Selasa, 21 Mei 2013

Headlines:

Media Inggris: Klaim Kemenangan Di Helmand Terlalu Dini

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) – Surat kabar Inggris, The Independent melaporkan bahwa strategi militer Inggris yang diterapkan di Afghanistan tidak berfungsi dengan baik. Harian tersebut menambahkan bahwa berbicara mengenai kemenangan pasca bombardir terhadap markas Taliban di provinsi Helmand adalah sebuah hal yang terlalu dini.

Harian tersebut menambahkan bahwa pasukan Inggris menyerbu kawasan tersebut. Pasukan AS juga menyerbu wilayah selatan Afghanistan dan melakukan serangan bersama dengan pasukan koalisi, untuk pertama kalinya, prajurit Afghanistan turut berpartisipasi.

Menurut The Times, tujuan sebenarnya dari ekspansi operasi militer melawan Taliban adalah untuk menghilangkan kecurigaan di AS dan Inggris pada penghujung masa kehadiran pasukan asing di Afghanistan. Selain itu, pasukan pimpinan AS tersebut berkeinginan untuk memenangkan hati penduduk Helmand dan menyingkirkan Taliban serta mengambil alih wilayah yang dikendalikan kelompok tersebut.

Taliban belum bisa dikatakan kalah. Kekhawatiran bahwa kelompok gerilyawan tersebut memang menarik diri untuk kemudian melancarkan serangan balasan, seperti yang dilakukan Taliban pada tahun 2001. Hal itu membuat klaim kemenangan menjadi sebuah hal yang terlalu dini untuk diucapkan.

Media Inggris juga mempertanyakan akurasi serangan udara yang dilakukan di provinsi Helmand. Ditambahkan pula mengenai dampak buruk yang akan terjadi pada masyarakat sipil Afghanistan.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan bahwa Operasi Moshtarak akan berhasil mengenyahkan Taliban dari provinsi Helmand. Brown tetap merasa yakin meski jumlah pasukan Inggris yang kehilangan nyawa di Afghanistan semakin bertambah.

Ucapan Gordon Brown tersebut dilontarkan setelah muncul kabar kematian seorang prajurit Inggris di medan tempur Afghanistan, kematian tersebut menjadi kematian ketiga yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Prajurit Inggris yang berasal dari Resimen Engineer 36 tersebut tidak turut menjadi bagian dalam Operasi Moshtarak. Prajurit tersebut terbunuh oleh ledakan bom pinggir jalan di dekat pangkalan Ezaray, sebelah timur laut Pusat Distrik Sangin, provinsi Helmand. Demikian menurut keterangan Kementerian Pertahanan Inggris.

Hingga saat ini, total sudah ada 261 orang prajurit Inggris yang tewas sejak operasi militer negara Ratu Elizabeth tersebut dimulai pada tahun 2001 lalu.

Meski angka kematian prajuritnya terus bertambah dari hari ke hari, Gordon Brown tetap bersikukuh mengatakan bahwa pasukan Inggris yang diterjunkan dalam Operasi Moshtarak dapat meraih kemenangan dan mendapatkan simpati dari masyarakat setempat, padahal, minggu lalu ada 12 orang warga sipil yang terbunuh dalam operasi militer Inggris.

Perdana Menteri Inggris tersebut menelepon Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Dalam pembicaraan via telepon tersebut, Brown berjanji kepada Karzai bahwa pasukan koalisi akan melakukan yang terbaik untuk "mencegah kematian yang tidak perlu terjadi". Brown menambahkan bahwa menurutnya, kejadian tersebut tidak akan mempengaruhi "keberhasilan" operasi militer tersebut.

Sementara itu, dua buah roket AS meleset 300 meter dari sasaran dan menghantam sebuah rumah. Tak terhindarkan lagi, para penghuni rumah naas tersebut tewas seketika.

Marsekal Sir Jock Stirrup, Kepala Staf Pertahanan Inggris, mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan sebuah kemunduran bagi Operasi Moshtarak, yang melibatkan ribuan orang pasukan koalisi yang bergabung dengan pasukan Afghanistan untuk menyingkirkan Taliban dari markas mereka di sekitar Marjah dan Nad-e-Ali.

Brown mengatakan, "Saya telah berbicara dengan Presiden Karzai, dan saya ingin dia tahu bahwa kami berupaya keras untuk meminimalkan jatuhnya korban sipil."

"Ribuan orang pasukan bergerak memasuki wilayah konflik dengan para anggota Taliban, dan pasukan kami tentu memiliki risiko terkena ledakan bom."

"Kami harus melakukan segalanya untuk mengamankan pasukan kami, tapi pada saat yang bersamaan juga memenangkan dukungan dari rakyat Afghanistan, membuat mereka mendukung konstitusi Afghanistan dan menjauhi Taliban."

"Saya yakin kami akan mampu mengatasi Taliban, karena rakyat tidak ingin hidup dalam ketakutan yang diciptakan Taliban. Mereka juga tentu tidak menginginkan ada kemungkinan kembalinya al-Qaeda ke Afghanistan."

Jenderal Stanley McChrystal, komandan tertinggi NATO di Afghanistan, menyampaikan permintaan maaf atas melesetnya tembakan roket tersebut. McChrystal juga mengatakan bahwa pihaknya menghentikan penggunaan roket, hingga dilakukan tinjauan ulang terhadap peristiwa tersebut.

Sebelum serangan tersebut dimulai, pada hari Sabtu lalu Presiden Karzai bersama dengan para petinggi militer Afghanistan dan pasukan asing berjanji bahwa mereka akan "amat berhati-hati dan menjaga keselamatan warga sipil."

Para petinggi militer umumnya merasa puas dengan permulaan operasi tersebut. Namun, ketika ditanya mengenai jatuhnya korban sipil. Sir Jock mengatakan kepada program BBC, Radio 4 Today: "Hal itu adalah sebuah kemunduran serius."

"Tujuan kami adalah melindungi warga setempat. Menghabisi mereka tentu tidak bisa disebut melindungi."

Namun dia buru-buru menambahkan, "Tapi, tentu saja, dalam setiap konflik ada kecelakaan yang terjadi. Kita harus mengingat bahwa sebagian besar kematian warga sipil bukan diakibatkan oleh serangan Isaf (pasukan koalisi NATO) atau pasukan keamanan Afghanistan, yang jadi penyebab utama adalah Taliban."

Menurut Sir Jock, mungkin diperlukan waktu satu tahun sebelum operasi tersebut bisa dinyatakan berhasil. (dn/im/tg) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon