"Kami tengah mengupayakan adanya transfer teknologi, termasuk di dalamnya teknologi baru untuk militer kami dan juga teknologi satelit baru melalui kesepakatan ini," demikian kata Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Rohitha Bogollagama.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut terjalin di tengah-tengah kunjungan empat hari ke kota Moskow yang dilakukan Presiden Mahinda Rajapakse.
Rajapakse dan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga membahas mengenai kerjasama teknologi dalam bidang eksplorasi minyak, energi yang dapat diperbaharui, penerbangan dan pariwisata, demikian kata Bogollagama.
Bogollagama tidak membeberkan rincian mengenai kesepakatan dengan Rusia, namun RIA Novosti, kantor berita Rusia, mengatakan bahwa Sri Lanka akan memperoleh akses pendanaan selama lima tahun untuk membeli persenjataan Rusia. Dana yang dipinjam bisa dikembalikan dalam jangka waktu 10 tahun.
"Rusia telah menyetujui pinjaman raksasa sebesar $300 juta dengan jangka waktu pinjaman 10 tahun untuk membeli persenjataan dan teknologi militer untuk mendukung tentara Sri Lanka," demikian kata Deputi Menteri Kejuangan Rusia, Dmitry Pankin.
Sejumlah sumber mengatakan bahwa dalam kesepakatan tersebut, juga disertakan perbaikan perlengkapan militer Rusia yang sebelumnya dikirimkan ke Sri Lanka.
Rusia, China dan Pakistan menjadi pemasok utama persenjataan untuk Sri Lanka dalam konflik berkepanjangan melawan gerakan Macan Tamil yang berakhir pada bulan Mei tahun lalu, setelah pasukan pemerintah menghabisi pemimpin gerakan tersebut.
Bulan Mei tahun lalu, Sri Lanka memesan sejumlah helikopter angkut militer dan sejumlah persenjataan lainnya dari Rusia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Sri Lanka kepada RIA Novosti.
"Saya telah mencapai kesepakatan dengan Rusia mengenai pinjaman untuk membeli perlengkapan militer, utamanya helikopter untuk Angkatan Udara, dan sejumlah persenjataan lainnya," kata Gothabaya Rajapaksa.
Rajapaksa tidak membeberkan secara lebih terperinci mengenai jumlah helikopter yang dipesan, namun ia menambahkan bahwa helikopter tersebut amat diperlukan untuk mengangkut para personel militer.
"Kami akan membutuhkan helikopter-helikopter tersebut di masa mendatang. Kami telah mempergunakan (helikopter buatan Rusia) Mi-17 dan Mi-24, dan kami membutuhkan lebih banyak lagi," kata pejabat Sri Lanka tersebut.
Dia menambahkan bahwa Sri Lanka bersedia mengembangkan hubungan militer yang lebih kuat dengan Rusia.
"Kami ingin membawa hubungan kedua negara ke tingkatan yang memungkinkan kami saling berbagi pengalaman (tempur)," kata Rajapaksa.
Salah satu bentuk kerjasama militer tersebut bisa jadi dalam bentuk bantuan Rusia untuk menyisir dan menyingkirkan ranjau di sebelah utara Sri Lanka.
Pemerintah Sri Lanka terlibat perang dengan kelompok Macan Tamil sejak lama. Kelompok yang berbasis di sebelah utara Sri Lanka tersebut didirikan pada tahun 1976. Kelompok Macan Tamil berupaya mendirikan negara merdeka di sebelah utara dan timur Sri Lanka. Sejak konflik tersebut pecah pada tahun 1983, lebih dari 80.000 orang telah tewas. (dn/dn/sf/dt) www.suaramedia.com
- Kesaksian Afghan Buktikan Kekerasan AS Dalam Pesta Kelahiran
- AS Sebarkan Lebih Banyak Pusat Pelatihan Di Pakistan
- Peringati Kematian Tokoh Muslim, Kashmir Lumpuh
- Uji Coba Nuklir Berradius 5000 km India Sulut Ketegangan
- Khawatir Invasi "Alien", China Tarik Avatar Dari Peredaran














