Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Terbang Terlalu Dekat, Helikopter China Resahkan Jepang

E-mail Cetak PDF

TOKYO (Berita SuaraMedia) – Para pejabat pemerintahan Jepang  memprotes Beijing pada hari Rabu (21/4) karena sebuah helikopter China yang menurut mereka terbang terlalu dekat dengan kapal perang Jepang yang berlabuh di perairan Okinawa, demikian kata Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kejadian tersebut, yang merupakan peristiwa kedua bulan ini, terjadi pada hari Rabu (21/4), sekitar 310 mil sebelah selatan Okinawa, yang menjadi pangkalan pasukan Amerika Serikat, tambah pihak kementerian.

"Sebuah helikopter angkut China mendekati kapal penghancur Asayuki pada sekitar pukul 3.37 dan 3.40 sore, sekitar 500 kilometer sebelah selatan pulau utama Okinawa, mendekat sekitar 90 meter horizontal dan 50 meter vertikal, serta terbang melingkar dua kali," kata Kementerian Luar Negeri Jepang.

Pemerintah Jepang memprotes China melalui jalur diplomatik terkait insiden yang terjadi menyusul kasus serupa awal bulan ini. Jepang mengatakan bahwa yang dilakukan helikopter tersebut berbahaya untuk sistem navigasi kapal, tambah pihak kementerian.

Kejadian sebelumnya terjadi tanggal 8 April, kala itu ada sebuah helikopter China yang terbang dari atas sebuah kapal perang yang terbang mendekati sebuah kapal perang Jepang di Laut China Timur.

Kementerian Pertahanan Jepang memberikan konfirmasi bahwa ada seseorang di atas helikopter Angkatan Laut China tersebut yang mengambil gambar kapal perang MSDF (Pasukan Pertahanan Maritim Jepang) Suzunami di Laut China Timur pada tanggal 8 April, namun, masih belum jelas apa yang hendak dilakukan oleh China dalam insiden terbaru tersebut.

"Rasanya aneh karena militer China telah melakukan tindakan provokatif sebelum dan setelah konferensi antara para pemimpin Jepang dan China di Washington pada 13 April lalu," kata seorang sumber dalam pemerintahan Jepang. Ia menambahkan bahwa ada pertanyaan mengenai seberapa besar kendali Presiden China Hu Jintao terhadap militernya.

Jepang dan China menjalin hubungan bilateral yang baik, namun Tokyo seringkali meminta agar Beijing lebih transparan dalam pengeluaran militernya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut China mengirimkan armadanya ke Samudera Pasifik melalui laut di dekat Okinawa, dan pada saat bersamaan mengupayakan pertukaran melalui kunjungan pelabuhan dengan MSDF Jepang.

Pada tanggal 10 April lalu, MSDF memergoki dua kapal selam China dan delapan kapal perang penghancur tengah berlayar di laut antara pulau Okinawa dan Pulau Miyako di perfektur selatan Jepang.

Faktor China menjadikan hubungan Jepang dan AS, yang memiliki pangkalan militer di Okinawa, semakin erat.

"Hubungan AS dan Jepang sedang berada dalam keadaan yang paling buruk," kata Hisahiko Okazaki, seorang mantan duta besar kepada harian Sankei Shimbun pada awal Maret lalu.

Terdapat sebuah ganjalan dalam aliansi AS - Jepang, yaitu masalah pangkalan militer AS di Okinawa. Jepang ingin AS merelokasi pangkalan tersebut, sementara AS ingin mempertahankan pangkalan di tempat semula.

Baik Perdana Menteri Yukio Hatoyama maupun Presiden Obama sama-sama dianggap telah melakukan kesalahan dalam menjaga hubungan baik AS-Jepang.

Hatoyama telah berjanji selama masa pemilu untuk meninjau keberadaan pangkalan militer AS di Okinawa.  Selama ini, keberadaan pangkalan militer AS di Jepang dipandang sebagai tanda kepatuhan Jepang terhadap AS yang telah berjalan selama 65 tahun, khusunya dalam bidang keamanan. Hatoyama menginginkan adanya hubungan AS-Jepang yang lebih setara. Hatoyama juga ingin mengembangkan sebuah komunitas ekonomi Asia yang mirip dengan Masyarakat Ekonomi Eropa. Keinginan Hatoyama tersebut mendapatkan kritik tajam dari Washington. (dn/nt/jt/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon