Lebih dari 192 negara telah menghabiskan waktu dua minggu di ibukota Denmark tersebut, berupaya untuk menghasilkan kesepakatan untuk menangani masalah perubahan iklim.
Pada akhirnya, ajang tersebut berubah menjadi arena bentrok antara dua negara penyumbang emisi karbon dioksida terbesar di dunia mengenai cara pengurangan gas rumah kaca.
Sebelumnya, Obama bersikeras bahwa segala bentuk kesepakatan yang tidak menyertakan China dalam daftar rezim yang harus diawasi secara transparan hanya merupakan sebuah "kemenangan dangkal".
Namun pendekatan Obama tersebut membuat geram China, dan proses pembicaraan menjadi terhenti. Kedua negara kuat tersebut kemudian mengadakan pertemuan di kamar hotel yang jauh dari aula konferensi utama untuk membicarakan mengenai perbedaan-perbedaan mereka.
Wen Jiabao, Perdana Menteri China, memperjelas bahwa dirinya tidak menginginkan ada pengawasan internasional yang mengusik kedaulatan Republik Rakyat China.
Dunia internasional tetap menunggu ketika kedua negara tersebut membahas kesepakatan yang bisa diterima oleh keduanya.
Kesepakatan akhir tampaknya telah disepakati diam-diam, sesuai dengan tuntutan China, dengan menyetujui bahwa kadar emisi dapat diukur secara domestik, selama hasil akhirnya tetap dilaporkan kepada seluruh dunia.
Akan tetapi, beberapa saat kemudian, Obama memperingatkan bahwa tekologi satelit dapat dipergunakan untuk melakukan pengawasan dan memastikan negara-negara di dunia tetap berpegang pada komitmen yang disepakati bersama.
"Kita dapat memonitor apa yang terjadi melalui foto satelit, jadi menurut saya, kita akan mengetahui apa yang dilakukan orang lain," kata Obama, Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut bisa mencapai hasil jika ada kewajiban moral dan informasi yang dibagikan, sehingga orang-orang dapat melihat siapa yang serius dan suapa yang tidak.
Ketegangan antara China dan AS banyak dipandang sebagai batu sandungan yang merintangi kesepakatan yang lebih tegas mengenai pengurangan emisi karbon.
Fredrik Reinfeldt, perdana menteri Swedia, mengatakan bahwa perubahan iklim tidak akan berhenti, kecuali jika China dan AS menyepakati komitmen yang lebih kuat.
Uni Eropa mengtakan bahwa kedua negara setuju untuk mengurangi polusi. Uni Eropa juga dokecewakan dengan target pengurangan emisi dan sistem pengaawasan yang ketat.
Akan tetapi penggunaan foto satelit diharapkan akan memperbesar tekanan terhadap setiap negara untuk melakukan komitmennya masing-masing,
Para pemimpin dunia sedianya akan kembali bertemu pada tahun depan di Meksiko untuk membahas mengenai target jangka menengah untuk tahun 2020.
Foto satelit juga dapat dipergunakan untuk memonitor komitmen manajemen kehutanan, bukan hanya melacak pembalakan hutan di negara-negara paru-paru dunia. Namun juga dapat dipergunakan untuk mengawasi apakan China melaksanakan janji untuk menanam pohon di berbagai penjuru negaraa atau tidak. (dn/tg) www.suaramedia.com














