Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

AS Cari Cara Jadikan India "Mitra" Dalam Misi Afghanistan

E-mail Cetak PDF

NEW DELHI (Berita SuaraMedia) – AS tengah mencari cara untuk menjadikan India "mitra" di Afghanistan. Hal itu dikemukakan setelah India mengemukakan kekhawatirannya karena AS tampaknya ingin menyerahkan solusi Afghanistan kepada Pakistan, agaknya AS memiliki kepentingan yang lebih besar untuk memahami kepentingan India di Afghanistan dan kontribusinya terhadap rekontruksi. AS kini juga menjadi lebih bersedia menerima tentangan India terhadap jenis rekonsiliasi yang ditawarkan Inggris dan Pakistan.

Duta besar AS untuk India, Tim Roesner, mengatakan bahwa aktivitas India di Afghanistan amat "penting," dan bahwa ia akan bertolak ke Afghanistan untuk melihat langsung proyek India, bertemu dengan duta besar India Jayant Prasad dan mencari gagasan yang lebih baik mengenai apa yang ingin diraih India di Afghanistan.

India telah menghabiskan dana lebih dari $1,3 miliar dalam proyek pengembangan di seluruh Afghanistan, India juga diyakini sebagai salah satu negara yang kehadirannya tidak menghadirkan kekerasan di negara tersebut, melahirkan banyak dukungan populer.

Di sisi lain, Pakistan, yang dicurigai memiliki hubungan dengan Taliban, meminta AS untuk memastikan agar kehadiran India dikurangi. Pakistan juga menuding India tetap menempatkan 26 hingga 28 konsulat di Afghanistan dan terlibat dalam aktivitas anti-Pakistan yang serius. Hal itu dipercayai oleh pemerintah AS, khususnya Pentagon, karena hal itu tampak dalam pernyataan-pernyataan Jenderal Stanley McChrystal dan Jenderal David Petraeus.

Namun, kekhawatiran India menimbulkan pertanyaan dalam sistem AS untuk meningkatkan peranan India yang lebih besar dibandingkan saat ini.

"Peranan India (di Afghanistan) sukses besar. AS menginginkan peran tambahan bagi India di Afhanistan. Mungkin termasuk layanan masyarakat dan proyek-proyek anti korupsi," kata Roemer kepada para wartawan.

"Peranan India di Afghanistan amat penting. Presiden Obama pribadi mengatakan hal itu kepada Perdana Menteri Manmohan Singh dan menyampaikan terima kasih atas kontribusi (India)," katanya, ia menambahkan bahwa dari tiga komponen internasional yang ada di Afghanistan – pertahanan, diplomatik dan perkembangan – India terlibat dalam dua faktor.

Akan tetapi, sejak Obama mengumumkan tenggat waktu penarikan dari Afghanistan, Pakistan ingin mendapatkan veto dalam kesepakatan rekonsiliasi akhir di Afghanistan. AS juga tampaknya menuruti Pakistan.

Dalam perbincangan dengan Obama, Perdana Menteri Singh mengatakan bahwa India tidak akan menyerahkan kepentingannya di Afghanistan, yang amat penting bagi keamanan dalam negeri. Singh juga menegaskan bahwa India ingin memastikan Afghanistan melakukan transisi yang perlahan tapi pasti menjadi sebuah negara moderat.

AS telah mulai menjauhi Presiden Hamid Karzai. India mengatakan hal itu kontraproduktif dengan apa yang ingin diraih AS di negara tersebut. India yakin bahwa memusuhi Karzai mungkin adalah cara terburuk jika ingin menyelesaikan apa pun di Afghanistan, karena hal itu hanya akan membuat Karzai memihak pada lawan AS, karena Karzai berancang-ancang memutus kesepakatan untuk memastikan keselamatan dirinya. Masih belum jelas apakah India dapat mempengaruhi jalan pikiran AS, namun, setelah berbulan-bulan berseteru di hadapan publik, pemerintahan Obama mengambil langkah pertama untuk kembali merangkul Karzai.

Sementara itu, India meningkatkan lobi untuk menentang pengiriman senjata canggih dari AS untuk Pakistan. India mengatakan senjata-senjata itu dipergunakan untuk melawan negaranya. Roemer berujar bahwa AS mempertimbangkan tuduhan itu dengan serius, dan Pakistan bisa mendapat sanksi. "Kami akan mempertimbangkannya dengan amat serius," kata Roemer.

Perdana Menteri Singh mengemukakan hal itu kepada Obama, dan Obama meyakinkan dirinya bahwa suplai militer untuk Pakistan akan diawasi oleh AS. "Ada tuduhan penyalahgunaan senjata yang diberikan pada Pakistan untuk tujuan lain. Kami akan menyelidikinya, Kongres akan menanggapi masalah ini dengan serius," kata Roemer.

Dia menambahkan, AS ingin meminta pendapat India sebelum melakukan dialog strategis AS – Pakistan dan bahkan akan memberitahu India setelah dialog usai. (dn/ti) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon