Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Taliban: Tawaran Hamid Karzai Sia-Sia Dan Lucu

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) - Para pejuang Taliban Afghanistan menolak tawaran rekonsiliasi yang diulurkan oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Taliban mengungkapkan penolakan mereka lewat situs web mereka Al-Emarah. Pada hari Minggu (07/02), Taliban menyebut tawaran Karzai sebagai sesuatu yang "sia-sia" dan lucu. Walau demikian, Taliban menyatakan bahwa mereka terbuka untuk melakukan pembicaraan sehubungan dengan pendirian negara Islam.

"Ini bukan pertama kalinya rezim Kabul dan negara-negara penginvasi ingin melempar debu ke mata dunia dengan cara mengumumkan rekonsiliasi lewat kata-kata dan, dalam kenyataanya, bersiap-siap untuk melakukan perang," Demikian pernyataan Taliban.

"Dengan demikian, mereka menciptakan kondisi yang sama saja dengan memperparah perang, bukan meredakan perang. Misalnya, mereka ingin Mujahidin meletakkan senjata, menerima konstitusi dan menanggalkan perjuangan. Tak seorang pun bisa menyebut ini rekonsiliasi."

Taliban menegaskan tujuan mereka, termasuk kemerdekaan sepenuhnya Afghanistan dan pendirian sistem Islami.

"Prioritas pertama kami adalah mencapai tujuan-tujuan trsebut melalui pembicaraan dan negosiasi," tulis Taliban.

"Namun, jika kekuatan-kekuatan penginvasi di Afghanistan tidak siap memberi masyarakat Afghan hak-hak alami mereka, maka pejuang Mujahidin dari Emirat Arab bertekad untuk terus berjuang sampai tujuan tersebut tercapai."

Pasukan NATO telah menginvasi Afghanistan pada tahun 2001. Taliban pun kehilangan kekuasaan mereka. Namun, Taliban terus mengadakan perjuangan dan gerakan tersebut kian kuat pada tahun-tahun belakangan ini. Para komandan NATO mengatakan bahwa mereka berharap dapat meredakan situasi pada tahun ini.

Bulan lalu, dalam sebuah konferensi di London, Karzai menghimbau diadakannya "loya jirga" sebagai awal pembicaraan damai . Loya jirga adalah sebuah dewan sesepuh. Karzai juga mengumumkan adanya sebuah dana internasional untuk memberi penghargaan kepada para pejuang Taliban yang meletakkan senjata. Usai menghadiri konferensi, Karzai melakukan perjalanan ke Arab Saudi guna melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Arab agar bersedia membantunya merangkul kaum militant.

Dalam konferensi di London tersebut, para pemimpin Barat menyetujui sebuah komunike yang mengatakan bahwa masyatrakat Afghan yang menanggalkan perjuangan dan menerima konstitusi akan diterima dalam proses politik. Komunike tersebut merupakan pertanda bahwa para pemimpin Barat mendukung langkah Karzai.

Namun, Taliban memandang upaya para pemimpin Barat tersebut tak lebih dari upaya untuk mengelabui orang-orang yang anti perang di Barat, sehingga orang-orang tersebut percaya bahwa pemimpin mereka menjunjung perdamaian. Sementara, para pemimpin negara Barat sendiri saat ini sedang menyiapkan serangan ke propinsi Helmand.

Pada hari Kamis (04/02), NATO mengumumkan akan dilaksanakannya sebuah operasi militer  di propinsi Helmand yang berada di selatan Afghanistan. Ribuan tentara Afghan dan tentara asing telah disiagakan.

Operasi militer tersebut akan menjadi operasi militer terbesar sejak pasukan yang dipimpin AS menginvasi Afghanistan. Sasaran operasi militer tersebut adalah kota Marjah yang dipercaya sebagai sarang pejuang Taliban. Marjah juga dipercaya sebagai hub perdagangan opium yang dikendalikan oleh Taliban. Taliban dipercaya memanfaatkan perdagangan opium sebegai sumber dana mereka. (es/alj/reu) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon