Rahasia tersebut diungkapkan Hwang Jang-Yop pada awal pekan ini dalam sebuah acara di Free North Korea Radio yang berbasis di Korea Selatan dan dijalankan oleh sekelompok pembelot. "Sekitar 300 meter bawah tanah kota Pyongyang, ada dunia bawah tanah tingkat dua, yang berbeda dari tingkat bawah tanah yang umumnya dipergunakan untuk stasiun kereta api."
Terowongan tersebut dibangun sepanjang 40 hingga 50 kilometer di sekitar Pyongyang, menghubungkan ibukota Korea Utara tersebut dengan Nampo dan Suncheon, kata Hwang.
Ia menambahkan bahwa terowongan tersebut terhubung dengan jaringan jalur kereta api bawah tanah dan dibangun untuk jalur keluar sekaligus tempat perlindungan bagi Kim Jong-il, keluarganya dan para pejabat tinggi.
"Kepala penjaga keamanan untuk pembangunan terowongan bawah tanah datang dan mengundang saya ke lokasi tersebut, kemudian meminta saya untuk menjadi penengah dalam perseteruan antara prajurit dengan mahasiswa," kata Hwang.
"Setelah saya turun ke bawah tanah, saya menemukan sebuah terowongan lain yang jauh lebih dalam," katanya. Dia menambahkan bahwa jumlah terowongan rahasia dan fasilitas bawah tanah di Pyongyang tidak terhitung. Hwang adalah mantan pimpinan Universitas Kim Il Sung.
Hwang menambahkan, dirinya melihat ada mata air yang jernih dan rerumputan hijau di sebuah terowongan yang menuju gunung Jamo di Suncheon, berjarak sekitar 40 kilometer dari Pyongyang. Terowongan lain berujung di Yeongwon, dekat gunung Myohyang, sekitar 50 kilometer dari Pyongyang.
Kim Il Sung, ayahanda Kim Jong-il, dilaporkan tengah tinggal di vilanya yang terletak di Yeongwon ketika ia menghembuskan nafas yang terakhir pada tahun 1994 silam.
Korea Utara memiliki tambang uranium raksasa di Suncheon, demikian menurut keterangan kementerian unifikasi Korea Selatan.
Ada pula terowongan lain yang menghubungkan pusat rekreasi gunung Cholbong di distrik Samsok di Pyongyang dengan pelabuhan Nampo, terowongan tersebut memungkinkan para petinggi negara untuk melarikan diri ke China dalam keadaan gawat darurat, katanya.
"Korea Utara mulai membangun jaringan terowongan tersebut sesaat setelah proses gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea," kata Hwang. "Terowongan-terowongan tersebut dibangun dengan begitu baiknya sehingga delegasi militer Uni Soviet yang datang berkunjung dibuat terkagum-kagum."
Pyongyang juga memiliki jalur bawah tanah sedalam 100 hingga 150 kilometer di bawah tanah yang dibuka pada tahun 1973. Lokasi tersebut dijadikan sebagai objek wisata untuk memancing ketertarikan para wisatawan asing, namun juga dapat diubah menjadi sebuah bunker bawah tanah raksasa di masa-masa perang.
Institut Analisis Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara memiliki sekitar 8.000 buah fasilitas militer bawah tanah.
Korea Utara juga membantu proses konstruksi terowongan bawah tanah di negara sekutunya, Myanmar. Hal itu terungkap beberapa waktu yang lalu.
Sebuah stasiun televisi yang dijalankan oleh orang-orang Myanmar yang diasingkan ke Norwegia berhasil mendapatkan foto-foto yang menarik. Dalam gambar tersebut, ditunjukkan pembangunan jaringan terowongan rahasia anti ledakan bom oleh junta militer penguasa Myanmar dibantu oleh sejumlah insinyur asal Korea Utara.
Foto-foto dan rekaman video menunjukkan adanya terowongan bawah tanah yang luas dan sangat besar, bahkan cukup untuk dilewati oleh kendaraan berat. Di dalam terowongan tersebut dilengkapi dengan fasilitas ventilasi untuk pergantian udara dan sebuah pembangkit listrik independen.
Sejumlah pejabat militer Myanmar dilaporkan telah ditahan sehubungan dengan bocornya foto-foto terowongan rahasia tersebut, demikian dikatakan oleh DVB. Pencopotan tersebut dilakukan seiring dengan penyelidikan pemerintah tentang penyebab bocornya proyek rahasia pemerintah tersebut.
Proyek pembangunan terowongan rahasia – yang oleh militer Myanmar diberi nama sandi "tempurung kura-kura" – tersebut, diyakini juga melibatkan Korea Utara, dikerjakan antara tahun 1996 dan 2006. (dn/ec/af/tg) www.suaramedia.com
- Perbaiki Hubungan Dengan Karzai, Gordon Brown Beri Kejutan
- Terima Informasi AS, Thailand Penggal Transfer Senjata Korea Utara
- Diskusi Jujur Satukan Perbedaan Korut – AS Terkait Nuklir
- Teror Udara Pakistan Melebar, Goa Pun Jadi Pangkalan Militer AS
- Dalai Lama: Obama Terlalu Dini Raih Penghargaan Nobel














