Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

AS: Pasukan Afghanistan, Kunci Penting Kampanye Anti-Taliban

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) – Sersan Peleton militer Afghan, Gul Wazir, merekrut empat penterjemah baru untuk bergabung dengan unitnya saat mereka bersiap melakukan patroli jalan kaki yang dapat berubah menjadi sangat berbahaya di sebuah kota terpencil di selatan Afghan.

Wazir dan unitnya yang beranggotakan 32 orang, beroperasi bersama resimen ke-6 Angkatan Laut Batalion Pertama Amerika, adalah bagian penting di provinsi Helmand, yang merupakan fokus dari gelombang  pasukan AS yang menghadapi Taliban.

"Saya memerlukan kalian untuk memberitahu kami jika mendengar apa pun dari pihak lawan. Kami ingin mengetahui semuanya jika kita akan memasuki sebuah desa," ujar Wazir kepada rekrutmen baru itu saat rekan Amerikanya berdiri di dekat mereka.

"Kita hanya memiliki satu musuh: Taliban. Kita harus menghabisi mereka dan membawa kebebasan pada bangsa kita."

Ayah berusia 24 tahun ini mulai bekerja bersama pasukan AS enam tahun lalu. Pelatihannya telah membuahkan hasil saat anak buahnya kini mulai menjadi tentara-tentara profesional dengan persenjataan modern Amerika.

Ia juga mendapat pelajaran berharga dalam perencanaan dan strategi, serta bagaimana mengelola informasi – istilah militer untuk melawan propaganda Taliban.

Ia mengatakan bahwa ia yakin Angkatan Laut menghargai kerja kerasnya, dan tinggal dalam satu barak atau bersama-sama di lapangan telah membuatnya menghargai pasukan "invasi" itu.

Namun, menyusul  penetapan garis waktu 18 bulan oleh Presiden Barack Obama untuk mulai menarik mundur pasukan AS, Wazir menakutkan yang terburuk.

"Kami senang bekerja bersama mereka. Kami tidak dapat melakukan apa-apa jika mereka ingin pergi lebih awal."

"Kami adalah pejuang yang bagus, dan saya ingin meyakini bahwa kami telah siap saat mereka (pasukan Amerika) pergi. Namun, begitu juga dengan Taliban."

Obama, Jenderal Stanley McChrystal (kepala pasukan AS dan NATO),  dan Presiden Afghan Hamid Karzai mengatakan bahwa mereka bertekad negara itu akan mengambil alih tanggung jawab keamanan dalam lima tahun.

Untuk memastikan, mereka berencana mencapai target jumlah pasukan keamanan sebesar 400.000, yang terdiri atas polisi dan militer, dalam waktu 18 bulan.

Terdapat sekitar 100.000 tentara dalam pasukan Afghan, yang diperkirakan akan tumbuh menjadi 136.000 tahun depan. Sekutu Karzai menginginkannya tumbuh hingga 240.000 tentara.

Angka yang ambisius ini menimbulkan kekhawatiran bahwa rekrutmen akan dilakukan untuk memenuhi kuantitas, bukan persyaratan kualitas, dari sebuah pemerintahan yang tergesa-gesa untuk akhirnya membuktikan bahwa ia dapat melakukan tugasnya dengan baik.

Para ahli memperingatkan bahwa bangsa itu kekurangan pemuda yang melek huruf, tentara profesional dengan kemampuan memimpin, fasilitas pelatihan, dan uang untuk persenjataan.

Dengan hampir 40.000 tentara tambahan  yang akan tiba di Afghanistan dari AS dan sekutu NATOnya pada tahun 2010, para pemimpin Barat ingin menunjukkan bahwa pasukan Afghan telah membuat cukup kemajuan bagi mereka untuk mulai mempertimbangkan penarikan.

Opini publik Barat telah berbalik melawan komitmen terhadap Afghanistan, ketika para pemilik suara mulai bosan dengan meningkatnya angka kematian dalam perang tersebut.

Jenderal Egon Ramms, seorang komandan Jerman dalam pasukan pimpinan NATO di Afghanistan, mengatakan bahwa tahun lalu dari 94.000 tentara Afghan yang dilatih, 10.000 di antaranya mengundurkan diri, dan diperkirakan 15% dari pasukan angkatan darat adalah pecandu narkoba.

Berharap untuk memperkuat pasukannya, pemerintah Afghan baru-baru ini mengumumkan kenaikan gaji sebesar 33%  bagi tentara dan polisi, yang telah mendorong rekrutmen dan semangat mereka.

Sersan Galen Haffner, yang mengawasi unit Wazir, mengatakan bahwa pasukan Afghan garang di medan tempur namun mentah di sisinya.

Melewati kendala bahasa juga merupakan sebuah masalah, dan instruksi yang disampaikan melalui rantai komando pun harus diulangi dengan hati-hati.

"Mereka ini adalah pejuang sejati. Mereka mungkin lebih baik daripada sebagian besar pemuda Amerika yang ada di sini untuk bertempur," ujar Haffner.

"Tapi saya rasa mereka belum siap untuk melakukannya sendiri."

Secara khusus, ia menggarisbawahi masalah pemeriksaan latar belakang para prajurit untuk kemungkinan hubungan dengan Taliban.

"Tidak ada keraguan tentang kemampuan tempur mereka, namun sekali kita menarik mundur mereka harus melakukannya sendiri," ujar Haffner.

"Tanpa bantuan logistik dari kami dan dukungan tambahan dari pemerintah Afghan, mereka akan gagal." (rin/yh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon