Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Perangi Racun, Komunis China Pantau Muslim Uighur

E-mail Cetak PDF

MUNICH (Berita SuaraMedia) – Pada hari Selasa pagi, para petugas dari Kantor Polisi Federal Jerman dan kepolisian Bavaria menggeledah rumah empat warga negara China di area Munich, SPIEGEL ONLINE melaporkan. Mereka dicurigai menjadi agen intelijen bagi pemerintah China untuk mematai-matai komunitas ekspatriat Uighur di Munich.

Beberapa ratus Uighur tinggal dalam pengasingan di Munich, dan banyak dari mereka yang aktif secara politik. Munich memiliki salah satu komunitas terasing Uighur paling besar di dunia dan Kongres Uighur Dunia juga berbasis di sana. Pemerintah Beijing tertarik pada segala sesuatu yang dipikirkan, dibicarakan, dan direncanakan orang-orang Uighur. Mereka adalah salah satu dari "lima racun" yang diperangi oleh pemerintah komunis.

Kantor Jaksa Penuntut Federal telah menemukan bahwa pemerintah China merekrut sejumlah informan untuk memata-matai komunitas Uighur Munich. Pihak investigator meyakini bahwa sekelompok agen itu dikontrol dari dalam konsulat Munich oleh seorang konsul yang sedang diawasi melakukan  pertemuan konspiratif dengan agen-agen tersebut. Konsul itu sendiri memiliki kekebalan diplomatik dari pengadilan di Jerman namun jaksa penuntut menyelidiki empat informannya.

Investigasi itu menambah ketegangan hubungan antara China dan Jerman. Aktivitas mata-mata di Munich dikoordinasikan dengan Beijing, di mana konsul tersebut melaporkan langsung ke tanah airnya. Pemerintah China mengikuti setiap langkah yang diambil oleh pemerintah Jerman.

Langkah tegas yang diambil oleh Jerman ini adalah sesuatu yang baru. Tahun lalu, Kantor Penuntut Umum Federal membuat sebuah prosedur di mana semua bukti terkait aktivitas mata-mata China dibandingkan, namun hingga hari Selasa, tidak ada penggeledahan maupun penahanan yang dilakukan. Para petugas sangat membatasi diri untuk mengawasi perilaku tak bersahabat pemerintah China dan ketertarikan ekstrem yang ditunjukkan oleh staf konsulat terhadap komunitas Uighur Munich.

Dua tahun lalu, diplomat China, Ji Wumin, yang juga tinggal di Munich, harus meninggalkan negara itu setelah penyelidik melihatnya bertemu dengan agen mata-mata yang memberikannya informasi mengenai komunitas Uighur. Ji pergi sebelum ia dikeluarkan.

Kasus Ji tetap menjadi sumber ketegangan dalam hubungan diplomatik antara China dan Jerman. Beijing ingin mengirim Ji kembali ke Munich, namun Berlin khawatir ia hanya akan mengulangi aktivitas mata-matanya. Bagaimanapun, penggeledahan di hari Selasa itu membuat kembalinya JI menjadi tidak mungkin lagi. Konsul yang kini berada dalam investigasi adalah penerus Ji.

Awal Juni lalu, kepolisian Swedia menahan Babur Mehsut, seorang Uighur yang berada dalam pengasingan dan telah dinaturalisasi menjadi warga negara Swedia. Menurut Tomas Lindstrand, ketua jaksa penuntut Kantor Jaksa Penuntut Internasional Swedia, kejahatan yang dilakuakn Mehsut termasuk "akuisisi dan distribusi informasi tentang individu-individu secara ilegal untuk keuntungan sebuah kekuasaan asing," dalam hal ini adalah China.

Lindstrand mengatakan bahwa kejahatan itu muncul mulai bulan Januari 2010 hingga Juni tahun ini di Swedia dan di luar negeri. Mehsut diketahui telah menghadiri pertemuan Kongres Uighur Dunia di Washington Mei ini.

Para analis dan orang-orang Uighur yang diasingkan mengatakan bahwa China memiliki sebuah jaringan intelijen yang bertujuan memonitor perkembangan diaspora Uighur dan berusaha memecah kelompok mereka.

Para ekspatriat Uighur dapat menerima "ancaman" bagi keluarganya yang masih tinggal di China, dengan pemerintah China yang "menginginkan mereka menghentikan perilaku yang disukai China, atau mendorong perilaku yang diinginkan pemerintah negara itu," ujar Gardner Bovingdon, pakar Eurasia Tengah di Universitas Indiana, Bloomington.

Sesaat setelah penahanan Mehsut, Swedia mengusir diplomat China. Beijing pun segera mengeluarkan diplomat Swedia sebagai balasannya.

Ketegangan antara China dan Swedia atas Uighur Swedia berawal pada bulan November 2007, ketika Adil Hakimjan, salah satu orang Uighur yang dipenjara di Guantanamo dibebaskan dan mencari suaka politik di Swedia. Menurut Lindstrand, Mehsut diduga mulai melakukan kegiatan mata-mata untuk China dua bulan setelah kedatangan Hakimjan, Januari 2010.

China menyebut Hakimjan seorang teroris, meskipun baik Swedia maupun AS mengatakan bahwa ia adalah seorang pengungsi yang tidak bersalah. Swedia pun memberikan suaka pada Hakimjan di bulan April. (rin/csm/tl/ie) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon