Stasiun televisi swasta AAJ menayangkan video Humam Halil Al-Balawi itu berbicara dalam bahasa Inggris dengan Hakimullah Mehsud duduk di sampingnya. Dikatakan bahwa video itu dibuat menjelang serangan.
"Intelijen AS dan Yordania menawarinya jutaan dolar untuk memata-matai para mujahidin. Namun, ia menolak uang itu dan bergabung dengan mujahidin," ujar AAJ.
Tujuh agen CIA Amerika ada di antara korban tewas ketika Al Balawi, seorang agen ganda yang direkrut oleh intelijen Yordania untuk mengumpulkan informasi tentang Al Qaeda, meledakkan dirinya di markas CIA di provinsi Khost.
Kanal itu mengutip Al Balawi, dengan menggunakan identitasnya di internet Abu Dujana Al Khorasani, mengatakan bahwa ia membagi semua rahasia intelijen AS dan Yordania dengan rekan militannya.
Televisi AAJ mengatakan bahwa Balawi telah menolak tawaran uang jutaan dolar dari AS dan Yordania yang menginginkannya menjadi mata-mata untuk para militan.
Al Balawi mengatakan dalam video itu bahwa ia melakukan serangan tersebut sebagai respon terhadap kematian Baitullah Mehsud, pemimpin Taliban Pakistan yang terbunuh oleh serangan pesawat tanpa awak AS.
"Ini adalah pesan kepada semua musuh Umat, kepada intelijen Yordania dan CIA," ujar Al Balawi dalam videonya.
"Kami tidak akan pernah melupakan kematian Emir kami Baitullah Mehsud, semoga Tuhan mengampuninya."
"Membalas kematiannya di AS dan di luar AS akan tetap menjadi sebuah kewajiban bagi semua emigran yang diberi tempat perlindungan oleh Baitullah Mehsud."
Mehsud adalah pemimpin organisasi payung Taliban Pakistan, Therik-e-Taliban Pakistan, yang dianggap sebagai tokoh paling membahayakan bagi pasukan asing di Afghanistan.
Awalnya ia dilaporkan tewas setelah sebuah rudal dari pesawat tanpa awak AS mengenai rumahnya di area Zangar, Waziristan selatan, tanggal 5 Agustus tahun lalu, namun baru sebulan kemudian kelompoknya mengakui kematiannya.
Hakimullah Mehsud, komandan Taliban yang meneruskan kepemimpinan Baitullah, terlihat duduk di samping Al Balawi dalam video tersebut.
"Tuhan menginginkan penerusnya, Emir Taliban Pakistan, Hakimullah, mengambil metodologi dan jalan yang sama hingga kami mencapai kemenangan atau menemui takdir yang sama dengan Hamza Abdul Muttaleb," ujar Al Balawi.
Al Jazeera melaporkan bahwa dari video itu terlihat adanya hubungan yang jelas antara Taliban Pakistan, yang dipimpin oleh Hakimullah Mehsud, dan beberapa elemen Al Qaeda yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Ini adalah video yang telah dinanti-nanti, semua orang diberitahu bahwa Al Balawi telah merekam sebuah pesan sebelum ia melakukan misinya."
Video tersebut akan memberikan "tambahan amunisi" bagi pemerintah Afghan untuk mengkritik Pakistan.
"Ini adalah sesuatu yang akan memberikan lebih banyak tekanan bagi Pakistan di masa depan dan akan membuat Afghanistan serta Amerika mengubah strategi dalam menangani Afghanistan timur." (rin/wb/aj) www.suaramedia.com














