Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Diburu Waktu, AS Lipatgandakan Tim Khusus Anti-Taliban

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) – Pentagon meningkatkan penggunaan pasukan elit untuk menjalankan operasi khusus di Afghanistan, lebih dari dua kali lipat jumlah pasukan terlatih yang ditugaskan untuk memburu para petinggi Taliban, kata para pejabat senior AS.

Penambahan rahasia tersebut memperlihatkan pandangan pemerintah Obama dan para pemimpin senior militer AS, bahwa AS hanya memiliki waktu terbatas untuk mengurangi kemampuan Taliban. Pasukan AS kini ada di tengah penambahan 30.000 pasukan tahun ini dan berencana memulai penarikan pasukan pada pertengahan 2011.

Operasi untuk memburu para pemimpin Taliban semakin intensif saat militer mempersiapka diri untuk melakukan serangan pada musim panas di Kandahar, kota di Afghanistan selatan yang menjadi tanah spiritual Taliban.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai ingin bernegosiasi dengan Taliban, dan AS serta pasukan sekutu coba membujuk sejumlah anggota Taliban agar bersedia meletakkan senjata dan menjauhi para pemimpin Taliban. Dengan memburu pemimpin Taliban, unit khusus tersebut berhadap dapat meningkatkan tekanan terhadap para anggota Taliban agar bersedia berganti kubu.

Dengan batasan waktu yang demikian pendek, tim elit pemburu tersebut menjadi senjata paling efektif untuk menggoyang kepemimpinan Taliban, kata para pejabat senior. Mereka mengatakan bahwa peningkatan operasi tim tersebut telah semakin mengikis kepemimpinan Taliban. Para pejabat Departemen Pertahanan khususnya mengetengahkan kinerja pasukan khusus dalam melenyapkan para pemimpin level menengah Taliban sebelum serangan Marjah, Februari lalu. Mereka mengatakan bahwa pasukan tersebut telah memulai operasi serupa di dekat provinsi Kandahar.

"Pembunuhan tidak akan bisa mengeluarkan Anda dari hal-hal ini, tapi Anda bisa menghapuskan banyak pengaruh negatif," kata seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS. "Sejumlah besar pemimpin telah melarikan diri melewati perbatasan, ditangkap atau sudah tidak diperhitungkan lagi."

Namun upaya itu bukannya tanpa risiko. Pasukan operasi khusus juga terlibat dalam sejumlah serangan brutal yang berujung pada kematian warga sipil. Kesalahan itu, kata komandan tertinggi AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, dapat mengancam misi secara keseluruhan. Selama bertahun-tahun, Karzai dan para pejabat lain mengalihkan kematian warga sipil akibat tindakan militer AS dan sekutunya.

Dalam sebuah serbuan tanggal 10 Februari di distrik Gardez, sebelah tenggara Afghanistan, yang dipimpin oleh sebuah unit yang tergabung dalam Komando Operasi Khusus Gabungan, mengakibatkan dua orang aparat Afghanistan dan tiga orang wanita tewas.

Komando Operasi Khusus Gabungan, atau JSOC, meliputi unit-unit militer seperti pasukan Delta Force Angkatan Darat dan Team Six dari Angkatan Laut AS, turut bergabung juga pasukan yang ditugaskan sementara untuk komando tersebut, seperti unit Ranger Angkatan Darat.

Delta Force maupun Team Six tidak terlibat dalam operasi Gardez, menurut keterangan seorang pejabat pemerintah, mengisyaratkan bahwa pasukan Ranger atau unit lain yang ditugaskan sementara dalam komando tersebut bertanggung jawab atas serangan itu.

Penyidik Afghanistan menuding pasukan AS menutup-nutupi barang bukti serangan, tuduhan tersebut dibantah militer AS.

Jumlah pasti JSOC amat dirahasiakan. Para pejabat dilarang membahas mengenai jumlah pasukan terselubung atau pasukan yang dikirim ke Afghanistan.

Para penduduk desa takut terhadap pasukan khusus, yang sering melakukan serangan pada malam buta, dan mereka tidak berani membicarakan pasukan khusus secara lantang. Namun, pasukan khusus AS membanggakan diri sebagai orang-orang yang memahami dan menghormati adat setempat. Dan sejumlah unit menjalin hubungan dekat dengan masyarakat Afghanistan.

Unit khusus Angkatan Laut, Delta Force, serta pasukan lain dipecah dalam tim-tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang. Mereka beroperasi secara rahasia, seringkali tidak mengenakan seragam dan mengaabaikan aturan militer mengenai panjang rambut dan jenggot.

Unit Ranger, yang beroperasi dalam jumlah lebih besar, seringkali bertugas mengamankan unit misi khusus, namun mereka sendiri juga menjalankan operasi penangkapan atau pembunuhan.

Sebelumnya, para kritikus mengatakan bahwa pasukan khusus bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil oleh pasukan Barat. Meski para pejabat militer mengakui jumlah warga sipil yang tewas cukup banyak, komando militer Afghanistan tidak yakin bahwa pasukan elit mereka "gelap mata," kata seorang pejabat Departemen Pertahanan.

Sebagian insiden tersebut diakibatkan tingginya tempo operasi militer. Pasukan khusus, termasuk tim-tim JSOC, melakukan setengah atau lebih misi pasukan militer di Afghanistan.

Pasukan rahasia JSOC adalah sebuah sub kelompok militer rahasia yang merupakan bagian dari Komando Operasi Khusus Amerika Serikat. Secara keseluruhan, komando tersebut memiliki 5.800 orang prajurit di Afghanistan untuk menjalankan misi melatih pasukan keamanan Afghanistan dan melakukan misi gabungan dengan komando Afghanistan.

Masih belum jelas apakah jumlah itu termasuk tim berkemampuan khusus, yang diperkirakan hanya berjumlah puluhan orang dan bulan lalu disebut oleh Jenderal David H. Petraeus, kepala Komando Sentral AS, sebagai segelintir pasukan jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan pasukan AS dan sekutu, yang bertambah menjadi lebih dari 140.000 orang.

McChrystal, mantan kepala JSOC, mendukung peningkatan penggunaan pasukan rahasia tersebut, meski disertai batasan penggunaan serangan udara dan peraturan baru mengenai penyerangan malam hari. Kendali penuh tim-tim tersebut tidak diberikan kepadanya, namun sebagai mantan komandan JSOC, ia tetap memiliki pengaruh kuat terhadap tim-tim tersebut.

Para pejabat Pentagon baru-baru ini menyusun kembali struktur komando untuk memberikan kendali pasukan Marinir dan pasukan khusus AS, yang utamanya terlibat dalam pelatihan, pada McChrystal.

Pejabat Departemen Pertahanan AS tersebut mengatakan, dengan peningkatan tersebut, akan ada lebih banyak operasi khusus di Afghanistan jika dibandingkan dengan Irak pada masa puncak peningkatan pasukan pada tahun 2007.

"Meskipun tujuan pasukan kami tidak terlalu umum dibandingkan dengan Irak, kami akan memiliki lebih banyak pasukan khusus," tambahnya.

Dalam tubuh militer AS, sebagian kalangan menganggap kinerja JSOC di Irak amat penting dalam mengatasi kekerasan pada saat itu.

Sejumlah tim tambahan JSOC yang dikirim ke Afghanistan adalah tim yang sebelumnya beroperasi di Irak, di mana mereka bertugas untuk menghadapi kelompok-kelompok yang ada hubungannya dengan Al-Qaeda. Meski ada perubahan corak unit khusus, seorang pejabat senior berkata: "Musim berburu di Irak telah usai."

Di Afghanistan, unit khusus tersebut mengikuti buku panduan yang mirip dengan yang mereka pergunakan di Irak, dan para pejabat Departemen Pertahanan berharap tim-tim elit tersebut mempu menghadirkan efek yang serupa dalam hal keamanan.

Para pejabat Departemen Pertahanan menekankan bahwa meski tim-tim tersebut tidak berada di bawah komando langsung McChrystal, mereka tetap mendapatkan arahan taktis dari sang jenderal.

"Peraturan adalah peraturan untuk semua orang," kata pejabat tersebut.

"McChrystal memperlakukan mereka dengan standar yang lebih tinggi dibandingkan pasukan biasa. Jika ada kesalahan, maka ia tahu benar apa yang dipertaruhkan." (dn/lt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon