Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Taliban: Kami Akan Rontokkan Gigi Amerika!

E-mail Cetak PDF

KANDAHAR (Berita SuaraMedia) – Kelompok perlawanan Taliban meyakini bahwa mereka akan menang dan dapat bernegosiasi dari posisi yang kuat.

Ditanya mengenai serangan NATO yang akan datang di kawasan Kandahar, seorang komandan Taliban setempat mengatakan kepada surat kabar The Times, "Kami siap untuk ini. Kami akan merontokkan gigi orang-orang Amerika itu!"

Para pemimpin Taliban mengatakan telah mendapat pelajaran dari serangan besar NATO yang terakhir di area Marjah, provinsi Helmand, awal tahun ini. Ketika NATO memberikan pengumuman awal tentang operasi itu, Taliban terpikat untuk mengirimkan terlalu banyak pejuang ke daerah itu, beberapa dari mereka tewas.

Para pemimpin mengatakan bahwa di Kandahar, sebuah rencana untuk menghadapi NATO telah disiapkan.

"Tidak akan ada kejutan di sana. Kami telah menempatkan orang-orang kami di semua posisi di dalam kota, di pemerintahan, dan pasukan keamanan," ujar Abdul Rashid, juru bicara Taliban.

Ia menambahkan bahwa Amerika telah memiliki cukup banyak masalah yang menghantui diri mereka dan bertempur di Kandahar hanya akan membuat lebih banyak orang menentang mereka.

"Rakyat tidak percaya pada orang asing karena mereka mendukung panglima perang. Rakyat muak dengan kejahatan dan brutalitas dan itu adalah masalah besar bagi Amerika. Kami memiliki posisi yang bagus dengan pendukung di mana-mana," ujarnya.

Abdul Rashid mengatakan ada sejumlah komandan Taliban yang mendanai kampanye mereka dengan memberikan jalan yang aman bagi konvoi suplai NATO atau dari penyelundup narkoba. Tapi, kepemimpinan Taliban telah memerintahkan agar itu dihentikan.

"Apa yang kami lakukan bukan untuk kepentingan duniawi, tapi demi Allah. Bagi kami, yang lebih penting dari pertempuran ini adalah proses penyucian. Kami menyingkirkan semua apel yang busuk," ujarnya.

Sementara itu, pemimpin utama Jaringan Haqqani yang beroperasi di wilayah timur Afghanistan mengatakan bahwa pejuang Al Qaeda diterima untuk berjuang bersama Taliban, dan bahwa pasukannya mengendalikan 90% wilayah di bawah komandonya.

Siraj Haqqani, komandan militer Jaringan Haqqani, sebuah kelompok Taliban yang beroperasi di Afghanistan timur, membuat pernyataan itu dalam wawancara yang dilakukan oleh Abu Dujanah al Sanaani untuk Al Balagh Media Center yang baru saja didirikan. Terjemahan dari wawancara dengan Siraj disediakan oleh Flashpoint Partners.

Siraj mengatakan bahwa ia berusia 30 tahun dan merupakan anggota Dewan Syura di Emirat Islam Afghanistan. Lebih dikenal sebagai Quetta Shura, dewan utama Taliban itu bermarkas utama di kota Quetta, Pakistan, di provinsi selatan Baluchistan.

Selama wawancara, Haqqani mengakui bahwa anggota asing Al Qaeda diterima untuk berjuang bersama dengan orang-orangnya dan pejuang Taliban lainnya, dan bahwa hubungan antara Taliban dan Al Qaeda sangat baik.

Ketika ditanya tentang Jaringan Haqqani dan hubungan Taliban dengan mujahidin yang beremigrasi ke tanah Khorasan dan apakah mereka menjadi hambatan atau beban bagi orang-orang Afghan, Siraj mengatakan bahwa para pejuang asing, atau Al Qaeda "menerangi jalan kami dan mereka menentang para penyembah salib dengan bekerja bersama kami." Siraj juga mengatakan bahwa kerjasama antara pejuang Arab dan Taliban berada di puncak.

Jaringan Haqqani aktif di beberapa provinsi Afghan, termasuk: Khost, Paktia, Paktika, Ghazni, Logar, Wardak, dan Kabul. Mereka juga memberikan dukungan pada jaringan Taliban di provinsi Kunar, Nangarhar, Helmand, dan Kandahar.

Haqqani memiliki hubungan yang luas dengan Al Qaeda dan dengan agen intelijen militer Pakistan, Inter-Services Intelligence. Hubungan itu telah memungkinkan Jaringan Haqqani untuk bertahan dan berkembang di Waziristan Utara, dan menjalankan pemerintahan paralel dengan pengadilan, pusat rekrutmen, kantor pajak, dan pasukan keamanan. Miramshah, kota utama di Waziristan Utara dan markas Haqqani, adalah pusat aktivitas para pejuang jihad di seluruh dunia.

Tentara Asing Tewas Di Afganistan

Sebanyak 1.730 tentara asing dari berbagai negara tewas di Afganistan. Mereka tewas disebabkan oleh bentrok senjata dan juga kecelakaan sejak invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada 2001 di negara itu.

Berikut jumlah kematian militer asing di Afganistan dari masing-masing negara; Amerika Serikat 1.044 tentara, Inggris 281, Kanada 142, Jerman 43, Prancis 41, Denmark 31, Spanyol 28, Itali 22, Belanda 23, dan negara-negara lain sebanyak 75 tentara sehingga totalnya 1.730 orang.(rin/nk/lwj/afp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon