Dalai Lama juga memperingatkan presiden AS tersebut agar tidak terlalu banyak bergantung kepada para penasehatnya.
Pemimpin Tibet yang terasing tersebut memenangkan penghargaan Nobel 20 tahun yang lalu karena melakukan upaya damai untuk melawan belenggu cengkeraman China di Tibet.
Presiden Obama saat ini tengah berada di Norwegia untuk mengambil hadiah Nobelnya. Nobel Perdamaian tersebut diraih Obama secara kontroversial, karena Obama baru menjalani tahun pertamanya sebagai Presiden.
Sejumlah komentator melontarkan gurauan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada Obama karena ia "bukan George Bush".
Kepada Sky News, Dalai Lama mengatakan, "Menurut saya, jika Anda benar-benar realistis. (Penghargaan) itu mungkin agak terlalu dini, tapi itu tidak masalah, saya tahu Obama adalah orang yang berkemampuan tinggi."
"Terkadang orang-orang terlalu banyak bergantung pada berbagai nasehat berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Seperti mantan presiden Bush junior, sebagai seorang manusia, saya menyukainya, ia orang yang luar biasa, sangat jujur, sangat tulus.
"Namun, saya rasa, karena pandangan-pandangan dari para penasehatnya, beberapa kebijakannya telah menjelma menjadi bencana."
Pemimpin spiritual tersebut menggambarkan sosok Barack Obama sebagai seorang yang muda dan penuh energi.
"Saya rasa anugerah Nobel Perdamaian memberikan lebih banyak dorongan kepadanya, dan juga memberikan tanggung jawab moral yang lebih besar," katanya.
Presiden Obama menolak menemui Dalai Lama kala pemimpin spiritual Tibet tersebut melakukan kunjungan ke Washington, para pengamat mengatakan bahwa Obama tidak menemui Dalai Lama karena hal itu akan terasa aneh, mengingat presiden AS tersebut kala itu hendak bertolak ke China.
Namun pemimpin Tibet tersebut mengatakan bahwa dirinya berharap untuk dapat mengagendakan pertemuan dengan Obama dalam beberapa bulan mendatang.
Sambil memuji tujuan-tujuan presiden AS tersebut, Dalai Lama berkata: "Menurut saya, ia telah menyampaikan kekhawatiran mengenai senjata nuklir dalam bentuk pelarangan, sebuah pelarangan total senjata nuklir."
"Saya rasa, hal-hal ini amatlah penting. Obama mungkin tidak langsung menerapkannya dalam waktu beberapa tahun, namun ia memiliki pemikiran dan visi yang serius mengenai hal tersebut. Dan itu sangat penting."
Dalai Lama mengatakan bahwa dirinya amat optimis perundingan Kopenhagen akan menghasilkan sesuatu yang positif untuk melawan perubahan iklim.
"Saat ini, saya rasa, pada level pemerintahan, hal itu ditanggapi dengan lebih serius. Namun, terkadang mereka (para pemimpin negara) lebih mengutamakan kepentingan nasional mereka dibandingkan kepentingan global."
"Negara-negara besar tetap merupakan bagian dari bumi ini, jadi jika ada pemanasan global atau tragedi lain, maka mereka juga akan menerima dampaknya," kata Dalai Lama. "Jadi, masalah global adalah masalah kita bersama, tidak memandang besar atau kecilnya suatu negara."
"Tentu saja negara-negara besar, jika bersedia mengambil tindakan, saya rasa hal itu akan menjadi lebih erektif karena negara mereka besar."
Meski dikelilingi berbagai masalah dunia, Dalai Lama mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa tertekan. "Depresi itu tidak ada gunanya," katanya kepada Sky News.
"Lebih baik kita bersikap optimis dan melakukan berbagai upaya, tanpa perlu menyesali diri. Jika Anda terjerumus dalam depresi dan kehilangan harapan, maka nantinya, menurut saya, Anda akan menyesali diri pada penghujung hidup Anda."
"Jika saya melakukan sesuatu, mungkin saja ada hal-hal positif yang akan terjadi. Namun, jika saya tidak melakukan itu, maka akan ada penyesalan."
"Kami berusaha melakukan yang terbaik, namun ketika realitas tidak mungkin diwujudkan dalam bentuk materi, maka tidak menjadi masalah."
"Jika Anda melihat ada kemungkinan dalam realitas, maka buatlah perubahan. Namun, tanpa adanya antusiasme dan visi, maka hal itu akan menjadi bencana," kata Dalai Lama. (dn/ns) www.suaramedia.com
- Berantas Korupsi Afghanistan, Karzai Bela Walikota Korup
- Perbaiki Hubungan Dengan Karzai, Gordon Brown Beri Kejutan
- Terima Informasi AS, Thailand Penggal Transfer Senjata Korea Utara
- Diskusi Jujur Satukan Perbedaan Korut – AS Terkait Nuklir
- Teror Udara Pakistan Melebar, Goa Pun Jadi Pangkalan Militer AS














