Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Bekas Mata-Mata Israel Hasut Australia-AS Untuk Hadapi Iran

E-mail Cetak PDF
SYDNEY (Berita SuaraMedia) – Perang berkepanjangan yang berlangsung di Afghanistan tidak boleh mengalihkan perhatian Australia dan AS terhadap ancaman dari ambisi nuklir Iran. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pakar masalah keamanan Israel yang terkemuka.

Avi Dichter, mantan kepala dinas intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, yang sekaligus merupakan tokoh terkemuka di partai oposisi Israel, Kadima, mengatakan bahwa Barat tidak lagi bisa mengabaikan sikap Iran yang mengacuhkan "upaya internasional" untuk menghentikan program nuklirnya.

"Saya rasa, AS memiliki skala prioritas, dan Iran tidak berada pada peringkat teratas dalam skala tersebut," kata Dichter.

"Menurut saya, ancaman dari Iran harus dipertimbangkan kembali dan (jika perlu) dinaikkan peringkatnya dalam skala prioritas AS."

Ucapan Dichter, yang banyak digadang-gadang sebagai calon perdana menteri Israel di masa mendatang, ditujukan terhadap warga Australia, sesaat sebelum ia bertemu dengan Kevin Rudd dalam Forum Kepemimpinan Australia-Israel yang berlangsung di Sydney.

Mantan menteri keamanan dalam negeri dan kepala Shin Bet dari tahun 2000 hingga 2005 tersebut mengatakan bahwa ancaman yang diperlihatkan oleh Iran – jika mampu mendapatkan senjata nuklir – adalah sebuah hal yang relevan dengan kepentingan nasional Australia.

"Iran adalah sebuah ancaman global," kata Dichter. "Sebuah ancaman seperti Iran, tak ubahnya sebuah penyakit. Anda tahu kapan penyakit itu berawal, namun Anda tidak akan pernah tahu kapan penyakit itu akan berujung."

Dia mengatakan bahwa Australia telah menunjukkan sikapnya sebagai sebuah negara yang bersedia untuk memerangi "terorisme". Ia menambahkan bahwa mengenai isu Iran, adalah sebuah hal yang penting agar suara Australia didengar oleh forum internasional.

Minggu ini, Iran mendapatkan kecaman karena melanjutkan program nuklirnya, dengan mengumumkan rencana untuk membangun 10 fasilitas pengayaan uranium.

Teheran tetap pada pendiriannya dan mengatakan bahwa fasilitas pengayaan uranium tersebut hanya akan dipergunakan untuk tujuan-tujuan damai, namun intelijen Barat meyakini bahwa fasilitas tersebut akan dipergunakan untuk membantu program senjata nuklir Iran.

Pengumuman Iran tersebut dipandang oleh Israel dan Barat sebagai sebuah hal yang provokatif. Pengumuman tersebut membuat salah satu negara sekutu Iran, Rusia, mendeklarasikan kesiapannya untuk mendukung penjatuhan sanksi terhadap program nuklir Iran.

Dichter mengatakan bahwa apa yang diperbuat Iran sama sekali bukanlah hal yang mengejutkan. "Hal itu tidak mengejutkan, karena jika kita mengharapkan mereka untuk melakukan hal yang rasional, maka kita semua salah besar."

"Seluruh lembaga intelijen tahu benar bahwa Iran memang berkeinginan memiliki bom nuklir," tambahnya.

"(Senjata nuklir Iran) bukanlah pertanyaan jika, namun pertanyaan kapan. Mungkin saja terjadi dalam waktu dua tahun atau lima tahun."

Dichter bersikap biasa saja ketika ditanya mengenai kemungkinan Israel, yang menyebut ambisi nuklir Iran sebagai sebuah ancaman langsung, untuk melakukan serangan militer sepihak terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa segalanya bergantung kepada AS untuk mengambil inisiatif dan menjadi pemimpin dalam upaya internasional untuk berhadapan dengan Iran dalam hal isu nuklir.

"Hal itu seharusnya menjadi peranan negara superpower, dan Israel bukanlah negara superpower," katanya.

Dichter mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh kampanye militer Barat di Afghanistan dan Pakistan, namun ia memperingatkan bahwa hal tersebut tidak boleh membutakan Barat akan pentingnya penanganan masalah nuklir Iran.

Tahun 2008 silam, Dichter juga mengklaim bahwa Iran diyakini memiliki peluru kendali nuklir yang mampu menjangkau seluruh kawasan Timur Tengah, bahkan hingga ke Eropa.

Menurut Dichter, Iran bertujuan untuk menjadi negara Muslim superpower pertama, dengan jangkauan senjata yang mampu mencapai Israel, Mesir, Libya, Arab Saudi dan Yunani serta Eropa tenggara. (dn/ta/pv) www.suaramedia.com

 

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon