Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, merespon sebuah surat dari Presiden AS Barack Obama yang dikirimkan kepada Presiden Asif Ali Zardari. Dalam surat tersebut, Obama menerintahkan Islamabad untuk berbuat lebih dalam memerangi kelompok militan, demikian dilaporkan oleh Voice of America.
Dalam surat tersebut, Obama juga menawarkan serangkaian "insentif baru" kepada Pakistan atas kerjasama mereka, termasuk berbagi data intelijen terbaru dan juga kerjasama militer, demikian dilaporkan oleh the Times.
"Komunitas internasional sudah mengetahui pengorbanan Pakistan dalam perang melawan terorisme," kata Qureshi.
Harian New York Times mengutip ucapan seorang pejabat AS. Dilaporkan bahwa Jenderal James L. Jones, penasehat keamanan nasional Obama, membawa surat tersebut dalam pejalanan ke Pakistan pada hari jumat lalu. Dimana presiden AS mendesak upaya militer yang lebih luas dari Pakistan untuk menyerang para gerilyawan Islam.
Pejabat tersebut berkata bahwa Jones dikirimkan ke Islamabad untuk meminta pemerintah Pakistan agar menyerangi sarang kelompok Taliban dan Al-Qaeda di negara tersebut guna mengganggu aktivitas para gerilyawan di negara tetangga Afghanistan.
Campur tangan pemerintah Pakistan secara lebih mendalam akan menjadi kunci bagi strategi AS di Afghanistan, yang akan segera diumumkan oleh Obama.
Pakistan banyak menerima pujian dari AS dan para sekutunya atas kampanye serangan di Waziristan Selatan yang dilancarkan sejak tanggal 17 Oktober, namun para pejabat pemerintahan Pakistan didesak untuk melebarkan serangan ke Waziristan Utara, yang diyakini juga menjadi sarang gerilyawan.
Pemerintah Obama meningkatkan tekanan terhadap Pakistan untuk meningkatkan serangan terhadap para gerilyawan Taliban yang ada di negara tersebut.
Ada kekhawatiran dalam tubuh pemerintahan Obama, bahwa pengiriman lebih banyak pasukan ke Afghanistan hanya akan mendorong banyak anggota Taliban masuk ke Pakistan.
Presiden AS Barack Obama dalam waktu dekat diperkirakan akan mengumumkan strategi perang Afghanistan, yang telah berada di bawah penjajahan Barat selama delapan tahun.
Qureshi mengatakan bahwa Pakistan sering berkonsultasi dengan para pejabat senior AS mengenai kebijakan Afghanistan, demikian dilaporkan oleh VOA.
Serangan di kawasan barat laut yang dilancarkan sekitar 30.000 tentara Pakistan menekan markas Taliban di dekat perbatasan Pakistan dengan Afghanistan, yang diduduki oleh 100.000 orang pasukan AS dan NATO.
Pakistan mengirimkan 30.000 orang pasukan ke Waziristan Selatan pada tanggal 17 Oktober dalam sebuah operasi militer yang didukung penuh oleh AS. (dn/up/wb) www.suaramedia.com













