Dokumen dan senjata dari India di bawah penggunaan teroris telah ditemukan di Waziristan Selatan dan lebih banyak bukti sedang dikumpulkan, katanya ketika berpidato di hadapan media dalam Operasi gabungan Rah-e-Nijat pada hari Senin.
Menteri Informasi dan Penyiaran Qamar Zaman Kaira, Sekretaris Informasi Mansoor Suhail dan Principal Information Officer Ch. Ahmed Rashid juga hadir.
"Kami telah mengirimkan semua yang membuktikan keterlibatan India ke Departemen Luar Negeri untuk seterusnya dipresentasikan di forum yang tepat," katanya.
Tentang Operasi itu, para kepala ISPR mengatakan bahwa tentara telah mengambil kontrol penuh Kanigurram, salah satu kota terbesar di Waziristan Selatan dan sebelumnya pusat utama operasional Taliban. Daerah Kanigurram telah sepenuhnya dibersihkan dari teroris, Mayor Jenderal Athar Abbas mengatakan.
Setelah pencarian dari rumah ke rumah, keseluruhan daerah telah dibersihkan dari ranjau dan IEDs (alat peledak improvisasi). "Kami telah mengamankan lima truk dengan banyak amunisi, senjata dan bahan peledak," ia menambahkan.
Sebuah update oleh ISPR pada Operasi Rah-e-Nijat mengatakan bahwa di Waziristan Selatan, dalam 24 jam terakhir, 12 teroris tewas, dengan 6 tentara terluka. Rincian operasi adalah sebagai berikut;
Pada Axis Jandola - Sararogha, pasukan keamanan memperluas perimeter keamanan mereka dan mendekat ke arah Sararogha.
Mortar Sporadis dan senjata ringan sedang diterima oleh aparat keamanan dari berbagai wilayah di kota. Selama baku tembak dengan teroris 4 teroris telah terbunuh, sementara 6 tentara terluka.
Pada Axis Shakai - Kaniguram, pencarian dari rumah ke rumah dan kliring terhadap kompleks kecil sedang dilaksanakan di kota Kunniguram. Seratus persen dari kota itu telah dibersihkan dan diamankan. Selama operasi pencarian sejumlah besar senjata dan amunisi dan bahan peledak telah ditemukan.
Aparat keamanan melakukan operasi pencarian di daerah Shin Sar dan Guru Sar dan mengamankan 1000 SMG.
Pada axis Razmak-Makeen, pasukan keamanan mengkonsolidasikan posisi mereka di punggung bukit di sepanjang jalan Razmak – Makeen.
Gudang besar berisi senjata dan amunisi telah ditemukan di berbagai pondok-pondok, gua-gua dan pekarangan. Aparat keamanan juga telah mengamankan 20 IED selama pembersihan oleh China.
Pasukan keamanan juga mengamankan Kam Narakai yang terletak 2 kilometer sebelah barat desa dan menemukan gudang besar berisi amunisi.
Sejak dimulainya Operasi Rah-e-Nijat pada 17 Oktober 2009 sampai saat ini, senjata, amunisi dan peralatan berikut telah dikumpulkan dari berbagai daerah sepanjang ketiga sumbu.
Dalam 24 jam terakhir, 22 tersangka telah ditangkap dari berbagai daerah di Swat dan 2 teroris telah secara sukarela menyerahkan diri.
Selama operasi pencarian di Piochar, sebuah terowongan telah ditemukan berisi dengan 20 APM ranjau, 2 kilogram bahan peledak, 4 botol bahan kimia cair, 250 gram bubuk pistol, 2 ranjau dan 1 kotak detonator.
Selama operasi pencarian di Muraday 7 kilometer timur laut Piochar ditemukan, 7 SMG, 1x senapan G-3, 1 xsenapan 7 mm, 2 303 mm dan senapan banyak amunisi dari berbagai kaliber.
Selama operasi pencarian di Sahdarra, 1 km utara Roringar, 42 SMG dengan 1200 selongsong dan 41 senapan 7 mm telah disita.
Selama operasi pencarian di Derai dekat Kanju, 1 teroris ditahan dan menemukan item-item berikut:
3 silinder ledak, 1 IED, 11 x putaran dari 130 mm termasuk 3 siap IED, 30 kilogram peledak, 30 kilogram kimia, 20 x roket dari RPG-7, 21 x granat, 2 x putaran dari 60 mm mortir, dan 800 butir peluru dari Kalashnikov. (iw/pt) www.suaramedia.com














