Kepada CNN, Tariq mengatakan, "Hakimullah Mehsud masih hidup dan masih menjadi pemimpin kami serta komandan mujahidin. Semua laporan berita yang menyebutkan mengenai kematiannya hanyalah propaganda media AS.
Pekan lalu, sejumlah sumber militer Pakistan membenarkan pemberitaan yang menyebutkan mengenai kematian Mehsud.
Juru bicara militer, Brigadir Jenderal Athar Abbas mengatakan; "Pimpinan militer masih belum mengkonfirmasikan informasi ini."
Sebelumnya, sejumlah saluran televisi melaporkan bahwa pemimpin Tehrik-i-Taliban Pakistan tersebut terbunuh dalam serangan drone di Waziristan Utara. Kejadian tersebut bertempat di desa Garyom. Kala itu ada dua buah peluru kendali yang ditembakkan ke arah kediaman Muhammad Yaqoob, seorang pemimpin suku, dan mengakibatkan kematian 11 orang.
Berbicara kepada rediff.com dari sebuah lokasi di Waziristan melalui telepon, Azam Tariq mengatakan, "Hakimullah Mehsud masih hidup, yang terbunuh dalam serangan tersebut adalah anggota suku biasa."
Azam Tariq bertanya-tanya, "Bagaimana mungkin (Hakimullah) Mehsud terbunuh di Waziristan Utara, padahal ia kini tengah memimpin para pejuang di Waziristan Selatan."
Dia juga mengkritik pemberitaan media yang telah menyebarkan laporan berita tidak berdasar. Ia menambahkan, "Media betul-betul tidak bertanggung jawab karena mengabarkan laporan palsu. Hakimullah juga dilaporkan terbunuh pada bulan Agustus tahun lalu, padahal semua orang melihat bahwa dia selamat."
"Sebenarnya hal itu adalah rencana untuk menciptakan kepanikan di kalangan gerilyawan, tapi musuh-musuh kami tidak akan pernah berhasil dalam melaksanakan rencana mereka."
Bulan Oktober tahun lalu, Hakimullah Mehsud, pemimpin Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) yang disangka oleh para pejabat AS dan Pakistan telah tewas, muncul di hadapan sekelompok kecil wartawan di sebuah lokasi di Waziristan Selatan, ia berjanji akan membalaskan kematian pendahulunya, Baitullah Mehsud dan melancarkan serangan terhadap pasukan AS dan Pakistan.
Dalam pertemuan dengan para wartawan, Hakimullah ditemani oleh komandan Fidayeen-i-Islam, Qari Hussain Mehsud, pemimpin Taliban Waziristan Selatan, Waliur Rehman Mehsud dan juru bicara TTP, Azan Tariq.
Dia mengatakan bahwa baik Pakistan maupun AS terlibat dalam serangan drone yang menewaskan wanita dan anak-anak Pakistan dalam jumlah besar.
Hakimullah mengatakan bahwa Pakistan didirikan atas nama Islam, namun para penguasa Pakistan justru tunduk kepada Amerika Serikat dan lobi Yahudi.
"Inilah mengapa kami menentang penguasa dan tentara Pakistan. Taliban tidak melawan rakyat Pakistan."
Mehsud mengatakan bahwa jihad akan terus dilanjutkan hingga hukum Syariah telah ditegakkan di negara tersebut, ia menambahkan bahwa Taliban telah berjuang melawan hegemoni AS di Pakistan selama delapan tahun. "Kami akan memenangkan pertempuran melawan orang-orang kafir."
Pemimpin TTP tersebut kemudian menuding pemerintah Pakistan telah menyediakan tanah seluas 404 hektar untuk melakukan ekspansi kedutaan AS, ia juga mengatakan bahwa AS menyewa lebih dari 200 rumah di Islamabad untuk mempromosikan agenda mereka. (dn/im/rd/dn) www.suaramedia.com
- IED Tak Terdeteksi, Senjata Terbaru Taliban Hadapi Penjajah Asing
- Penutupan Molor, Pasukan AS Jadi Sasaran Empuk Taliban
- AS Siap Luncurkan Serangan Ala Fallujah Untuk Hancurkan Afghanistan
- Afghanistan Kritis, Komandan AS Ragukan Kemenangan
- Dukung Rezim Pembantai, PM Australia Dilawan Keponakan Sendiri














