Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

"Ledakan Kandahar Pertanda Kurangnya Intelijen"

E-mail Cetak PDF

KANDAHAR (Berita SuaraMedia) – Seorang petinggi Afghan pada hari Jumat (16/4) menyerukan intelijen yang lebih baik atas aktivitas perlawanan untuk membantu mencegah serangan-serangan seperti pengeboman ganda di kota Kandahar yang menewaskan setidaknya tiga orang.

Serangan yang terjadi pada hari Kamis (15/4) terhadap sebuah hotel dan kawasan perumahan perusahan asing menunjukkan bagaimana target-target rapuh berada di dalam kota di mana pasukan NATO bersiap-siap untuk sebuah operasi besar terhadap kelompok Taliban. Kawasan Kandahar adalah rumah spiritual bagi gerakan itu dan masih tetap menjadi salah satu daerah yang paling terbelakang dan dinamis di Afghanistan.

Ahmad Wali Karzai, pejabat tinggi di Kandahar dan saudara tiri presiden Afghan, mengatakan bahwa 2,000 polisi tambahan yang dilantik bulan lalu telah mencukupi, namun kunci untuk keamanan yang lebih baik adalah mendapatkan pengetahuan tentang rencana perlawanan.

"Itu cukup. Tidak perlu tambahan keamanan," ujarnya, seraya mengatakan bahwa tanggung jawab utama untuk mengungkap serangan-serangan di masa mendatang – terutama bom bunuh diri – terletak di tangan agen intelijen Amerika, yang dikenal dengan inisial NDS.

"Namun, saat itu pun jika seseorang ingin membunuh dirinya sendiri sangat sulit untuk menemukan dan menghentikannya," ujar Karzai.

Bersama dengan tambahan polisi, otoritas telah meningkatkan penghalang jalan di dalam dan di sekitar kota Kandahar dengan harapan akan mengganggu aktivitas militan. Meskipun demikian, Taliban mempertahankan kehadirannya di sebagian besar kawasan dan beberapa bagian kota masih tidak dapat dimasuki oleh pasukan keamanan, terutama setelah hari gelap.

Jumlah korban jiwa dari serangan terbaru masih belum jelas. Karzai awalnya melaporkan bahwa tiga orang asing dan tiga warga Afghan terbunuh dalam dua ledakan lebih kuat yang muncul setelah matahari terbenam, ketika seorang pelaku bom bunuh diri memicu  kendaraan berbahan peledaknya di penghalang keamanan bagian dalam di kawasan yang dihuni banyak perusahaan asing itu.

Namun, gubernur provinsi Kandahar, Tooryalai Wesa, memberikan bantahan dalam konferensi pers hari Jumat, mengatakan bahwa tidak ada orang asing yang terbunuh dalam serangan itu. Ia mengatakan bahwa 10 warga asing berada di antara 26 orang yang terluka, termasuk tiga warga Amerika dan seorang warga Afrika Selatan. Kewarganegaraan dari yang lainnya masih belum diketahui.

NATO mengatakan bahwa 10 dari orang-orang yang terluka dievakuasi ke rumah sakit Kandahar, namun tidak memberikan informasi tentang kewarganegaraan atau status medis mereka.

Lingkungan yang diledakkan termasuk perkantoran dari perusahaan kontrak internasional Louis Berger Group, Inisiatif Stabilisasi Afghanistan, dan perusahaan pengontrak bantuan Chemicos International.

Pada hari Kamis (15/4), sebuah bom mobil meledak di depan Hotel Noor Jehan, yang termasuk kantor dari beberapa organisasi berita asing, melukai delapan orang dan menghancurkan jendela-jendela di bangunan berlantai empat itu.

Kandahar, dengan penduduk sekitar 500,000 jiwa, telah berulangkali diguncang serangan dalam minggu-minggu terakhir ini. Pada tanggal 13 Maret, bom bunuh diri memicu ledakan di sebuah penjara baru, markas polisi, dan dua lokasi lain dalam suatu upaya gagal untuk membebaskan para tahanan Taliban. Setidaknya 30 orang tewas dalam ledakan itu. (rin/dn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon