilihan nasional, namun tidak diperkenankan untuk mendapatkan kekuasaan.

Para pejabat senior AS mengatakan bahwa penahanan peraih Nobel Perdamaian tersebut menginformasikan kepada mereka bahwa Suu Kyi mendukung upaya pemerintah Obama untuk berdialog dengan junta militer dan memobilisasi tekanan regional untuk mendapatkan proses pemilihan umum yang bebas. (dn/va) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon