Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Pengebom Udara Rusia, Harapan Yang Tak Kunjung Tiba

E-mail Cetak PDF

MOSKOW (Berita SuaraMedia) – Sebuah pesawat pengebom baru Rusia yang mampu terbang dalam jarak jauh dijadwalkan akan siap dipergunakan pada tahun 2025 dan 2030, demikian kata kepala cabang militer.

Pesawat tersebut rencananya akan mempergunakan teknologi siluman yang dapat meminimalkan pendeteksian radar untuk pesawat jenis tersebut, kata Mayor Jenderal Anatoly Zhikharev kepada para wartawan.

Pesawat tempur tersebut, yang dikembangkan oleh perusahaan Tupolev, akan memiliki kemampuan nuklir dan senjata tepat sasaran, serta sistem anti pertahanan udara. Pesawat tersebut juga akan mampu mempergunakan banyak jenis medan untuk dijadikan tempat tinggal landas dan pendaratan, termasuk landasan yang belum diaspal.

Pesawat jenis baru tersebut dipersiapkan sebagai pengganti model pesawat yang dimiliki Angkatan Udara Rusia, seperti pesawat jenis Tu-160, Tu-95 MS dan Tu-22M3.

Maksim Pyadushkin, editor kepala majalah dirgantara Rusia dan juga seorang pengamat, mengatakan bahwa meski kemunculannya dianggap masih terlalu lama, namun keberadaan persenjataan baru amat diharapkan oleh Rusia, karena pesawat-pesawat pengebom milik Rusia sudah tergolong uzur.

"Saat ini, kami tidak tahu banyak mengenai pesawat pengebom tersebut, karena, menurut sepengetahuan saya, pengembangan pesawat tersebut baru memasuki tahapan awal," kata Pyadushkin kepada RT.

"Tampaknya militer Rusia hanya menetapkan persyaratan untuk jenis  pesawat baru. Jadi kami belum tahu seperti apa bentuk fisik pesawat tersebut. Yang jelas, pesawat itu berjenis supersonik, memiliki teknologi siluman dan persenjataan yang canggih."

Pada tahun 2007, Rusia melanjutkan latihan Perang Dinginnya dengan mengirimkan pesawat pengebomnya untuk melakukan patroli di wilayah udara internasional di sepanjang pantai Amerika Utara. Patroli tersebut menimbulkan kepanikan.

Dalam wawancara dengan The Washington Times, Letnan Jenderal (Angkatan Udara) purnawirawan Thomas McInerney menyebut patroli Rusia tersebut sebagai latihan serangan terkoordinir yang menuju ke wilayah udara AS.

"Pesawat-pesawat tersebut jauh lebih canggih dibandingkan dengan apa yang pernah kami lihat sebelumnya," tambahnya.

Juli lalu, pesawat pengebom Rusia berjenis Bear juga menimbulkan kepanikan setelah melakukan aksi akrobat di langit Inggris.

Kali ini, tidak kurang dari delapan unit pesawat Tupolev Tu-95 Bear terlibat dalam pelangaran wilayah udara Inggris. Sebelumnya, sepasang pesawat bomber Rusia tertangkap basah tengah melanggar wilayah udara Inggris.

Empat unit pesawat tempur Tornado F-3 dikerahkan untuk berhadapan dengan pesawat pengebom tersebut.

Meski penerbangan tersebut bukan merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Britania Raya atau NATO, komite mengatakan bahwa Rusia bisa saja membahayakan penerbangan sipil di wilayah udara Inggris dan mengakibatkan kecelakaan serius.

Jumlah armada pesawat pengebom Rusia – 16 pesawat Tu-160 Blackjack dan 64 Tu-95 Bears – kasarnya hanya setengah dari pesawat yang dimiliki AS. Namun, yang lebih penting, pesawat pengebom Rusia tidak mengalami perubahan dalam 20 tahun. Hal tersebut menimbulkan kesan bahwa kekhawatiran AS waktu itu terlalu berlebihan.

Seorang jenderal Rusia pernah mengatakan kepada majalah Air Forces Monthly bahwa membuat pesawat pengebom baru bukanlah sebuah investasi yang bijak. Ia menambahkan bahwa Rusia tidak memerlukan pesawat pengebom baru.

Menurutnya, pesawat yang sudah ada hanya tinggal diperbaiki untuk meningkatkan keamanan di udara, navigasi, dan tingkat akurasi pengevoman. Dia ingin agar pesawat pengebom dapat menjatuhkan peledak dengan tepat. Jika meleset, maksimal hanya akan berjarak 60 kaki dari target utama.

Pada akhirnya, Moskow sejatinya hanya memiliki satu prioritas militer, yakni memelihara dan meremajakan armada kapal selamnya yang mampu memuat torpedo berhulu ledak nuklir. Segala hal lainnya, termasuk pesawat pengebom, tampaknya hanya menjadi barang mewah bagi Rusia. (dn/rt/wr) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon