Webb mengatakan bahwa dirinya terbuka untuk mendengarkan pendapat mengenai cara penyelesaian perselisihan seputar relokasi pangkalan Marinir AS di Jepang.
Webb, yang memulai kujungan ke Jepang dan Guam, juga membahas mengenai masalah penarikan kendaraan yang dilakukan oleh raksasa otomotif Jepang, Toyota, Yang menjadi pokok pembicaraan dalam rapat dengar pendapat kongres pekan depan. Isu Toyota tersebut adalah masalah bisnis yang dapat mempengaruhi hubungan politik antara Jepang dan AS.
Hubungan AS dan Jepang memburuk setelah pemerintahan baru Jepang menunda rencana memindahkan pangkalan Marinir Futenma ke sebelah selatan pulau Okinawa karena mendapatkan tentangan dari penduduk setempat.
Pada tahun 2006, Washington dan Tokyo sama-sama menyetujui pemindahan pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan Marinir Futenma. Dari kota besar Ginowan di Okinawa, menuju kota Nago yang berukuran lebih kecil.
Akan tetapi, pemerintah baru Jepang yang mulai naik tahta pada bulan September tahun lalu mengumumkan bahwa pihaknya baru akan mengambil keputusan pada bulan Mei mendatang.
Webb, seorang anggota Komite Layanan Persenjataan Senat AS, mengatakan bahwa tujuan utama dari kunjungannya ke Jepang adalah untuk mendengarkan pandangan dari pemerintah Jepang.
"Bisa jadi ada sejumlah pilihan praktis," kata Webb. "Saya tidak ingin mengemukakan pilihan-pilihan tersebut hari ini, karena saya tidak ingin merusak diskusi yang akan kami (AS dan Jepang) lakukan."
Meski senator AS tersebut menyerukan adanya solusi yang "mengutamakan kepentingan warga Jepang", dia tetap bersikeras agar pangkalan AS tidak dipindah dan tetap berada di Okinawa. Padahal, penduduk Okinawa sendiri ingin agar pangkalan AS tersebut dipindahkan dari pulau tersebut.
Sejumlah kecelakaan dan kejahatan yang dilakukan oleh personel militer AS di sekitar wilayah hunian penduduk Okinawa membuat warga setempat bersikap antipati terhadap kehadiran pasukan AS.
Sebuah kasus perkosaan yang dilakukan oleh tiga personel militer AS terhadap seorang pelajar putri membuat marah penduduk Okinawa. Mereka menuntut agar pangkalan tersebut ditutup dengan alasan keamanan setelah sebuah helikopter AS mengalami kecelakaan dan jatuh di kampus sebuah universitas setempat pada tahun 2004 lalu.
Webb, yang telah berkali-kali melakukan kunjungan ke Okinawa dalam 40 tahun terakhir – pertama kali sebagai seorang Marinir dalam Perang Vietnam, dan kemudian sebagai perencana pertahanan dan pejabat pemerintah AS – mengatakan bahwa tujuan utama kunjunannya adalah untuk mendengarkan pandangan pemerintah Jepang dan penduduk Okinawa, yang menentang keras kehadiran militer AS.
Pemerintah Obama bersikeras agar Jepang melanjutkan rencana yang telah disepakati pada tahun 2006 untuk memindahkan Futenma ke Nago, kota di sebelah utara Okinawa yang baru-baru ini menunjuk seorang walikota anti pangkalan AS.
Webb mengatakan bahwa dirinya tidak mendukung pemindahan Futenma ke luar pulau Okinawa, seperti yang diinginkan sebagian besar penduduk, tapi dia juga menambahkan bahwa bukan berarti dirinya mendukung posisi pemerintah Obama.
"Negara kami tidak menganut sistem parlementer, jadi saya tidak harus mendukung pemerintah secara khusus," katanya. (dn/pv/ap) www.suaramedia.com
- Senjata Rakitan Taliban Persulit Langkah Pasukan Asing
- Tanda Tanya Di Balik Penangkapan Pimpinan Taliban
- Kontroversi Tomat Rekayasa Genetik AS Di India
- Media Inggris: Klaim Kemenangan Di Helmand Terlalu Dini
- PM Gilani: Masalah Kashmir Serupa Dengan Konflik Palestina













