Richard Holbrooke, utusan khusus AS untuk Pakistan dan Afghanistan, diharapkan akan membahas hal tersebut dan juga sejumlah gagasan lainnya ketika ia memulai kunjungan ke India kemarin, kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertamanya dalam waktu hampir satu tahun lamanya.
Robert Gates, Menteri Pertahanan AS, juga tiba di Delhi hari ini untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kerjasama di Afghanistan dan meningkatkan penjualan senjata AS ke India.
Dua kunjungan tersebut dilakukan menyusul kunjungan Sir Richard Crowper-Coles utusan "Afpak" Inggris, ke New Delhi pada pekan lalu untuk membahas mengenai proposal pelatihan ANP dengan para pejabat.
Aktivitas diplomatik tersebut mencerminkan kuatnnya keinginan dari ketiga kubu untuk meningkatkan kejasama dalam bidang keamanan regional, meski ada perbedaan mengenai masalah Pakistan, sebuah negara sekutu dekat AS yang juga merupakan musuh besar India.
India menolak untuk dilibatkan dalam pengarahan ulang Holbrooke tahun lalu, India juga menolak upaya-upaya untuk membahas isu Kashmir, yang sama-sama diklaim oleh India dan Pakistan, banyak pihak memandang maslah Kashmir sebagai akar dari ketidakstaliban regional antara kedua negara.
Akan tetapi, saat ini India tampaknya ingin memainkan peranan yang lebih aktif di Afghanistan, karena pihaknya mengkhawatirkan jika Pakistan mengambil alih kekuasaan Taliban ketika pasukan asing telah pergi.
"Kami telah menghabiskan banyak waktu untuk berbicara kepada AS," kata M.K. Narayanan, Penasihat Keamanan Nasional India, kepada The Times. "Kami terlibat dalam infrasruktur, kami terlibat dalam perbaikan jalan dan listrik, kami bahkan bersedia melakukan hal yang lebih," kata Narayanan tanpa menyebutkan secara terperinci hal apa yang bersedia dilakukan India.
India juga berkeinginan untuk mengimbangi pengaruh China, negara rival India yang tengah mengembangkan tambang perunggu berukuran besar di sebelah selatan Kabul, ditambah dengan rencana untuk membangun rel kereta api di sepanjang wilayah Afghanistan. AS berharap agar India dapat mempergunakan pengaruhnya di bidang ekonomi, politik, dan militer untuk bertindak sebagai pengawas di kawasan tersebut,
Akan tetapi, apapun bentuknya, keterlibatan India dalam urusan Pakistan membuat marah warga, yang menuduh India telah memanfaatkan konsulatnya di Pakistan untuk menyusupkan para gerilyawan di Pakistan.
Kedutaan besar AS menolak membeberkan rincian lebih lanjut mengenai kunjungan Holbrooke, atau kunjungan Gates. Namun, Narayanan mengatakan bahwa para utusan AS mencoba mengeksplorasi cara-cara aar India dapat memberikan kontribusi lebih di Afghanistan, kemungkinan dengan cara melatih ANP yang berkekuatan 82.000, sebuah hal yang berada di tangan Jerman sejak tahun 2002.
"Kami harus mendapatkan lembaga terbaik untuk melatih para polisi dan juga pasukan militer dengan seluas-luasnya," kata Narayanan.
Narayanan menyatakan bahwa India percaya Pakistan masih menggunakanan teror sebagai sarana kebijakan. Kepada sebuah harian Inggris di New Delhi, Narayanan menyatakan bahwa Pakistan tidak mengambil tindakan apa pun untuk meredam kelompok militan sejak serangan Mumbai.
Narayanan juga mengkritik Inggris karena telah menerima alasan bahwa kelompok-kelompok tersebut berada di luar kendali Pakistan. "Inggris masih ragu-ragu dalam hal ini," ujarnya.
Narayanan menyatakan bahwa ia masih memandang China sebagai prioritas yang semakin tinggi bagi aparat keamanan India. Pada tanggal 15 Desember yang lalu, telah terjadi serangan cyber terhadap para kontraktor pertahanan AS serta perusahaan-perusahaan keuangan dan teknologi. Narayanan menyatakan bahwa kantornya dan departemen pemerintahan yang lain menjadi target pada hari tersebut. "Masyarakat tampaknya cukup yakin bahwa itu merupakan perbuatan China. Sulit menemukan sumbernya, namun ini adalah kecurigaan utama. Tampaknya telah ditemukan dengan baik," kata Narayanan. China sendiri menyangkal telah berperan dalam serangan cyber tersebut. (dn/to/sm) www.suaramedia.com
- Kelompok Oposisi Pakistan Serukan Pengusiran Robert Gates
- Gates: Al-Qaeda Cetuskan Perang Baru India - Pakistan
- Matikan Lampu, Korsel Paksa Warganya Jadi Pabrik Bayi
- Dokumen PBB Ungkap Parahnya Korupsi Afghanistan
- AS: Pasukan Afghanistan, Kunci Penting Kampanye Anti-Taliban














