Avi Dichter, mantan kepala dinas intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, yang sekaligus merupakan tokoh terkemuka di partai oposisi Israel, Kadima, mengatakan bahwa Barat tidak lagi bisa mengabaikan sikap Iran yang mengacuhkan "upaya internasional" untuk menghentikan program nuklirnya.
"Saya rasa, AS memiliki skala prioritas, dan
"Menurut saya, ancaman dari
Ucapan Dichter, yang banyak digadang-gadang sebagai calon perdana menteri Israel di masa mendatang, ditujukan terhadap warga Australia, sesaat sebelum ia bertemu dengan Kevin Rudd dalam Forum Kepemimpinan Australia-Israel yang berlangsung di Sydney.
Mantan menteri keamanan dalam negeri dan kepala Shin Bet dari tahun 2000 hingga 2005 tersebut mengatakan bahwa ancaman yang diperlihatkan oleh Iran – jika mampu mendapatkan senjata nuklir – adalah sebuah hal yang relevan dengan kepentingan nasional Australia.
"
Dia mengatakan bahwa
Minggu ini, Iran mendapatkan kecaman karena melanjutkan program nuklirnya, dengan mengumumkan rencana untuk membangun 10 fasilitas pengayaan uranium.
Teheran tetap pada pendiriannya dan mengatakan bahwa fasilitas pengayaan uranium tersebut hanya akan dipergunakan untuk tujuan-tujuan damai, namun intelijen Barat meyakini bahwa fasilitas tersebut akan dipergunakan untuk membantu program senjata nuklir
Pengumuman
Dichter mengatakan bahwa apa yang diperbuat
"Seluruh lembaga intelijen tahu benar bahwa
"(Senjata nuklir
Dichter bersikap biasa saja ketika ditanya mengenai kemungkinan
"Hal itu seharusnya menjadi peranan negara superpower, dan
Dichter mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh kampanye militer Barat di Afghanistan dan Pakistan, namun ia memperingatkan bahwa hal tersebut tidak boleh membutakan Barat akan pentingnya penanganan masalah nuklir Iran.
Tahun 2008 silam, Dichter juga mengklaim bahwa Iran diyakini memiliki peluru kendali nuklir yang mampu menjangkau seluruh kawasan Timur Tengah, bahkan hingga ke Eropa.
Menurut Dichter, Iran bertujuan untuk menjadi negara Muslim superpower pertama, dengan jangkauan senjata yang mampu mencapai Israel, Mesir, Libya, Arab Saudi dan Yunani serta Eropa tenggara. (dn/ta/pv) www.suaramedia.com
- Terima Informasi AS, Thailand Penggal Transfer Senjata Korea Utara
- Diskusi Jujur Satukan Perbedaan Korut – AS Terkait Nuklir
- Teror Udara Pakistan Melebar, Goa Pun Jadi Pangkalan Militer AS
- Dalai Lama: Obama Terlalu Dini Raih Penghargaan Nobel
- Pembelot Korut Bongkar Rahasia Bawah Tanah Kim Jong-il














