Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Visa Diplomat Jadi Tumbal Operasi Militer AS Di Pakistan

E-mail Cetak PDF

ISLAMABAD (Berita SuaraMedia) – Pakistan telah menahan sejumlah visa untuk para diplomat AS, para anggota dinas militer dan lainnya. Hal tersebut agaknya disebabkan oleh kekerasan yang ditimbulkan oleh operasi AS di dalam negeri Pakistan, demikian kata seorang diplomat AS pada hari Jum'at (08/07).

Para diplomat AS baru-baru ini juga berulangkali dihentikan di pos pemeriksaan Pakistan, mereka mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari sebuah fokus yang lebih luas terhadap warga negara asing yang bekerja di Pakistan. Mobil-mobil para pejabat AS digeledah meski sebelumnya para diplomat tersebut diminta untuk membuka bagasi, mereka menolak membuka pintu penumpang.

Penahanan visa tersebut merupakan sebuah pertanda nyata memburuknya hubungan antara Pakistan dan pejabat AS. Kedua negara tersebut selama ini memiliki hubungan militer yang terus ditingkatkan, namun masih ada kecurigaan dan ketidakpercayaan yang membayangi berbagai interaksi pemerinah, termasuk upaya AS untuk membantu Pakistan.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa AS tidak berencana untuk melakukan hal yang lebih, selain menekan Pakistan agar mengendurkan sikapnya. Pejabat tersebut tidak bersedia menyebutkan namanya karena membicarakan mengenai hubungan sensitif antara kedua negara.

Kedutaan AS sudah berukuran besar dan terus dikembangkan, dengan rencana untuk meningkatkan jumlah karyawannya, dari 500 orang karyawan menjadi lebih dari 800 orang dalam 18 bulan mendatang. Sebagian besar perluasan tersebut berhubungan dengan penambahan bantuan AS untuk Pakistan, sebagian diantaranya mengandung syarat penghitungan dan pengawasan yang membuat rakyat Pakistan terusik.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa diantara orang-orang yang ditahan visanya, ada sejumlah montir yang bertugas untuk merawat dan memelihara armada helikopter AS yang dipergunakan untuk mendukung operasi militer Pakistan di wilayah perbatasan.

Helikopter-helikopter tersebut berhenti mengudara ketika sudah tidak ada lagi cukup montir untuk memelihara helikopter tersebut, demikian kata sang pejabat. Sejumlah visa dikabulkan setelah otoritas Pakistan menyelidiki helikopter-helikopter yang kini dikandangkan tersebut.

Pada bulan Oktober, Presiden Barack Obama menandatangani paket bantuan senilai $7,5 miliar untuk Pakistan. Militer Pakistan mengkritik bantuan tersebut sebagai upaya AS untuk mencampuri urusan internal negara tersebut.

Bantuan tersebut disalurkan bertahap, $1,5 miliar per tahun selama lima tahun untuk membiayai program-program ekonomi dan sosial. Bantuan tersebut diberikan setelah Pakistan melancarkan serangan terhadap markas Taliban.

Bantuan tersebut merupakan upaya pemerintahan Obama untuk memperkuat pemerintahan Pakistan yang lemah di Islamabad dan mendorong Pakistan untuk memerangi Taliban dan Al-Qaeda yang beroperasi di sepanjang perbatasan negara tersebut dengan Afghanistan, negara yang menjadi medan perang AS selama delapan tahun.

Bulan Mei lalu, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengumumkan bahwa AS menganggarkan $100 juta untuk bantuan darurat bagi warga sipil Pakistan yang terkena dampak serangan membabi buta AS di Pakistan.

"Kami melakukan hal ini (memberikan dana) karena masa depan Pakistan sangat penting di mata AS," kata Clinton dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih. "Bangkitnya gerakan Islam adalah ancaman bagi keamanan negara kami."

Total dana sejumlah $110 juta yang dihimpun oleh departemen luar negeri dan Pentagon akan dikirimkan ke Pakistan untuk mempermudah kehidupan dua juta orang yang melarikan diri dari pertempuran di sebelah barat laut Pakistan, demikian bunyi pernyataan dari Gedung Putih.

Dana tersebut akan dibelanjakan untuk tenda-tenda darurat, daging halal, truk pengangkut air, generator dan keperluan lainnya, kata Clinton, dia menambahkan bahwa sebagian dari dana tersebut akan dipergunakan untuk membeli gandum Pakistan untuk memicu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

"Pakistan tengah menghadapi krisis kemanusiaan besar," katanya. "Sekitar dua juta penduduk mengungsi dari rumah mereka." (dn/ta) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon