Ketua Jamiat Ulema-e-Islam, Maulana Fazal-Ur-Rehman, pada hari Senin mengatakan bahwa diperkirakan ada 9.000 orang anggota Xe Services LLC (dulunya dikenal dengan nama Blackwater) yang beroperasi di Pakistan.
Dia mengatakan bahwa jumlah anggota Blackwater yang beroperasi di ibu kota Pakistan bahkan melebihi jumlah petugas kepolisian Islamabad, yang berada pada kisaran angka 7.000 orang.
Fazal-Ur-Rehman mengutuk kehadiran Blackwater, ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk penjajahan asing di Pakistan. Ia juga mengatakan bahwa Blackwater sepenuhnya bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok seperti Taliban di negara tersebut. Menurutnya, Blackwater telah mengacaukan sebuah pemerintahan yang memiliki demokrasi lemah.
Dalam sebuah pertemuan denga Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari pada akhir pekan lalu, Fazal mengatakan bahwa penghentian aktivitas militer di kawasan suku Pakistan akan mampu menormalkan kembali situasi di kawasan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik, berulangkali membantah keberadaan anggota Blackwater di negara tersebut. "Sama sekali tidak ada organisasi yang namanya Blackwater di Pakistan," kata menteri tersebut pada bulan Januari lalu.
Akan tetapi, mantan kepala badan intelijen Pakistan, Asad Durani, dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengatakan kepada Press TV bahwa dirinya bisa memastikan keterlibatan kontraktor keamanan AS yang tersohor karena keburukannya tersebut dalam serangkaian serangan pesawat tanpa awak atau drone di kawasan barat laut Pakistan.
Serangan drone AS yang selalu jauh dari akurat telah merenggut nyawa ribuan orang warga sipil Pakistan di wilayah suku Pakistan yang terletak di barat laut negara tersebut. Akibatnya, muncul sentimen anti AS dalam jumlah besar di Pakistan.
Menanggapi penyangkalan pemerintah Pakistan, para anggota legislatif negara tersebut, dari berbagai kubu, mendesak pemerintah untuk membuka mulut dan mengakui keberadaan kontraktor keamanan karena fakta yang terkumpul mampu membuktikan keberadaan Xe Services LLC di negara tersebut.
Seruan tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan AS mengakui bahwa Xe Services LLC dan DynCorp – keduanya merupakan kontraktor swasta AS – memang beroperasi di Pakistan.
Pekan lalu. Taliban Pakistan mengklaim bahwa serangan yang mereka lakukan di distrik Dir, Provinsi Barat Laut Pakistan, telah menewaskan personel militer AS. Taliban mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk membalas para kontraktor Xe yang beroperasi di kawasan tersebut.
Richard Holbrooke, utusan khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan, membenarkan bahwa memang ada personel militer AS yang terbunuh, namun ia tetap bersikukuh bahwa klaim Taliban tersebut merupakan propaganda.
Kematian para prajurit AS tersebut merupakan kematian personel militer AS yang pertama kali terjadi di Pakistan. (dn/pv/up)www.suaramedia.com
- AS Sebarkan Lebih Banyak Pusat Pelatihan Di Pakistan
- Peringati Kematian Tokoh Muslim, Kashmir Lumpuh
- Uji Coba Nuklir Berradius 5000 km India Sulut Ketegangan
- Khawatir Invasi "Alien", China Tarik Avatar Dari Peredaran
- Bantuan Raksasa Rusia Perkuat Teknologi Militer Sri Lanka















