Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Propaganda Disiplin, Jurus China Hadapi Ancaman Google

E-mail Cetak PDF

BEIJING (Berita SuaraMedia) – China mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan internet asing dipersilakan untuk menjalankan bisnis, namun tetap harus sejalan dengan aturan hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut, yang diucapkan oleh juru bicara wanita Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, merupakan tanggapan pertama pemerintah China terhadap ancaman Google untuk berhenti menyaring konten web di China.

Pada hari Selasa malam, Google mengatakan bahwa serangan dunia maya yang dilakukan China ditujukan pada para aktivis hak asasi manusia untuk memaksa menutup operasinya di China.

Jiang mengatakan bahwa internet "terbuka" di China. Google mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi bersedia untuk berbicara dengan pemerintah dalam beberapa minggu mendatang untuk mengawasi operasi mesin pencari yang tidak melewati penyensoran berdasarkan hukum yang berlaku di negara tirai bambu tersebut, meskipun tidak ada perubahan dalam aturan penyaringan yang telah dibuat.

Dalam pengarahan pers reguler yang diadakan oleh pemerintah, Jiang mengatakan: "China, seperti halnya negara-negara asing lainnya, mengelola penggunaan internet berdasarkan hukum yang berlaku.

"China terbuka terhadap akses internet, dan pemerintah China mendorong pengembangan dalam dunia internet. China menyambut perusahaan-perusahaan internet asing untuk menjalankan bisnisnya di China sejalan dengan aturan hukum."

Jiang menanggapi pertanyaan seorang reporter mengenai Google dan kekhawatiran AS mengenai iklim dunia bisnis setelah Google melaporkan adanya serangan dunia maya.

Tanpa menyebut nama Google, Jiang mengatakan bahwa pemerintah melarang adanya peretasan email, sebuah alasan lain yang disebutkan Google untuk menutup operasinya di China.

"Hukum China melarang segala bentuk tindakan pembobolan kemputer," katanya.

Pada hari Selasa, Google mengatakan bahwa pihaknya akan berhenti melakukan penyaringan hasil pencarian di China dan mungkin akan menutup Google.cn yang berbasis di China sistem penyensoran serta tindakan para hacker yang membobol layanan email Google terhadap akun email milik para aktivis hak asasi manusia.

Jiang tidak memberikan indikasi apakah pemerintah telah berbicara dengan Google. Kantor berita pemerintah, Xinhua, menyebutkan bahwa para pejabat pemerintahan sebelumnya telah mencari informasi tambahan mengenai pengumuman tersebut.

Pada hari yang sama, surat kabar milik Partai Komunis memperingatkan perusahaan-perusahaan asing untuk mematuhi kontrol pemerintah pada saat pengguna internet mengunjungi kantor Google di Beijing untuk meninggalkan bunga dan catatan dukungan untuk perusahaan tersebut.

Surat kabar Peoples Daily mengutip ucapan seorang pejabat pemerintah pada bulan November lalu. Sumber tersebut menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan asing harus membantu pemerintah untuk mengamankan internet dan memerangi serangan dunia maya dan pornografi.

"Perusahaan-perusahaan internet harus mematuhi propaganda disiplin," kata Wang Chen, sebagaimana dikutip oleh surat kabar tersebut. "Perusahaan-perusahaan harus meningkatkan kemampuan media internet untuk membimbing opini publik dan menegakkan keamanan berinternet."

Di luar kantor Google, beberapa orang pengunjung menuangkan minuman keras dalam gelas-gelas kecil, sebuah ritual yang biasa dilakukan dalam upacara pemakaman China.

Satu orang pria meninggalkan salinan Peoples Daily, yang disebutnya mewakili media yang dikendalikan pemerintah. Ia menyebutkan bahwa China akan tertinggal jika Google menarik diri dan penyensoran dilanjutkan. Sejumlah catatan yang ditulis di situs internet pemerintah China memuji Google sebagai sumber informasi, sementara beberapa orang meminta pemerintah untuk berkompromi dengan Google.

Para karyawan keluar dan masuk gedung Google, namun mereka menolak ketika hendak diwawancarai wartawan.

Google mengambil langkah berani karena berniat menarik diri dari negara dengan potensi pelanggan mencapai 1,3 miliar.

China mendapatkan banyak hal dari perdagangan bebas dan investasi skala besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan Barat di negara tirai bambu tersebut. Pertumbuhan ekonomi China, yang dimulai ketika China membhuka diri dan mulai menerapkan hak-hak properti, mengentaskan kemiskinan dengan lebih cepat dibandingkan dengan pencapaian negara-negara lain. Gaji yang diterima para pekerja China dari perusahaan multinasional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan lokal.

Namun, dalam beberapa kasus, perusahaan-perusahaan Barat harus berhadapan dengan China, sebagai negara totaliter dan agresif yang tidak mengindahkan hak-hak atau kebebasan warga negaranya.

Pendapatan Google dari China tidak terlalu besar, operasional Google di China kemungkinan justru mendatangkan kerugian. Google hanya menguasai sepertiga pasar China, dan penjualan Google di negara komunis tersebut tidak melebihi angka $600 juta pada tahun 2010. Keuntungan public relations dari penarikan tersebut akan jauh lebih besar dan bahkan jauh melebihi biaya tersebut. (dn/bc/ai/ca) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon