Pusat pelatihan baru itu akan melengkapi dua pusat yang telah beroperasi di Pakistan, dan akan digunakan untuk mempercepat dan memperluas pelatihan terhadap pasukan Pakistan yang dianggap sebagai kunci untuk membasmi para pemimpin Al Qaeda yang bersembunyi di sepanjang perbatasan pegunungan.
Rencana itu akan menempatkan pasukan AS lebih dekat ke Al Qaeda dan Taliban, sebuah ekspansi yang dikaliberkan dengan hati-hati dari peran militer di dalam Pakistan, di mana para pejuang diyakini merencanakan serangan selanjutnya terhadap AS.
Menyusun kepegawaian di pusat pelatihan baru membutuhkan peningkatan dalam lebih dari 100 pasukan operasi khusus AS di Pakistan untuk upaya pelatihan, namun pejabat Pentagon belum mengetahui seberapa besar peningkatan yang dibutuhkan.
Pemerintah AS melihat upaya mereka untuk melatih pasukan Pakistan, termasuk Korps Perbatasan paramiliter, komando Kelompok Agen Khusus, dan Angkatan Daratnya, sebagai kesuksesan yang terus berkembang.
Disambut oleh Islamabad, pelatihan itu membantu memperbaiki hubungan antara Amerika dan Pakistan, sementara juga memberikan akses yang lebih baik kepada pasukan operasi khusus AS ke wilayah-wilayah perbatasan yang didominasi Al Qaeda dan sekutu-sekutu aliansinya.
Pada saat yang sama, jumlah pasukan Amerika yang kecil namun terus bertambah di Pakistan juga telah menjadi target. Minggu lalu, tiga tentara operasi khusus AS yang berpartisipasi dalam program tingkat rendah terbunuh dan dua lainnya terluka oleh sebuah bom yang dipasang di tepi jalan.
Mereka adalah korban jiwa pertama dari militer AS dalam tiga tahun penempatan mereka di kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Para pemimpin senior Al Qaeda yang diyakini beroperasi di perbatasan pegunungan, dan Taliban yang juga berada di area itu mengarahkan operasi melawan AS dan sekutu-sekutunya.
Bantuan militer ke Pakistan, yang dapat bertambah menjadi 1.2 miliar dolar AS di bawah rencana anggaran tahun 2011 milik pemerintahan Obama, dianggap sebagai kunci untuk memenangkan perang Afghan dan pertempuran melawan Al Qaeda dan Taliban.
Rencana ekspansi itu datang saat Pentagon juga tengah bersiap untuk menyetujui pemberian bantuan baru sebesar jutaan dolar kepada mitra koalisinya yang bertempur di Afghanistan.
Setelah lebih dari satu tahun menekan Islamabad, pemerintah AS mengekspresikan peningkatan rasa puas dengan operasi ekspansi Pakistan melawan kelompok militan di perbatasan.
Saat pasukan Pakistan memperluas operasi tempurnya ke perbatasan, mereka semakin kesulitan berjalan kembali ke pusat-pusat pelatihan – yang satu ada di provinsi perbatasan barat laut dan satunya ada di Balochistan.
Rencananya sekarang adalah membangun sejumlah pusat pelatihan yang lebih kecil di provinci perbatasan barat laut, lebih dekat dengan pasukan Pakistan.
Pemerintah mengatakan bahwa pembangunan pusat-pusat pelatihan baru itu akan bergantung pada kapan dan di mana mereka dapat dibangun di kawasan pegunungan yang sulit. Operasi tempur diperkirakan akan meningkat saat persenjataan berkembang.
Militer Pakistan telah melipatgandakan kehadirannya di sepanjang perbatasan,karena itu untuk menarik unit-unit tersebut dari garis depan guna mendapat pelatihan akan berarti lebih sedikit pasukan yang berjaga-jaga.
Pemerintah AS mengatakan bahwa mereka berharap akan melatih lebih dari 9.000 anggota Korps Perbatasan dan memotong waktu pelatihan mereka dari empat tahun menjadi dua tahun.
Rencana menambah lebih banyak pelatih juga akan bergantung pada apakah AS dapat memperoleh visa dari pemerintah Pakistan.
Negara Islam tersebut telah menahan visa untuk diplomat dan anggota militer AS, tampaknya karena penentangan negara itu terhadap ekspansi operasi AS di sana. (rin/dn) www.suaramedia.com
- PM Gilani: Masalah Kashmir Serupa Dengan Konflik Palestina
- Target Ganda AS Di Afghanistan: Taliban Dan Opium
- Jepang Semakin Tergencet Relokasi Pangkalan Militer AS
- Insiden Toko Roti Halangi Pembicaraan Damai Pakistan - India
- Kesaksian Afghan Buktikan Kekerasan AS Dalam Pesta Kelahiran














