Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Jadi Negara Demokrat, Kyrgyzstan Perpanjang Kontrak AS

E-mail Cetak PDF

BISHKEK (Berita SuaraMedia) – Pemimpin sementara Kyrgyzstan, Rosa Otunbayeva, mengatakan pada hari Saptu (17/4) bahwa pemerintahan temporernya sedang menyusun konstitusi baru untuk membentuk demokrasi parlementer di negara Asia Tengah itu.

"Kami sepakat dengan sistem republik parlementer dan sekarang kami memiliki kelompok kerja yang sedang menyusun sebuah konstitusi," ujar Otunbayeva kepada wartawan di Washington dan kota-kota lain via telekonferensi dari Bishkek.

Otunbayeva, yang menjadi pemimpin bulan ini setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Kurmanbek Bakiyev, mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah dirinya akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu yang diharapkan berlangsung enam bulan lagi.

"Kami belum memutuskan. Sejauh ini saya sendiri tidak tahu," ujar Otunbayeva, seraya menambahkan bahwa pertanyaan-pertanyaan dasar seperti bagaimana presiden akan dipilih masih dikerjakan.

Otunbayeva mengatakan bahwa keputusannya untuk membiarkan Bakiyev mengungsi ke negara tetangga Kazakhstan minggu ini telah membuat marah banyak pihak di dalam negeri, dan bahwa tugas utamanya sekarang adalah rekonsiliasi politik.

"Saya ingin menjadi seorang juru damai," ujar Otunbayeva dalam bahasa Inggris. "Kami tidak memiliki partai-partai besar yang kuat, tapi ketiga partai ini yang menjadi kekuatan utama dari pemerintahan interim kami. Jika kami tidak bersama-sama maka kami akan kehilangan semua taruhannya."

Otunbayeva berjanji akan menyeimbangkan hubungan antara Rusia, yang oleh anggota pemerintahannya disebut sebagai sekutu utama, dan AS, yang menyewa pangkalan udara di negara itu yang penting bagi Washington dalam perang di Afghanistan.

"Saya ingin meyakinkan kalian bahwa kami akan membuat keseimbangan yang tepat," ujar Otunbayeva, seraya menambahkan bahwa ia juga tidak melihat ada masalah dalam hubungan dengan tetangga kuat Kyrgystan yang lain, China.

Ia mengulangi jaminan bahwa tidak ada rencana cepat untuk mengubah persyaratan sewa fasilitas transit udara Manas bagi AS.

"Sejauh ini, itu bukan prioritas kami," ujarnya.

Sehari setelah Presiden Kumanbek Bakiyev meninggalkan negara, pemerintah interim Kyrgyzstan mengatakan akan memperpanjang sewa AS atas pangkalan udara di negaranya.

Wakil pemimpin Omurbek Tekebayev mengatakan bahwa perjanjian atas pangkalan udara Manas akan diperpanjang satu tahun.

"Kyrgystan memperpanjang satu tahun validitas perjanjian dengan AS atas pusat transit Manas."

AS telah khawatir bahwa perubahan pemerintahan di Kyrgystan akan mempengaruhi kesepakatan pangkalan.

Pengumuman itu dibuat hanya beberapa jam setelah Bakiyev setuju untuk pergi, mengundurkan diri secara resmi dari negara tetangga Kazakhstan. Awalnya ia menolak untuk mundur, ia bahkan kembali ke kampung halamannya di daerah selatan dan berusaha untuk mengumpulkan dukungan.

Otunbayeva mengatakan bahwa Bakiyev dibiarkan pergi untuk menghindari pertumpahan darah.

Ia berjanji bahwa Bakiyev akan dimintai pertanggungjawaban atas kematian yang timbul dalam insiden kekerasan tanggal 7 April.

"Bakiyev tidak akan lari dari keadilan. Ia tidak akan bisa bersembunyi di negara mana pun," ujarnya.

Surat perintah penahanan telah dikeluarkan untuk salah satu saudara laki-laki Bakiyev, Zhanybek, mantan kepala pengawal kepresidenan yang dituduh memerintahkan tentara untuk melepaskan tembakan ke arah pemrotes pada tanggal 7 April di Bishkek.

Mantan menteri pertahanan Bktybek Kaliyev telah terlebih dulu ditahan. (rin/wb/bbc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon