Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Diskusi Jujur Satukan Perbedaan Korut – AS Terkait Nuklir

E-mail Cetak PDF

SEOUL (Berita SuaraMedia) - Pada hari Jumat, Korea Utara mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk bekerjasama dalam mempersempit perbedaan mereka tentang isu nuklir, menumbuhkan harapan akan adanya negosiasi lanjutan.

Mereka juga menemukan landasan yang sama dalam kebutuhan untuk membuka kembali negosiasi pelucutan senjata oleh enam pihak yang sempat tertunda.

"Kedua pihak sepakat untuk meneruskan kerjasama di masa depan untuk mempersempit perbedaan yang masih tertinggal," ujar juru bicara kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency.

Pernyataan itu keluar di saat utusan AS Stephen Bosworth bersiap untuk meninggalkan Seoul setelah berkunjung selama tiga hari ke Pyongyang. Bosworth akan pergi ke Beijing pada hari Jumat, Tokyo pada hari Sabtu, dan Moskow pada hari Minggu.

"Melalui diskusi yang jujur kedua pihak memperdalam pemahaman di antara mereka, mempersempit perbedaan dan menemukan sejumlah kesamaan," ujar sang juru bicara.

"Mereka juga mencapai serangkaian pemahaman bersama mengenai kebutuhan untuk membuka kembali pembicaraan enam pihak dan pentingnya mengimplementasikan pernyataan bersama tanggal 19 September."

Di bulan September 2005, Korea Utara berjanji dalam sebuah pernyataan gabungan enam pihak untuk menyingkirkan persenjataan nuklirnya sebagai ganti bantuan, keuntungan diplomatik dan pembicaraan tentang pakta perjanjian permanen untuk semenanjung Korea.

Pembicaraan itu mencakup berbagai isu seperti normalisasi hubungan, bantuan ekonomi dan energi, denuklirisasi, dan pengajuan konklusi dari kesepakatan damai.

Pada hari Kamis, di Seoul, Bosworth mengatakan bahwa AS dan Korea sepakat untuk melanjutkan pembicaraan enam pihak. Namun, ia mengatakan belum jelas apakah Korea Utara akan kembali ke forum.

Kunjungan Bosworth digambarkan cukup positif oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang mengatakan bahwa pendekatan AS itu adalah salah satu dari "kesabaran strategis".

"Untuk sebuah pertemuan awal, hasilnya cukup positif. Pendekatan yang diambil oleh pemerintahan kami adalah kesabaran strategis dalam koordinasi intensif dengan sekutu-sekutu enam pihak kami," ujar Clinton.

"Dan saya itu menjelaskan pada Korea Utara apa yang telah kami harapkan."

Kunjungan Bosworth selama tiga hari itu adalah kontak resmi pertama antara Washington dan Pyongyang sejak Obama menjabat sebagai presiden di bulan Januari.

Para analis meyakini bahwa tujuan utama Pyongyang adalah untuk menegosiasikan sebuah perjanjian damai dengan Washington, yang mengatakan bahwa hal ini perlu dibahas dalam format enam pihak.

"Melalui pernyataannya hari ini, Korea Utara mengirimkan sebuah pesan positif kepada dunia luar," ujar profesor Universitas Dongguk, Seoul, Kim Yong-Hyun.

"Sembari mempertahankan momentum untuk dialog, Korea Utara menekankan tuntutannya akan sebuah perjanjian damai dengan AS," ujarnya.

Semenanjung Korea secara teknis masih berada dalam kondisi perang karena Perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dalam sebuah gencatan senjata, bukan perjanjian damai. AS, yang bertempur di sisi Korea Utara dalam perang tersebut, masih menempatkan 28.500 tentaranya di Korea Selatan.

Kelompok pembicaraan enam pihak terdiri atas kedua Korea, AS, Jepang, China, dan Rusia.

Pada bulan September, Korsel mencoba menjinakkan nuklir Korut dengan menawarkan sekitar 10.000 ton jagung pada Korea Utara sebagai bentuk bantuan resmi pertamanya bagi tetangga yang telah mengalami bencana kelaparan selama dua tahun ini.

Korsel juga menawarkan 20 ton bubuk susu serta obat-obatan untuk anak-anak, wanita hamil, dan orang-orang lemah lainnya.

Pemerintahan Presiden Lee Myung-bak mengaitkan bantuan besar tersebut dengan usaha denuklirisasi Korut. Namun, beberapa bulan setelah perseteruan mereka, komunis Korut mulai mengambil langkah damai terhadap Korsel.

Laporan media juga mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menggelar pembicaraan awal mengenai kemungkinan diadakannya konferensi tingkat tinggi.

Jumlah bantuan makanan yang ditawarkan terbilang sedikit untuk menutupi kebutuhan para korban kelaparan di Korut.

"Kami tidak dapat mengatakan bahwa 10.000 ton itu cukup untuk mengatasi kekurangan pangan dan kondisi lainnya di Korut," ujar juru bicara kementerian Lee Jong-joo.

"Kami hanya menyediakan bantuan kemanusiaan," ujarnya.

Di bulan April, marah terhadap kritik internasional atas peluncuran roket jarak jauhnya, Korea Utara mendeklarasikan bahwa pembicaraan enam pihak telah mati. Mereka kemudian mengatakan telah memulai kembali pembuatan plutonium setingkat senjata.

Di bulan Mei, uji coba nuklir yang kedua sejak tahun 2006 dilakukan oleh Korea Utara, disusul dengan peluncuran rudal di bulan Juli, memicu diterapkan sanksi PBB yang lebih keras. (rin/dn/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon