Brown, yang pasukannya pada tahun ini menghadapi pertempuran paling mematikan, mengatakan bahwa beberapa bulan mendatang akan menjadi saat-saat penting di Afghanistan karena AS dan negara-negara sekutunya meningkatkan kekuatan untuk mencoba membalikkan keadaan dalam pertempuran melawan Taliban.
"Yang perlu kami tunjukkan adalah ada sebuah determinasi untuk memerangi Taliban dan memperlemah mereka, namun juga ada kepentingan bagi pemerintah Afghanistan untuk memainkan peranan yang lebih besar di masa mendatang untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan," kata Brown kepada para wartawan di bandara udara Kandahar, dimana ia menginap selama satu malam sebelum bertemu dengan Presiden Karzai.
Kala misi perang Afghanistan menjadi semakin tidak populer di negaranya sendiri, Brown menjadi lebih terang-terangan jika dibandingkan dengan para pemimpin negara Barat lainnya dalam menyuarakan kritikan terhadap pemerintahan Karzai, yang terpilih kembali dalam pemilihan suara pada bulan Agustus silam yang diwarnai oleh kecurangan.
Dalam sebuah wawancara pada pekan lalu, pemimpin Afghanistan tersebut balik melontarkan serangan, ia mengatakan bahwa komentar-komentar Brown tersebut amat disayangkan. "(Komentar) itu merupakan sebuah penghinaan."
"Pernyataan Gordon Brown tersebut amat disayangkan dan berisi kepalsuan. (Pernyataan) itu benar-benar merupakan hinaan berat," kata Karzai dalam sebuah wawancara dengan Associated Press pada tanggal 3 Desember lalu.
Akan tetapi, presiden Afghanistan tersebut menambahkan bahwa pernyataan Brown tersebut tidak terlalu berpengaruh. "Ucapan (Brown) itu tidak mempengaruhi saya dan juga rakyat Afghanistan," kata Karzai.
Tahun ini, tercatat sudah ada 100 orang pasukan Inggris yang terbunuh dalam pertempuran terganas dalam perang yang sudah berlangsung selama delapan tahun tersebut. Jumlah itu kian menyulut tentangan terhadap keterlibatan pasukan Inggris di medan perang Afghanistan.
Keraguan publik tersebut merupakan tekanan tersendiri bagi Brown, yang menghadapi persaingan berat untuk dapat memenangkan proses pemilihan umum pada bulan Juni mendatang. Brown harus membela diri dari kritikan yang menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat menjelaskan alasan dibalik partisipasi Inggris dalam perang tersebut, serta telah membatasi aliran dana militer yang diperlukan untuk mendatangkan helikotper dan kendaraan lapis baja.
Brown merupakan seorang pendukung kuat dari strategi perang baru Presiden AS Barack Obama, yang melibatkan pengiriman tambahan pasukan AS sebanyak 30.000 orang, mempercepat pelatihan pasukan Afghanistan dan memulai penarikan keluar tentara AS pada tahun 2011.
Dengan menjanjikan tambahan pasukan sebanyak 9.500 orang, sejauh ini kontingen Inggris merupakan sekutu NATO terbesar Washington, khususnya dengan meningkatnya jumlah korban non-AS.
Brown berharap bahwa pasukan keamanan Afghanistan pada akhirnya akan mampu mengendalikan keamanan dalam negeri, sehingga pasukan Inggris dan negara-negara Barat lainnya tidak memegang peranan yang terlalu terlihat.
Komandan AS dan Inggris khususnya mengeluhkan kurangnya jumlah pasukan Afghanistan di Helmand, provinsi Afghanistan yang paling banyak menelan nyawa pasukan penjajah asing. Di Helmand, jumlah kontingen Inggris dan marinir AS jauh melebihi pasukan keamanan Afghanistan.
Menteri Pertahanan Afghanistan, Abdul Rahim Wardak, pada hari Sabtu lalu mengatakan kepada Reuters bahwa Afghanistan kini mengirimkan 8.000 hingga 10.000 orang pasukan tambahan ke Helmand dan Kandahar.
Brown mengakui bahwa tahun ini merupakan tahun yang sulit, namun ia mengatakan bahwa dirinya menjadi lebih yakin mengenai masa depan karena ada lebih banyak pasukan baru yang berdatangan, ditambah lagi dengan helikopter dan kendaraan anti ranjau yang ditambahkan oleh Inggris.
Menginapnya Brown di ruang spartan di pangkalan udara di Kandahar merupakan yang pertama kalinya ia lakukan di zona perang. Dalam kunjungan sebelumnya ke Afghanistan dan Irak, Brown dan Blair tiba dan pergi dari medan perang pada hari yang sama. (dn/af) www.suaramedia.com
- China Bantah Tudingan Pembajakan Konferensi Kopenhagen
- Tak Pedulikan China, Obama Tetap Gunakan Satelit Pemantau
- Skandal Uang Picu Keraguan Terhadap Perdana Menteri Jepang
- Dyncorp International, Teror Lama Dalam Kemasan Baru
- Berantas Korupsi Afghanistan, Karzai Bela Walikota Korup














