Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Peringati Kematian Tokoh Muslim, Kashmir Lumpuh

E-mail Cetak PDF

SRINAGAR (Berita SuaraMedia) – Pada hari Kamis (12/02), kota Kashmir lumpuh akibat adanya sebuah pemogokan.

Pemogokan tersebut merupakan bagian dari peringatan hukuman mati tokoh Muslim, Mohammad Maqbool Bhat. Bhat dihukum mati pada tanggal 11 Februari 1984 atas tuduhan membunuh seorang petugas intelijen. Keluarga Bhat dan para pendukung Bhat mengatakan bahwa tuntutan itu dibuat-buat. Bhat dimakamkan di penjara Tihar, New Delhi. Pemogokan di Kashmir tersebut berlangsung sepanjang hari dan disponsori oleh kelompok Jammu Kashmir Liberation Front (JKLF).

Kashmir adalah wilayah India yang berada di sekitar pegunungan Himalaya dan berbatasan dengan Pakistan. Berbeda dengan masyarakat India yang umumnya beragama Hindu, mayoritas penduduk Kashmir beragama Islam. Kashmir menjadi rebutan antara India dan Pakistan. Hanya sebagian saja wilayah Kashmir yang berada dalam wewenang Pakistan. Namun, Pakistan mengklaim Kashmir secara keseluruhan.

JKLF adalah sebuah kelompok yang menginginkan Kashmir berdiri sebagai sebuah negara merdeka. Mohammad Maqbool Bhat adalah pendiri kelompok tesebut. Pada tahun 1989, JKLF mengangkat senjata dan melawan pemerintah India demi mewujudkan cita-cita Kashmir merdeka. Pada tahun 1994, JKLF mengubah strategi. Kelompok tersebut menanggalkan senjata dan menggantinya dengan kampanye. Kampanye tak hanya ditujukan untuk menghadapi pemerintah India, tapi juga pemerintah Pakistan yang turut menginginkan Kashmir.

Pada hari Kamis tersebut, JKLF mendorong penduduk Kashmir untuk menggelar demonstrasi. Di Srinagar, ibukota Kashmir, dan kota-kota berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, toko-toko tutup. Begitu pula berbagai tempat usaha, bank, dan perkantoran. Demonstrasi itu bersifat multi tujuan: selain untuk menekan pemerintah India agar mendukung kemerdekaan Kashmir, juga untuk menekan pemerintah agar mengembalikan jenazah Bhat ke kampung halamannya. Akibat demonstrasi yang disertai pemogokan tersebut, Kasmir lumpuh seharian penuh.

Di Srinagar, acap kali terjadi protes yang disertai dengan kekerasan. Minggu lalu, dua remaja telah tewas, diduga oleh petugas keamanan. Maka, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, pemerintah pun menyiagakan ribuan personel polisi dan petugas paramiliter.

"Kami menerapkan pembatasan tehadap gerakan sipil guna menjaga keamanan dan ketertiban," kata Pervez Ahmed, seorang petugas polisi.

Polisi dan paramiliter Central Reserve Police Force (CRPF) membuat barikade di berbagai tempat. Kawat berduri dipasang di mana-mana. Jalanan lengang, tak ada angkutan umum yang melintas. Kendaraan pribadi tampak sesekali.

Polisi menahan pemimpin JKLF, Yasin Malik, beserta para pemimpin senior JKLF lainnya, di kantor polisi setempat. Para pendukung JKLF berusaha melakukan sebuah prosesi di Maisuma, namun dicegah oleh polisi. Sebuah laporan dari Trehgam, kampung halaman Bath yang terletak di distrik Kupwara, sebelah utara Kasmir, menyatakan bahwa para pendukung JKLF melakukan prosesi sambil meneriakkan yel-yel kemerdekaan. (es/yh/nk) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon