Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Gertakan AS Dalam Latihan Militer Di Korea Selatan

E-mail Cetak PDF

SEOUL (Berita SuaraMedia) – Sejumlah laporan berita menyebutkan bahwa AS menggelar latihan militer amfibi di dekat Seoul. Latihan tersebut dilakukan beberapa saat setelah Korea Utara mengeluarkan ancaman untuk menghentikan dialog mengenai perdamaian dengan negara tetangganya, Korea Selatan.

Ada sekitar 250 orang personel militer AS dari divisi infanteri dan aviasi yang dilibatkan dalam latihan tersebut.

"Setiap divisi tempur harus melakukan ini setiap tahunnya, divisi udara didatangkan untuk menembak target-target yang bervariasi dengan sistem persenjataan masing-masing," kata Mike Brewer, Chief Warrant Officer AS mengenai manuver tersebut.

Ada lebih dari 28.000 orang pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan. Jumlah tersebut merupakan bagian dari misi dukungan militer AS di Korea Selatan sebanyak 665.000 orang. Di sisi lain, militer Korea Selatan terdiri dari 1,1 juta personel.

Di sisi lain, pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il dikabarkan mengawasi latihan gabungan, demikian diberitakan oleh AFP. Langkah tersebut agaknya merupakan ancaman balasan terhadap Korea Selatan. Dalam latihan tersebut, Kim Jong-Il menyaksikan pasukannya menghancurkan dan membumihanguskan "kamp musuh".

Kim Jong-Il, yang melakukan inspeksi terhadap latihan tempur gabungan antara angkatan darat, laut, dan udara dari tribun khusus, tampak amat puas, demikian dilaporkan oleh kantor berita KCNA.

Namun, tidak diungkapkan kapan atau dimana latihan tersebut digelar.

Inspeksi tersebut menjadi inspeksi latihan gabungan militer pertama Kim Jong-Il sejak ditunjuk sebagai komandan tertinggi militer Korea Utara oleh sang ayah, Kim Il-Sung, pada bulan Desember 1991 lalu.

"Ketika pasukan diperintahkan untuk memulai latihan, korps pesawat, kapal perang, dan artileri darat melancarkan hujan tembakan tanpa ampun kepada "kelompok musuh" dengan koordinasi yang rapat, kemudian menghancurkan "kamp musuh" hingga berkeping-keping dan menjadikannya lautan api," kata KCNA pada hari Minggu.

Yang Moo-Jin dari Studi Khusus Korea Utara di Universitas Seoul, mengatakan bahwa pemberitaan KCNA tersebut merupakan kelanjutan dari unjuk kekuatan Korea Utara terhadap Seoul yang dilakukan pekan sebelumnya.

Pada hari Jumat lalu, Pyongyang mengancam untuk memutuskan segala bentuk dialog dengan Korea Selatan jika Seoul menolak meminta maaf atas rencana mengambil untuk terhadap ketidakstabilan politik di negara komunis tersebut.

"Beredarnya pemberitaan mengenai Kim (Jong-Il) yang menyaksikan latihan militer besar-besaran memang sengaja dirancang untuk memamerkan kekuatan terhadap Korea Selatan, hal itu menjadi bagian dari perang psikis Korea Utara," kata Yang kepada AFP.

Ancaman Pyongyang untuk menghindari proses dialog merupakan tanggapan dari "rencana darurat" Seoul untuk mengambil alih kekuasaan Korea Utara jika rezim penguasa negara komunis tersebut ambruk atau mengalami kudeta.

Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara (NDC) yang dikepalai langsung oleh Kim Jong-Il, mengutuk rencana tersebut dan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah bentuk kejahatan. Pemimpin negara komunis tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya akan melancarkan "perang suci" untuk memerangi siapapun yang mengemukakan rencana tersebut.

Ketegangan di semenanjung Korea semakin memuncak sejak bulan April tahun lalu, ketika Korea utara menarik diri dari dialog pelucutan senjata menyusul kecaman terhadap uji coba nuklir yang digelar negara komunis tersbut. Korea Utara juga melakukan uji coba nuklir kedua satu bulan kemudian, mendatangkan seruan sanksi yang lebih keras dari AS dan Korea Selatan. (dn/pv/af) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon