Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Konsultasi Tertutup Jepang - AS Kelarkan Isu Okinawa

E-mail Cetak PDF

TOKYO (Berita SuaraMedia) – Menteri Luar Negeri Jepang, Katsuya Okada, pada hari Jumat (25/12) mengatakan bahwa sehari sebelumnya, dirinya telah mencapai kata sepakat dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dalam sebuah perbincangan via telepon. Keduanya sepakat untuk melakukan konsultasi tertutup mengenai isu pangkalan militer AS di Okinawa.

Okada mengatakan bahwa dirinya telah menjelaskan posisi pemerintah Jepang mengenai isu tersebut, yakni menunda penarikan kesimpulan mengenai relokasi pangkalan korps Marinir AS hingga tahun depan, sementara reaksi Clinton "tidak taerlalu jauh dari yang diharapkan".

Hal yang sama diungkapkan Okada pada hari Selasa lalu, Okada menyatakan bahwa Jpang akan menunda keputusan akhir mengenai isu pangkalan korps Marinir AS di Okinawa, meski mendapatkan tekanan dari AS.

Namun Okada menolak memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai apa saja yang dibicarakan pada percakapan telepon tersebut.

Isu pangkalan Futenma menjadi sebuah isu besar diantara kedua negara. AS berulang kali menekan Jepang untuk dengan cepat menerapkan kesepakatan bilateral yang telah dibuat sebelumnya, yakni untuk merelokasi pangkalan militer tersebut di Okinawa.

Namun, Perdana Menteri Yukio Hatoyama baru-baru ini mengatakan bahwa dirinya akan menunda pengambilan keputusan mengenai isu tersebut dan mencari lokasi alternatif relokasi pangkalan Futenma, selain yang sebelumnya disepakati oleh kedua negara.

Ketika ditanya mengenai hubungan antara Jepang dan AS saat ini dalam sebuah konferensi pers, Okada mengatakan, "Tidak ada perubahan dalam hal itu. Namun saya rasa hubungan kedua negara tidak akan rusak."

Pembicaraan antara AS dan Jepang tetap menemui jalan buntu mengenai masalah relokasi pangkalan Futenma. Menteri Pertahanan Jepang, Toshimi Kitazawa, pada hari Selasa lalu mengatakan, meski Jepang telah menetapkan bulan Mei sebagai tenggat waktu untuk mencapai kesimpulan, pemerintah Jepang harus memutuskan perihal relokasi tersebut dalam waktu sesegera mungkin.

Mengenai tenggat waktu tersebut, Kitazawa mengatakan kepada para wartawan yang hadir dalam konferensi pers, bahwa Partai Demokratis Hatoyama dan dua mitra koalisinya memiliki pandangan yang serupa, bahwa bulan Mei mendatang merupakan tenggat waktu bagi Jepang untuk menarik kesimpulan mengenai masalah tersebut.

Sekretaris Kabinet, Hirofumi Hirano, mengatakan bahwa keputusan akhir akan dibuat pada kisaran waktu yang sama.

"Bulan Mei, seperti yang dikatakan Menteri Kitazawa, mungkin merupakan saat yang penting untuk membuat keputusan," kata Hirano dalam sebuah konferensi pers.

Hirano sebelumnya mengajukan usul untuk menarik kesimpulan perihal pangkalan AS pada bulan Mei mendatang, di sela-sela pertemuan kepala negara dan menteri kabinet.

Relokasi Futenma merupakan bagian dari kesepakatan bilateral yang lebih luas mengenai penempatan ulang pasukan AS di Jepang. Dan dihubungkan dengan transfer 8.000 orang pasukan marinir AS dari Okinawa ke Guam, yang masih merupakan teritori AS, pada tahun 2014 mendatang.

Di Kopenhagen, Perdana Menteri Yukio Hatoyama mengatakan bahwa Clinton memahami keputusannya untuk menunda keputusan mengenai Futenma ketika keduanya berbicara dalam sebuah acara jamuan yang dihelat di sela-sela konferensi perubahan iklim.

Sementara itu, seorang pejabat yang dekat dengan perdana menteri mempertanyakan peranan yang mungkin dapat dimainkan oleh kementerian dalam menyadari isi pertemuan tersebut, dia mengatakan, "Ini bisa jadi merupakan kasus dimana Kementerian Luar Negeri mencoba menerapkan gaiatsu (tekanan eksternal) dengan bantuan Clinton untuk memperjelas rencana yang sudah ada." (dn/bt/jt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon