Presiden membuka konferensi anti korupsi selama tiga hari, yang telah disebut-sebut oleh para diplomat sebagai sebuah tanda bahwa Karzai menganggap serius kekhawatiran Barat atas sebuah isu yang dipandang sebagai kunci untuk memenangkan dukungan melawan perlawanan Taliban.
Sesaat sebelum ia berpidato, terjadi ledakan di distrik pemukiman diplomatik Akbar Khan, Wazir, menewaskan tujuh orang dan melukai 44 lainnya. Ledakan itu, yang menunjukkan rapuhnya keamanan di negara tersebut, terjadi di luar rumah mantan wakil presiden Ahmad Zia Massoud, yang tidak mengalami luka dalam insiden itu.
Karzai berbicara panjang lebar mengenai uang suap yang terpaksa dibayarkan oleh rakyat Afghan, dan mencela para pejabat, yang setelah satu atau dua tahun bekerja untuk pemerintah, menjadi kaya raya dan membeli sejumlah rumah di Dubai.
Namun, ia juga meragukan dakwaan yang diajukan dalam kasus korupsi terbesar yang pernah ditangani jaksa penuntut di negara itu selama bertahun-tahun.
Walikota Kabul, Abdul Ahad Sayebi, bawahan Karzai yang minggu lalu divonis hukuman penjara selama empat tahun untuk kasus korupsi dan kini bebas dengan jaminan dan menyebabkan tertundanya pengajuan banding, hadir dalam konferensi itu dan berada di jajaran kursi paling depan. Karzai menunjuknya.
"Satu hal penting yang ingin saya sampaikan. Walikota Kabul telah divonis empat tahun penjara. Saya mengenalnya. Ia adalah orang yang bersih. Saya tahu siapa dia," ujar Karzai.
Ia mengatakan bahwa Sayebi telah menjadi target dari para musuh karena menolak memberikan tanah pemerintah kepada mereka, dan mengisyaratkan kepada pengacara umum dan ketua hakim untuk memeriksa kembali kasus tersebut., meskipun ia sendiri juga mengatakan bahwa Sayebi harus tetap berada di dalam penjara jika ia memang bersalah.
Pendirian Karzai di antara negara-negara yang telah menerjunkan 110.000 tentara untuk mempertahankan pemerintahannya telah melemah sejak ia terpilih kembali dalam pemilu tanggal 20 Agustus, di mana sebuah penyelidikan yang disokong oleh PBB menemukan hampir sepertiga suara yang dikumpulkan adalah palsu.
Tindakannya melawan korupsi diawasi dengan ketat di Barat, di mana para pemimpin negara-negara NATO sedang mempertahankan sebuah perang yang semakin tidak populer melawan opini publik domestik yang mempertanyakan mengapa pemerintahan Karzai penting untuk dilindungi.
Presiden AS Barack Obama mengumumkan bulan ini bahwa ia mengirim tambahan pasukan sebanyak 30.000 ke Afghanistan. London mengatakan 500 pertama pasukan Inggris akan tiba pada hari Selasa.
Dalam pidatonya, Karzai memperingatkan sebuah upaya habis-habisan pemberantas uang suap di mana ia sendiri mungkin juga korup.
"Ketika kita memerangi korupsi, kita harus berhati-hati, sangat berhati-hati, agar pertempuran melawan korupsi itu tidak menjadi korup sendiri," ujar Karzai.
"Setiap personel kepolisian kita, setiap tentara, walikota, haim, dan gubernur kita dapat mengetuk pintu seseorang dan menyeretnya keluar rumah dan menerornya. Menurut saya, ini adalah bentuk utama korupsi."
Para diplomat sebelumnya telah menekankan bahwa konferensi itu merupakan sebuah kesempatan untuk menunjukkan bagaimana Karzai akan membersihkan pemerintahannya. Seorang juru bicara kedutaan besar AS menolak untuk berkomentar atas pernyataan atau pidato Karzai mengenai walikotanya.
Penasihat anti-korupsi Karzai, Mohammad Yasin Usmani, mengatakan bahwa korupsi telah menyebar ke seluruh negeri, namun yang paling buruk ada dalam sejumlah kontrak dari pemerintah-pemerintah asing, sebuah poin yang telah dilontarkan Karzai di masa lalu di mana Barat juga menanggung kesalahan yang sama.
Menteri Pertahanan AS Robert Gates minggu lalu mengakui bahwa kelalaian parah Barat dalam memeriksa kontrak-kontrak adalah bagian dari masalah.
Karzai dijadwalkan akan mengumumkan nama-nama dalam kabinet barunya pada akhir pekan ini. Dalam sebuah pidato pelantikan yang dipuji luas oleh para petinggi Barat bulan lalu, Karzai berjanji akan menunjuk menteri-menteri yang jujur dan berkemampuan. Ia juga berjanji akan mengakhiri "budaya kekebalan hukum".
Para diplomat berharap dengan hati-hati bahwa mereka akan melihat menteri-menteri yang dapat dipercaya menangani portofolio utama yang menyalurkan dana bantuan mereka. (rin/rt) www.suaramedia.com
- Pengebom Udara Rusia, Harapan Yang Tak Kunjung Tiba
- China Bantah Tudingan Pembajakan Konferensi Kopenhagen
- Tak Pedulikan China, Obama Tetap Gunakan Satelit Pemantau
- Skandal Uang Picu Keraguan Terhadap Perdana Menteri Jepang
- Dyncorp International, Teror Lama Dalam Kemasan Baru
- Perbaiki Hubungan Dengan Karzai, Gordon Brown Beri Kejutan
- Terima Informasi AS, Thailand Penggal Transfer Senjata Korea Utara
- Diskusi Jujur Satukan Perbedaan Korut – AS Terkait Nuklir
- Teror Udara Pakistan Melebar, Goa Pun Jadi Pangkalan Militer AS
- Dalai Lama: Obama Terlalu Dini Raih Penghargaan Nobel














